Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.
Truk
Senin, 2 November 2026 14:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Ramp check untuk truk di luar masa liburan masih dianggap sepele oleh banyak pihak. (Foto : Antara)


BUS-TRUCK - Mengawali bulan November (1/11/2026) terjadi lagi kejadian nahas akibat sebuah truk yang menabrak halte di bilangan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, dan mengakibatkan enam orang meninggal dunia.

“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, di lokasi kejadian, seperti dikutip dari Antara.

Diterangkan lagi oleh Iptu Rojali, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, truk pengolah semen itu melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang. Berdasarkan keterangan pengemudi dan sejumlah saksi, truk tidak terkendali saat melintasi jalan menurun di jembatan depan kampus BSI.

BACA JUGA

Pengemudi sempat berupaya menghentikan kendaraan dengan menabrakkan truk ke tembok gerbang kampus BSI. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga truk bermuatan adonan semen itu menabrak 12 orang yang sedang berada di halte.

“Para korban saat kejadian memang sedang menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Rojali lagi.

Enam korban meninggal dunia telah dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sedangkan lima lainnya dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Sementara itu, enam korban luka-luka menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Empat korban dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang. “Total korban ada 12 orang, terdiri atas perempuan, laki-laki, hingga anak-anak,” bebernya lebih lanjut.

Pihak Kepolisian saat ini telah mengamankan pengemudi truk untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Awal munculnya rem blong

Dugaan rem blong, sejatinya bisa diarahkan pada kecurigaan gagal fungsi atas komponen pengereman secara sistemik serta gagal kendali dari pengemudi itu sendiri. Soal gagal kendali dari pengemudi tentu berkaitan dengan kecakapan dari driver dalam mengemudikan kendaraan bertonase besar.

Masalah kendala pada sistem pengereman bisa berawal dari tidak diperhatikannya kondisi minyak rem. “Paling umum terjadi adalah rutinitas penggantian cairan rem (telat, Red) sehingga kandungan air di dalamnya meningkat dan menyebabkan terjadinya karat pada piston di kaliper. Alhasil, gesekan kampas rem terus terjadi sehingga overheat,” ungkap Dhany Ekasaputra, Manager of Application and Promotion PT Autochem Industry.

Dhany yang dihubungi beberapa waktu lalu juga menegarai masih adanya kebiasaan buruk dengan mengganti komponen pada sistem pengereman dengan komponen mutu rendah.

Menurutnya pemakaian komponen mutu rendah, seperti seal pada piston kaliper rem yang tidak orisinal, berdasarkan sejumlah temuan yang dilakukan pihaknya justru kontra fungsi ketika ‘bertemu’ dengan cairan rem bermutu yang memiliki titik didih tinggi.

Seal tidak bermutu itu akan ‘mengembang’ sehingga membuat piston di kaliper rem tidak bisa berfungsi dengan baik pula, muncul juga gejala overheat. “Tapi itu di luar adanya masalah mekanikal seperti terjadi kebocoran atau booster gagal bekerja," wantinya.

Manajemen perawatan mayoritas operator kendaraan komersial masih sangat memperihatinkan, penggantian suku cadang kerap dianggap membebani perusahaan.  (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)Bukan tidak mungkin Retarder jadi syarat wajib komponen yang terpasang pada truk yang dijual di Indonesia. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Minyak Rem Mobil Wajib Diganti Secara Berkala. Ini Sebabnya 

Baca juga: Luar Biasa, Truk Rem Blong Minta Darah Lagi !!

Berdasarkan catatan Bus-Truck, Otodriver/Mobility, Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, dalam satu kesmepatan pernah memaparkan hal tersebut soal rem blong.

Menurut Wildan, “Pada umumnya sopir masih ingat kondisi saat menginjak pedal rem saat sebelum kecelakaan. Ada yang bilang pedal rem sudah diinjak, tetapi roda tetap meluncur,” jelasnya sembari menyebut bahwa gejala ini adalah yang paling sering dikemukakan pramudi truk atau bus yang mengalami kecelakaan akibat gagal fungsi rem tadi.

Menurut Wildan gejala tersebut kemungkinan besar karena rem tidak mampu mengurangi putaran roda, disebabkan oleh brake fading atau kondisi yang melampaui kemampuan maksimal rem.

Bisa juga disebabkan pengemudi hanya menggunakan service brake (pedal rem). Kalau di jalan datar, tentunya service brake masih bisa optimal, tetapi di jalan menurun, seharusnya sebuah proses pengereman harus disertai dengan secondary brake dari exhaust brake atau bahkan auxiliary brake, seperti brake retarder. Karena di jalan menurun, beban rem tak hanya bobot truk dan muatannya saja, tetapi juga pengaruh dari gravitasi.

“Pada kasus lainnya, ada yang merasa pedal rem seperti berat untuk diinjak, atau kerap disebut mbagel,” kata Wildan. Sembari diutarakan juga bahwa kecepatan laju yang berlebih juga bisa membuat semua pilihan pengereman tadi jadi tidak berarti.

Selain itu, ‘angin tekor’, bisa menyebabkan gagalnya pengereman. Khusunya pada truk masih banyak yang menggunakan sistem rem Air Over Hydraulics, di mana tekanan angin digunakan untuk mendorong fluida (minyak rem, Red) untuk menggerakkan kampas rem.

Karena angin kurang, maka tekanan tidak cukup untuk mengurangi putaran teromol rem. “Angin tekor ini, bisa terjadi karena pengereman dilakukan terus menerus, sementara pompa angin tidak mengisi tabung angin atau angin di tabung digunakan untuk perangkat lain, seperti klakson yang dibunyikan terlalu sering, sehingga tabung angin kosong,” kata Wildan lebih lanjut.

Ada juga kejadian tersebut akibat celah kampas rem yang terlalu jauh jaraknya, bisa juga menyebabkan rem tidak berfungsi maksimal. “Ini pun sopir sudah menginjak pedal rem dengan kuat, tetapi roda tetap berputar,” ungkap lelaki asal Tegal, Jawa Tengah.

Itu karena jarak kampas rem dengan teromol terlalu jauh, sehingga ketika pedal diinjak pun, kampas tak ‘menggigit’ teromol, sehingga roda tetap berputar.

Sebaiknya pengemudi dan pemilik truk juga rutin merawat sekaligus menjaga komponen serta sistem pengereman sebagai tindakan preventif terulangnya terjadinya kejadian rem blong, terlebih sampai memakan korban jiwa sia-sia. (EW) 

Kemenhub harus dimitigasi kinerjanya atas terus berulangnya kecelakaan akibat rem blong. (Foto : Kejadiansmg)Fasilitas ujii kir swasta perlu diperbanyak sebagai tindakan preventif beredarnya truk yang tidak lain jalan. (Foto : Istimewa)


Tags Terkait :
Remblong Truk
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

58 menit yang lalu

Truk
Truk Lagi-Lagi Rem Blong di Bekasi, Hilangkan Nyawa Sia-Sia

Perawatan kendaraan menjadi salah satu pangkal masalah.

3 bulan yang lalu


Truk
Kenapa Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong Masih Saja Terjadi?

Bukti tidak ada penanganan serius soal kelaikan teknis truk di jalan.

1 tahun yang lalu


Truk
Korlantas Polri Bikin Pelatihan Bagi Pengemudi Truk

Untuk cegah kejadian fatal karena rem blong terulang.

1 tahun yang lalu


Truk
Menhub Menegaskan Kalau Ada Truk Laka, Maka Pemiliknya Juga Harus Bertanggung Jawab

Regulasi untuk atasi truk ODOL segera diterbitkan dan jika terjadi kecalakaan yang melibatkan truk, maka pemilik truk juga akan menanggung akibatnya.

1 tahun yang lalu


Truk
Komponen Inilah Penyebab ‘Rem Blong’ Di Truk

Masih jauh dari panggang perihal budaya keselamatan berkendara

1 tahun yang lalu


Truk
Kecelakaan Truk Ciawi : Darurat Operasional Truk Di Indonesia!

Operator truk harus ikut diselidiki

1 tahun yang lalu


Bus
Mengawali 2025: Laka Bus Rem Blong Minta Nyawa Lagi

Sudah waktunya darurat ‘ramp check’?

1 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

28 menit yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

58 menit yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

3 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu