Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

Test Drive Honda Prelude hingga SUPER-ONE, Begini Filosofi di Balik Karakter Mobil Honda

Test drive Honda Prelude hybrid S+ Shift dan SUPER-ONE di Honda Auto Technology Workshop Indonesia ungkap filosofi Joy of Driving dan M/M Principle.
First Drive
Senin, 2 November 2026 16:00 WIB
Penulis : Nisa Arby
Mencoba Prelude hingga Super One. (Foto : Nisa Arby)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Bukan sekadar soal tenaga mesin atau kecanggihan teknologi, setiap mobil juga memiliki karakter dan pengalaman berkendara yang berbeda. Hal inilah yang ingin ditunjukkan Honda melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia yang digelar PT Honda Prospect Motor pada 29–30 Oktober 2026 di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan.

Honda Auto Technology Workshop Indonesia. (Foto : Otodriver/67)

Dalam kegiatan ini, awak media berkesempatan mencoba langsung sejumlah model Honda sekaligus mengenal filosofi engineering di baliknya. Mulai dari karakter sporty, responsif, hingga kenyamanan untuk penggunaan harian, seluruhnya dikembangkan berdasarkan dua prinsip utama, yaitu Joy of Driving dan Man Maximum, Machine Minimum (M/M Principle). Keduanya diterapkan pada seluruh lini kendaraan Honda, baik bermesin konvensional, hybrid, maupun listrik.

Joy of Driving, Berbeda Mobil Berbeda Karakter

Honda Auto Technology Workshop Indonesia. (Foto : Otodriver/67)

Dalam sesi test drive, beberapa model Honda menunjukkan bagaimana satu filosofi engineering dapat menghasilkan pengalaman berkendara yang berbeda sesuai karakter kendaraannya.

Salah satunya adalah Honda Prelude. Model hybrid ini menawarkan perpaduan karakter sporty dengan kenyamanan khas grand tourer. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Honda S+ Shift, yang menghadirkan sensasi perpindahan gigi virtual melalui kombinasi respons akselerasi, suara, dan tampilan visual.

BACA JUGA

Teknologi tersebut membuat pengalaman mengendarai mobil hybrid terasa lebih interaktif, tanpa meninggalkan karakter berkendara yang nyaman.

Honda Super One begitu fun to drive. (Foto : Otodriver/67)

Karakter berbeda ditawarkan oleh Honda SUPER-ONE, sebuah kendaraan listrik kompak yang mengedepankan kelincahan dan responsivitas. Melalui BOOST Mode, tenaga motor listrik meningkat dari 47 kW menjadi 70 kW.

Tidak hanya itu, SUPER-ONE juga dilengkapi Simulated 7-Speed Gear Shift dan Active Sound Control yang menghasilkan suara mesin virtual sesuai input akselerator. Menariknya, mobil listrik ini tetap menghadirkan sensasi perpindahan gigi dan suara layaknya kendaraan konvensional.

Unit tes Brio juga masih tersedia. (Foto : Otodriver/67)

Sementara itu, Honda Brio RS CVT menunjukkan karakter yang lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas harian. Mengandalkan mesin 1.2 liter i-VTEC bertenaga 90 PS, Brio RS menawarkan kombinasi performa dan kemudahan pengendalian. Penyetelan Electric Power Steering juga dirancang untuk memberikan respons kemudi yang linear.

Tidak lupa mencoba Honda WR-V. (Foto : Otodriver/67)

Bergeser ke segmen SUV kompak, Honda WR-V RS dibekali mesin 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan tenaga 121 PS dan torsi 145 Nm. Karakter pengendaliannya didukung penyetelan sistem kemudi dan geometri suspensi yang ditujukan untuk memberikan respons presisi sekaligus menjaga kestabilan saat bermanuver.

Beragam Karakter Berkendara Honda. (Foto : Otodriver/67)

Adapun Honda HR-V RS Hybrid menawarkan pendekatan berbeda melalui karakter pengendalian yang lebih dinamis. Motor listriknya menghasilkan tenaga 131 PS dengan torsi 253 Nm, memberikan akselerasi yang cepat dan halus.

Teknologi Variable Gear Ratio serta Agile Handling Assist turut mendukung respons kemudi yang lebih presisi, khususnya ketika kendaraan diajak bermanuver di tikungan.

Dari kelima model tersebut, terlihat bahwa Honda tidak menerapkan satu karakter berkendara yang seragam. Setiap kendaraan memiliki pendekatan tersendiri, menyesuaikan kebutuhan dan ekspektasi penggunanya.

Man Maximum, Machine Minimum: Mengutamakan Kebutuhan Pengguna

Selain pengalaman berkendara, Honda juga memperlihatkan bagaimana filosofi M/M Principle diterapkan dalam pengembangan ruang kabin.

Prinsip ini sebenarnya bukan pendekatan baru bagi Honda. Sejak model N360 pada 1967, Honda telah berupaya menghadirkan kabin yang mampu menampung empat orang dewasa dalam dimensi kendaraan yang kompak.

Pendekatan tersebut kemudian berkembang melalui Honda City pada 1981 dengan konsep Tall Boy, serta Honda Fit atau Jazz pada 2001 yang menggunakan teknologi center tank layout untuk menciptakan konfigurasi ruang kabin lebih fleksibel.

Dalam workshop ini, penerapan M/M Principle juga diperlihatkan melalui beberapa model yang ditampilkan dalam sesi static display.

Pada Honda STEP WGN Hybrid, fleksibilitas kabin menjadi salah satu keunggulan melalui Flexible Captain Seats dan In-floor Magic Seat. Konfigurasi tersebut memungkinkan pengaturan kursi baris kedua serta melipat kursi baris ketiga ke dalam lantai untuk memperluas ruang bagasi.

Sementara pada HondaCR-V Hybrid, pengemasan komponen baterai yang efisien membantu mempertahankan ruang kabin dan bagasi agar tetap praktis. Fleksibilitas kursi belakang juga memungkinkan pengguna membawa barang berukuran lebih besar.

Kemudian pada Honda Civic Hybrid, tersedia konfigurasi 60:40 Split-Folding Rear Seats yang memungkinkan sebagian kursi belakang dilipat untuk mengakomodasi barang berukuran panjang.

Adapun Honda BR-V menawarkan konfigurasi kabin untuk tujuh penumpang sekaligus ruang barang bawaan. Pada tipe Prestige, kendaraan ini juga dilengkapi Multi-View Camera Assist (MVCA) with Digital Video Recorder (DVR), yang membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar kendaraan melalui empat kamera.

Prinsip serupa juga diterapkan pada Honda SUPER-ONE melalui fitur ULTRA Seats. Kursi belakang dapat dilipat untuk memperluas ruang bagasi atau bagian dudukannya diangkat untuk mengakomodasi barang dengan dimensi lebih tinggi.

Satu Filosofi untuk Beragam Kebutuhan Mobilitas

Melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia, Honda ingin memperlihatkan bahwa teknologi kendaraan tidak hanya berbicara mengenai angka spesifikasi atau fitur yang ditawarkan.

Lebih dari itu, bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman nyata bagi penggunanya menjadi hal yang tidak kalah penting.

Mulai dari sensasi berkendara sporty pada Prelude, karakter responsif SUPER-ONE, hingga kepraktisan kabin pada STEP WGN Hybrid dan BR-V, seluruhnya dikembangkan dengan pendekatan engineering yang berorientasi pada manusia.

Pada akhirnya, Joy and Freedom of Mobility bukan sekadar tentang bagaimana sebuah kendaraan membawa penggunanya dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagaimana setiap perjalanan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, nyaman, dan sesuai kebutuhan. (NA)


Tags Terkait :
N
Nisa Arby

Contributor

Nisa Arby adalah automotive storyteller dan founder Human On Wheels yang memiliki ketertarikan pada otomotif. Melalui tu...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait









Terkini

Terkini