BUS-TRUCK - Kolaborasi soal padu padan sasis kendaraan komersial tidak hanya berujung pada membangun bodi untuk bus, membangun bodi dan peranti ikutannya pada sasis truk juga punya nilai maksimal.
Sebagaimana yang dijalin oleh PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) bersama PT Metalindo Teknik Utama (MTU). Menjadi bukti pentingnya kolaborasi kuat antara APM dan karoseri nasional dalam menghadirkan kendaraan niaga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Karena sebelum dibangun sebuah dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, maupun kendaraan operasional khusus lainnya terdapat proses teknis yang melibatkan integrasi antara sasis dan bodi kendaraan agar mampu bekerja secara optimal sesuai kebutuhan konsumen.
Untuk mendukung proses tersebut, tim Body Builder Advisor (BBA) DCVI secara khusus mendampingi pembangunan kendaraan bersama karoseri, mulai dari tahap perencanaan hingga kendaraan siap digunakan di lapangan.
Menurut Corporate Communication & Public Relations DCV, Ferdiansyah, dalam keterangan resminya, pendampingan ini bertujuan untuk memastikan integrasi antara sasis dan bodi dapat berjalan baik sesuai standar teknis Mercedes-Benz truck.
Hal itu ditegaskan lagi oleh Truck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan keterlibatan BBA dimulai sejak tahap awal pengembangan kendaraan.
Karena setiap aplikasi kendaraan niaga butuh pendekatan yang berbeda, mulai dari konfigurasi sasis, distribusi beban, hingga desain bodi yang disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan.
Tujuannya untuk memastikan kendaraan yang dibangun telah memenuhi standar keselamatan, kualitas, dan performa truk Mercedes-Benz, sekaligus mampu menjawab kebutuhan operasional konsumen yang semakin beragam.
Baca juga: Mercedes-Benz Luncurkan Truk Baru Seri Axor 1626 C
Baca juga: Warisan Mesin Horizontal Truk Pertama Mercedes-Benz
Pihak MTU sendiri termasuk pihak yang terdepan secara nasional dalam pengembangan solusi kendaraan niaga untuk aplikasi on-road maupun off-road.
Portofolionya mencakup pengembangan dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, lube truck, lowbed trailer, box truck, hingga berbagai kendaraan khusus lainnya.
Eksistensi MTU juga didukung fasilitas produksi seluas empat hektar di kawasan Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi hingga 1.500 unit per tahun.
Direktur PT Metalindo Teknik Utama, Syarifuddin Tangka, dalam kesempatan yang mengutarakan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini semakin spesifik dan membutuhkan solusi kendaraan yang semakin andal.
Sejurus kemudian disampaikan juga oleh Syafruddin, saat ini pelanggan tidak hanya mencari kendaraan yang kuat. Ketersediaan solusi bagi kebutuhan operasional mereka menjadi faktor yang krusial juga yang perlu diperhatikan pihak karoseri.
Dipungkaskan oleh Syafruddin, kolaborasi teknis dengan DCVI menjadi sangat penting. Dukungan yang diberikan melalui tim BBA membantu memastikan kendaraan yang kami bangun dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mempertahankan standar kualitas, keselamatan, dan performa yang dibutuhkan. (EW)
