Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.
Bus
Rabu, 16 April 2025 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Tabrak dari belakang masih jadi penyebab 'favorit' di jalan tol Indonesia. (Foto: Om Pai-dashcam_owners_Indonesia)


BUS-TRUCK – Selama periode mudik dan arus balik liburan Lebaran yang lalu, sebenarnya tingkat kecelakaan di jalan arteri maupun tol menurun.

Data Integrated Road Safety Management System Korlantas Polri, seperti dikutip dari Antara (12/4), menunjukkan jumlah kejadian ada penurunan 34,31 persen atau 4.640 kasus. Tahun lalu di masa yang sama telah terjadi 7.064 kecelakaan.

Namun begitu, kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan umum masih terjadi dengan tingkat kerusakan tinggi. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu (8/4), di mana sebuah mikrobus yang pindah jalur mendadak, ditabrak sebuah big bus dari belakang. 

BACA JUGA

Unggahan tersebut kami saksikan di saluran X dengan nama akun Om Paid dan dascam_owners_indonesia (11/4). Adapun kecelakaan terjadi di ruas tol Cipali Km. 144, sekitar pukul 05.51 WIB. 

Seperti terlihat di unggahan tersebut, pengemudi mikrobus berusaha menghindari truk yang berada di lajur paling kiri. Namun karena tidak memperhatikan ada bus yang juga sedang melaju di lajur kedua, maka benturan keduanya tak bisa dihindari, 

CEO Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Ir. Bintarto Agung, memberikan hasil pengamatannya, (14/4). 

“Menurut saya driver dari bus ringan dalam keadaan lelah dan kaget melihat truk di depan mendekat dengan cepat. Sehingga langsung bermanuver menghindar tanpa melihat situasi lalu lintas di sekitar. Demikian juga pengemudi bus tidak menerapkan dasar berkendara yang aman (Defensive Driving), kurang antisipasi, kurang fokus, kurang waspada (secara terus menerus),” jabar Bintarto.

Pria yang menggawangi IDDC sejak tahun 1987 itu secara khusus menyebutkan pramudi mikrobus dalam kondisi gagal mempersepsikan kecepatan kendaraan di depannya. 

Pengemudi bus sempat memberi kode lampu utama ke pengemudi mikrobus namun kecepatan dua kendaraan masih tinggi (Foto : Om Pai-dashcam_owners_Indonesia)

Baca juga:Mengawali 2025: Laka Bus Rem Blong Minta Nyawa Lagi

Baca lagi:PO SAN: Mengemudi Bus Seharusnya Ada Sertifikasinya

Sejurus kemudian ia menekankan bahwa soal fokus dan konsentrasi dalam berkendara, saah satunya akan menciptakan cukup waktu untuk membuat keputusan yang tepat dalam bermanuver sekaligus antisipatif jika ada potensi halangan di hadapan pramudi. “Melakukan perlambatan, mengerem atau bermanuver,” seperti dicontohkan Bintarto lagi. 

Hal tersebut serupa dengan pemikiran dari Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).  

“Yang paling relevan adalah mengeluarkan jurus defensive driving, hanya saja banyak pengemudi yang enggak sadar karena umumnya cara berkendaranya seperti berpacu dengan waktu alias buru-buru,” heran Sony sambil menyebutka bahwa hal itu membuat mereka juga sebenarya tidak waspada dengan risiko sebuah bahaya.

Dingatkan lagi oleh Sony, bahwa salah satu hal kuncian berkendara aman adalah mengemudi dengan memperhatikan jaga jarak aman. 

“Karena dengan jarak yang benar, rentang laju saat mendekat sekitar 4 detik, maka pengemudi memiliki banyak ruang untuk mampu bereaksi, menyadari kemampuan rem kendaraannya dan memahami situasi dan kondisi lalu lintas,” pungkasnya. 

Soal kompetensi pengemudi kendaraan umum masih jadi masalah di Indonesia. (Foto: Antara)


Tags Terkait :
Bus Kecelakaan Cipali Safetydriving Defensivedriving
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (2)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Berita
Driver Bus Harus Hafal Setiap Karakter Jalan

Sudah harus menjadi kemampuan dasar

2 tahun yang lalu


Berita
Lagi, Driver Bus AKAP Kurang Waspada Di Tol Cipali

Nyawa 12 penumpang melayang

2 tahun yang lalu


Berita
Pramudi Bus AKDP Dalam Laka Fatal Di Kediri Jadi Tersangka

Ada tren kecelakaan fatal di jalan raya meningkat

1 tahun yang lalu


Berita
Lagi-Lagi Sopir Bus Ceroboh, Nyawa Penumpang Melayang

Kejadian masih di seputaran tol Trans Jawa

2 tahun yang lalu


Berita
Pengusaha Logistik Dan Dishub Harus Lebih Berperan Aktif Mencegah Kecelakaan

Banyak kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan Non-Golongan I, dipicu oleh truk yang mengalami rem blong yang menandakan kendaraan yang dioperasikan tidak layak jalan.

6 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

9 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

3 hari yang lalu