OTODRIVER – Persaingan di segmen kendaraan niaga kini tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga layanan purnajual yang mampu menjaga operasional armada pelanggan tetap berjalan.
Untuk itu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menghadirkan ekosistem Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Layanan terbaru ini mengubah pendekatan purnajual Mitsubishi Fuso dari pemeliharaan yang bersifat reaktif menjadi pencegahan proaktif.
Melalui integrasi dengan Runner Telematics, kondisi kendaraan dapat dipantau secara real-time sehingga potensi gangguan bisa terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang menyebabkan armada berhenti beroperasi.
KTB juga menempatkan dedicated on-site Advisor di lokasi operasional pelanggan fleet untuk memberikan pendampingan teknis secara langsung. Sementara itu, perluasan Warehouse Hub di sejumlah kawasan industri ditujukan untuk mempercepat distribusi suku cadang.
Mitsubishi Fuso turut melengkapi layanannya dengan sistem Geofence Clock In & Clock Out yang memungkinkan pelanggan memantau durasi pengerjaan servis secara lebih transparan.
Ekosistem tersebut didukung jaringan purnajual Mitsubishi Fuso yang terdiri dari 19 Bengkel Siaga 24 Jam, 135 unit Mobile Workshop Service (MWS), serta 22 Parts Depo yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan bahwa Zero Down Time kini menjadi standar baru layanan purnajual perusahaan.
"Zero Down Time bukan sekadar slogan layanan purnajual, melainkan standar baru kepastian operasional yang kami berikan kepada konsumen. Dengan dukungan jaringan layanan terluas, tenaga ahli di lapangan, dan pemantauan telematika yang makin pintar, Mitsubishi Fuso siap terus menjadi Andalan Bisnis Sejati di era transformasi digital industri kendaraan niaga," ujar Aji.
Pada 2026, Mitsubishi Fuso juga meresmikan dua FUSO Service Center yang berlokasi di dekat area pertambangan dan perkebunan.
Kehadiran fasilitas servis khusus tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kendaraan tanpa harus membawa unit keluar dari lokasi operasional, sehingga downtime armada dapat ditekan seminimal mungkin. (IP)
