Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Mengawali 2025: Laka Bus Rem Blong Minta Nyawa Lagi

Sudah waktunya darurat ‘ramp check’?
Bus
Sabtu, 11 Januari 2025 06:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Lagi-lagi, rem blong jadi 'kambing hitam' padahal soal perawatan yang terabaikan adalah sumber masalahnya


BUS-TRUCK – Mengawali awal tahun 2025, sebuah kecelakaan fatal menimpa lagi sebuah bus pariwisata di daerah Batu, Jawa Timur pekan ini (8/1). 

Dikabarkan, kecelakaan itu menyebabkan adanya empat korban meninggal dunia. Seperti diutarakan oleh Kapolres Batu, AKB Andi Yudha Pranata, korban meninggal dunia adalah pengendara sepeda motor yang ditabrak bus pariwisata. Salah satu korban meninggal dunia adalah balita berusia tiga tahun. Seperti dikutip dari RRI.co.id. 

Selain itu, kecelakaan di malam hari itu juga menyebabakan delapan orang lainnya lagi mengalami luka-luka. Seluruhnya sudah berada dalam penagangan pihak rumah sakit. 

Untuk penumpang bus, yang merupakan siswa SMK asal kota Denpasar itu dan juga pramudi bus, dalam keadaan selamat. Jumlah penumpang di dalam bus ada 42 orang. "Saat ini mereka diamankan  di shelter yang kita siapkan bersama Pemerintah Kota Batu,” ujar AKB Andi lebih lanjut. 

BACA JUGA

Menurut AKB Andi lagi, kecelakaan yang dialami oleh bus pariwisata itu disebabkan oleh gangguan pada sistem pengereman. Dijelaskannya, saat rombongan keluar dari salah satu wahana wisata dan baru berjalan 500 meter kemudian muncul gangguan pada sistem rem. Bus tidak dapat dikendalikan, lalu menabrak trotoar.

Kecelakaan itu tidak bisa dihindarkan karena saat itu bus melaju jalanan yang konturnya menurun. Tak kurang dari tiga sepeda motor dan satu mobil yang ditrabrak bus nahas itu. 

Kejadian di Batu itu bak mengingatkan lagi bahwa soal perawatan bus parwisata merupakan isu besar. Termasuk juga keterampilan para pramudinya. 

Ketua Bidang Angkutan Orang DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi beberapa waktu lalu (26/12) pernah menyuarakan hal ini. 

”Kami menghimbau para pengemudi menjaga stamina dan istirahat yang cukup di saat tidak bertugas, juga pada pihak management (operator bus, Red) agar tidak melepas bus dengan pengemudi engkel untuk perjalanan Overland.”

Hal yang dimaksud sebagai pengemudi ‘engkel’ adalah orang yang bertugas sebagai pemegang kemudi hanya satu orang selama perjalanan.

Masih ada anggapan bahwa opsi ‘engkel’ memang bisa diajukan pihak parmudi sendiri karena ingin mendapatkan penghasilan lebih. Namun dalam kondisi frekuensi operasional yang tinggi tentu hal itu akan berhadapan langsung dengan isu kelelahan selama di perjalanan. 

Di saat yang bersamaan setelah menekankan perlunya perhatian sangat serius atas kondisi awak bus pariwisata di masa liburan, Sani begitu panggilan Kurnia Lesani, juga punya harapan soal ramp check bus pariwisata. 

“Penggunaan bus pariwisata cukup meningkat selama Nataru ini sampai dengan awal tahun 2025, untuk pelaksanaan ramp check kami harapkan dapat lebih dimaksimalkan di jalan maupun tempat wisata, mengingat bus pariwisata tidak masuk terminal,” harap pria yang juga anggota Direksi PO SAN Transport itu. (EW)  

Baca juga:Inilah Penyebab Yang Sebenarnya Dari Rem Blong

Baca juga:Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar


Tags Terkait :
Kecelakaan Bus Pariwisata Remblong Batu Korban Meninggaldunia
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Truk
Tragedi Bawen: Sopir Banyak Lupa Rem Truk Bukan Hanya Di Pedal

Demi menjaga sistem rem di kendaraan besar maka wajib rajin servis

2 tahun yang lalu


Truk
Kenapa Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong Masih Saja Terjadi?

Bukti tidak ada penanganan serius soal kelaikan teknis truk di jalan.

2 bulan yang lalu


Truk
Pramudi Truk Tronton Nahas Di Semarang jadi Tersangka

Truk melintasi di jalan sebelum waktu yang ditentukan

1 tahun yang lalu


Truk
Pasca Laka KM 92 Tol Cipularang, Kemenhub Akan Panggil Para Bos Truk

Uji kompetensi pramudi truk kewajiban para operator

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Penyebab Yang Sebenarnya Dari Rem Blong

Tidak peduli perawatan sistem pengereman bak menunggu waktu ‘apes’

1 tahun yang lalu


Truk
Kemenhub Dalami Penyebab Kecelakaan Truk Di Tol Purbaleunyi

Sejak awal tahun 2024, tabrak belakang masih kerap terjadi di tol

1 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (2)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

1 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Pemerintah Siapkan Regulasi Lebih Ketat Soal ODOL, Termasuk Menyangkut Posisi APM

Pemerintah siapkan regulasi ketat ODOL kendaraan angkutan barang, termasuk pengawasan APM, telematika, dan pemeliharaan armada guna cegah kecelakaan serta kerusakan jalan.

21 jam yang lalu


Truk
Mitsubishi Fuso Support Perkembangan Bisnis Cold Chain

Mitsubishi Fuso dukung bisnis cold chain lewat truk niaga lengkap, layanan purnajual di 225 titik, dan monitoring suhu real-time, disampaikan di GIICOMVEC 2026.

1 hari yang lalu


Pikap
Komparasi Spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e Tunland

Komparasi spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e-Tunland: Dua pikap listrik 4x4 double cabin ladder frame dengan baterai 88 kWh, tenaga hingga 335 hp, dan jarak tempuh 340-350 km.

1 hari yang lalu


Van
Beberapa Pilihan Menarik Mobil Komersial EV Di GIICOMVEC 2026

Mobil komersial EV GIICOMVEC 2026 tampilkan model dari JAC, Sany, Wuling, Foton, Farizon, DFSK, Linxys di JIExpo Kemayoran.

1 hari yang lalu


Pikap
Mengenal Lebih Dekat JAC Trekker T90 EV, Pionir Dobel Kabin EV Di Indonesia

Spesifikasi JAC Trekker T90 EV, pionir dobel kabin listrik di Indonesia: 4x4 ganda motor 220 kW, baterai 88 kWh, jarak 344 km, drive mode off-road.

1 hari yang lalu