Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Menhub Menegaskan Kalau Ada Truk Laka, Maka Pemiliknya Juga Harus Bertanggung Jawab

Regulasi untuk atasi truk ODOL segera diterbitkan dan jika terjadi kecalakaan yang melibatkan truk, maka pemilik truk juga akan menanggung akibatnya.
Truk
Jumat, 9 Mei 2025 19:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
11 penumpang angkot tewas ditabrak truk rem blong dan tak berizin di Purworejo. (Foto: Antara)


BUS-TRUCK – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan soal penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) tidak cukup hanya menindak pengemudi. Ditegaskannya, proses untuk mengatasi soal truk kelebihan muatan akan juga menyasar juga pemilik kendaraan dan pengguna jasa logistik secara menyeluruh sebagai pihak yang juga ikut bertanggung jawab.

"Ke depan kami ingin tidak hanya pemilik, tapi juga pengemudi, pemilik dan juga penggunanya. Tidak bisa kemudian mereka melepas tangan seolah semuanya hanya kepada pengemudi (sopir) saja," kata Menhub keterangannya di Jakarta (9/5). 

Menhub juga menegaskan lagi seperti dikutip dari Antara, pelaku usaha dan pihak penguuna jasa truk tidak bisa lagi lepas dari tanggung jawab jika terjadi sebuah kecelakaan. 

BACA JUGA

Pria yang pernah jadi Direktur PT Johnlin Air Transport (2008-2009) tersebut, mengisyaratkan kalau terjadi kecelakaan tidak lagi semua kesalahan dibebankan kepada pramudi atau sopir saja. Tidak lain karena menurut Menhub pengemudi hanya menjalankan perintah kerja.

Dicontohkannya lagi, situasi di mana seseorang yang memiliki barang kerap kali memilih jalan pintas dengan hanya membayar satu truk. Meskipun barang yang dikirim seharusnya memerlukan dua truk untuk memuatnya secara aman. Demi menghemat biaya, pengguna truk sadar melanggar aturan kapasitas angkut, namun tetap memaksakan muatan berlebih dalam satu kendaraan.

Praktik semacam itu menurut Menhub merupakan pelanggaran yang dilakukan dengan kesadaran penuh akan risikonya terhadap keselamatan di jalan raya. Ketika truk dipaksa membawa beban berlebih, potensi kecelakaan seperti rem blong sangat besar, dan tanggung jawab hukum tidak seharusnya hanya dibebankan kepada pengemudi semata.

"Pokoknya gini, kalau yang tahu bahwa apa yang dia perintahkan itu mempunyai konsekuensi pidana atau pelanggaran, dia harus bertanggung jawab," ucapnya gusar.

Baca juga: Ribuan Truk Bermasalah Beroperasi Di Jalanan

Baca juga: Tahun 2024 Ribuan Kecelakaan Di Jawa Tengah Libatkan Truk

Menurut Dudy, pengemudi sering berada dalam posisi tidak berdaya karena tekanan ekonomi, sehingga pelanggaran ODOL seharusnya tidak hanya dibebankan kepada mereka semata sebagai pelaku lapangan.

Ia menekankan pentingnya semua pihak memahami bahwa pelanggaran kapasitas angkut dapat menyebabkan kecelakaan, karena rem kendaraan tidak dirancang untuk beban berlebih terutama di kondisi jalan menurun.

Pihak APM sebenarnya sudah banyak menyediakan peranti safety di produk mereka, seperti pada truk Hino seri 500. (Foto: Erie W. Adji)

Baca juga: Ditlantas Polda Jabar: Bos Bus Parwis Laka Subang Jadi Tersangka

Baca juga: Maraknya Truk ODOL Juga ‘Gara-Gara’ Pemerintah

Tiga hal yang sangat mendesak agar kecelakaan akibat truk ODOL tidak berulang 

Catur Wibowo, instruktur DSTC-Defensive & Safety Driving Consulting yang dihubungi beberapa waktu lalu (26/4), juga pernah menjelaskan sejumlah faktor yang mirip seperti diutarakan oleh Menhub. 

“Ada 3 komponen yang dalam hal ini harus duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan yang masih banyak abai di jalan,” ungkapnya, saat dihubungi berkenaan dengan Hari Angkutan Nasional (14/4). 

Tiga hal yang sangat mendesak menurut Catur yaitu;  

1. Pihak pengusaha jasa angkutan; harus menyediakan kendaraan angkut yang laik, harus melakukan pengecekan berkala kelaikan kendaraan, memberlakukan dan sepakat memuat load barang sesuai kapasitas load kendaraan, dan bisa bertanggung jawab penuh atas hal hal yg ditimbulkan di jalan raya jika angkutannya menyebabkan kerusakan,kecelakaan atau akibat lain yang merugikan pihak lain di jalan raya.

2. Pihak pramudi; mengerti dan paham memahami pengetahuan Defensive Driving Training, menguasai keterampilan mengemudi, membawa muatan sesuai aturan, bertanggung jawab penuh dengan kendaaran dan barang yang dibawa selama di jalan raya, serta selalu melakukan cek dan ricek kelaikan kendaraan dan melakukan report ke pihak pemilik kendaraan, secara berkala melakukan tes kompetensi.

3. Pihak regulator dan penegakan hukum; membuat regulasi yang tegas, menegakkan regulasi dan penegakan hukum dengan tegas, melakukan investigasi yang jujur jika ada ada pelanggaran yang menyebabkan korban, dan penegakan hukum tak hanya buat driver namun tapi juga buat pengusaha angkutan yang terbukti abai. (EW)

Frekuensi razia truk ODOL harus ditingkatan secara signifikan (Foto : Antara)


Tags Terkait :
Truk ODOL
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

1 minggu yang lalu


Pemerintah Siapkan Regulasi Lebih Ketat Soal ODOL, Termasuk Menyangkut Posisi APM

2 minggu yang lalu


Berita
Tidak Perlu Impor Dari India, GAIKINDO Yakin Pabrik Dalam Negeri Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Komersial

Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

2 bulan yang lalu


Truk
Kini Giliran Hino300 - 136 MDLR Rambah Wilayah Jawa Tengah

Hadir sebagai truk angkut ringan dengan kapasitas muat barang terlapang

5 bulan yang lalu


Truk
Fighter X FN 61 FSL, Calon Raja Jalanan Dari Mitsubishi Fuso

Diproyeksikan untuk peningkatan efisiensi operasional penggunanya. Berikut spesifikasinya.

5 bulan yang lalu


Truk
Hino Gempur Pasar Truk Ringan Di Malang Dan Surabaya

Lewat produk bersasis paling panjang di kelasnya

5 bulan yang lalu

Truk
Masih Ada Polemik, Zero ODOL Malah Ditunda Sampai 2027

Ini merupakan langkah mundur jika dibiarkan terus

6 bulan yang lalu


Truk
Mercedes-Benz Luncurkan Truk Baru Seri Axor 1626 C

Lebih panjang sehingga bisa muat kebih banyak

7 bulan yang lalu


Terkini

Bus
Hari Ini Saja, Naik Transjakarta Bayar Rp1 Untuk Semua Rute

Tarif Rp1 Transjakarta semua rute hari ini berlaku untuk BRT dan Non BRT, rayakan Hari Angkutan Nasional 2026 hingga 23.59 WIB.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu


Bus
Ini Tiga Dealer Terbaik Mercedes-Benz Untuk Segmen Bus Dan Truk

DCVI umumkan dealer terbaik Mercedes-Benz bus truk 2025: PT Star Wagen Indonesia juara umum, Citrakarya Pranata sasis bus terlaris, Mas Auto Germania Axor unggul.

3 hari yang lalu


Truk
Auto2000 Ubah Toyota Dyna Jadi Klinik Berjalan

Auto2000 ubah Toyota Dyna jadi klinik berjalan MOKES2000 untuk layanan kesehatan dasar dan edukasi medis di wilayah terpencil. Program CSR target 14 kegiatan 2026.

6 hari yang lalu