Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kita Tak Bisa Langsung Loncat ke Full Elektrik

Mengisi bensin saja saat ini kerap ditemui antrean, bagaimana saat mengisi ulang mobil listrik?
Berita
Kamis, 12 September 2019 13:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Mobil listrik yang tengah dicanangkan untuk bisa eksis di Indonesia sebagai penyelamat lingkungan terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari hybrid, PHEV, FCEV sampai yang murni listrik tanpa adanya 'bantuan' bahan bakar fosil yakni BEV sepakat disebut mobil listrik.

Penyebutan jenis-jenis mobil listrik di atas sudah berurutan. Lantas apakah saat ini kita harus langsung loncat ke BEV? Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo menjawabnya.

Menurutnya bisa saja langsung loncat ke jenis BEV alias full elektrik namun bukan untuk penggunaan pribadi. "Sebetulnya mau langsung (ke BEV) juga boleh saja. Contohnya, untuk Transkarta loncat ke listrik bisa karena rutenya tertentu dan bisa dibangun pos pengisiannya di sekitarnya," tukas Nangoi.

Jadi, karena sudah punya rute yang terjadwal dan terukur maka sangat mudah jika angkutan umum menggunakan jenis propulsi full listrik. Kemudahan yang disebut di sini erat kaitannya dengan mekanisme pengisian daya.

Terbayang betapa kompleksnya jika masyarakat langsung digiring ke mobil full elektrik, bukan? Mengisi bensin saja saat ini kerap ditemui antrean, bagaimana saat mengisi ulang mobil listrik?

"Namun untuk penggunaan pribadi, mungkin bisa dari hybrid atau plug in hybrid lalu dilakukan paralel. Jadi tolong dilihat secara positif," sambung Nangoi. 

Memang, saat ini sejumlah lembaga terkait sudah melakukan berbagai upaya riset dan pengembangan untuk menghadirkan fasilitas pengisian daya listrik untuk konsumsi umum. Namun tentunya hasilnya untuk dikonsumsi publik masih menunggu waktu.

Saat ini yang menjual mobil full elektrik di Indonesia baru ada dua, yakni BMW dengan i3 dan Tesla dengan Model 3 dan Model X. Merek terakhir bukanlah representasi APM yang menjualnya di tanah air, namun importir umum.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Pemerintah
D

Danu P Dirgantoro

Reporter

a

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 13 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

15 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Baru Dijual di Indonesia, Kakaknya Malah Sudah Rilis di China

Changan Nevo Q06 memiliki dimensi yang besar dan dijual dengan harga setara Rp 300 jutaan. Simak keunggulannya.

21 jam yang lalu


Berita
PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana

PHEV punya potensi dan keluwesan sebagai mobil yang dapat diandalkan saat terjadi bencana

1 hari yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

12 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 13 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

13 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

14 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

15 jam yang lalu