FIRST DRIVE: BMW X1 sDrive 18i 2016

FIRST DRIVE: BMW X1 sDrive 18i 2016

Seminggu setelah resmi diluncurkan, kami dapat kesempatan merasakan mengemudi BMW X1 edisi terbaru. Memang masih dalam jarak pendek. Setidaknya cukup untuk mendapatkan impresi pertama SUV yang dibuat CKD di Indonesia ini.

BMW lebih suka menyebut jenis mobil ini dengan istilah Sport Activity Vehicle, dan disingkat SAV. Kata Activity di tengah itu ternyata memang pas untuk All New X1 ini yang cocok untuk karakter pengemudi yang kegiatannya kesehariannya dinamis.

Bisa dilihat dari tampilan luarnya yang memancarkan aura young and cool. Walau desainnya tetap cocok untuk anda yang kesehariannya lebih sering pakai jas dan dasi. Tersedia warna putih, hitam, biru, dan abu-abu bagi calon pemiliknya. 

Kebetulan unit tes yang kami pakai adalah tipe sDrive 18i dengan kelir biru "dongker", walau sekilas mirip warna mobil dinas pejabat TNI AU tapi unsur metalic-nya menjadikannya terihat berkelas.

 

 

Desainnya secara keseluruhan berubah total dibanding X1 generasi terdahulu. Ia terlihat seperti X3. Tapi bila Anda melihatnya langsung, maka Anda akan melihatnya seperti miniatur X3. Ukurannya yang kompak jelas terlihat.

Meski begitu akomodasi di dalam tergolong sangat lega dan jauh meningkat dari sebelumnya. Apalagi di bagasi, X1 tak memiliki ban serep karena menggunakan ban RFT, praktis daya angkut barang makin besar. Ban RFT yang terkenal cukup mahal ini juga dilindungi asuransi selama 3 tahun. Anda bisa meminta penggantian semisal rusak karena kecelakaan atau benturan keras di jalan. 

Bila kapasitas bagasi kurang memadai, Anda bisa melipat bangku baris kedua dari bagasi. Terdapat tombol elektrik yang jika ditekan maka bangku akan langsung melipat rata.

Sebelum duduk di balik kemudi, OtoDriver mencoba di bangku baris kedua. Bukan cuma kulit joknya yang membuat terkesan, tapi ada pilihan setelan maju mundur bangku. Penumpang bisa memajumundurkan jok nya sejauh 15 cm dengan menarik tuas di bagian samping bawah. Ini berguna bila ingin membawa barang lebih banyak di bagasi.

 

Bangku belakang dapat maju mundur, fitur ini tidak ada di X1 terdahulu

 

Di tipe termahal ini, penumpang juga dimanjakan dengan panoramic roof yang membuat aura mahal serta lega muncul. Dari segi keamanan, kantung udara juga tersedia di bangku baris belakang ini. Belum lagi dudukan child seat standar ISOFIX yang disediakan.

Untuk nuansa interior tak ada yang mengganjal, semuanya tampak nyaman dan mewah khas BMW. Puas dengan kenyamanan kabin belakang, maka kami langsung pindah ke depan untuk merasakan sensasi mengemudinya.

Area tes yang berada di wilayah Epicentrum, Jakarta Selatan sebenarnya tak cukup memuaskan untuk memerah tenaga maksimal SUV ini. Jalanan di area ini yang tersusun dari conblock punya kontur cenderung tak rata justru menjadi sedikit ujian untuk suspensi X1 terbaru.

Kedua jok di depan desainnya sekilas mirip yang ada di sedan berperforma tinggi. Saat badan bersandar, ternyata memang benar-benar nyaman memeluk punggung. Semoga saja bagi pengemudi berpostur tambun juga tak ada masalah mengenai bangku kekecilan.

 

 

Tombol Engine Start pun ditekan dan dan suara mesin bensin halus terasa. Tidak ada kesan kalau ini mobil 3 silinder. Getarannya juga tak terasa, berbeda dengan di MINI Cooper yang memakai mesin sama. 

Oke tak sabar, tuas persneling diposisikan pada D dan perlahan X1 melaju. Oh ya, transmisi 6-speed ini diambil juga dari MINI, sehingga tuasnya belum memakai model joystick seperti kebanyakan BMW lainnya.

BMW menyediakan tiga mode berkendara pada X1 2016 ini, yakni ada Sport, Eco Pro, dan Comfort. Ketiganya bisa dipilih dengan menekan tombol di samping tuas transmisi. Pada awal-awal melaju, kami coba langsung posisikan pada mode Sport.

 

 

Mencoba tekan pedal gas secara spontan, ternyata tarikannya cukup responsif. Tenaga awal pun mengesankan, tak berlebihan jika kami samakan seperti karakter sedan. Cepat dan lincah. Ia memang memiliki tenaga 14 dk lebih rendah dibanding mesin bensin non-turbo di generasi sebelumnya, tapi torsinya membesar 20 Nm. Apalagi torsi maksimal itu sudah bisa didapat sejak 1.250 rpm.

Tapi ada satu yang bisa mengganggu Anda. Ketika putaran mesin berada di atas 4.000 rpm, mulailah dengungan khas 3 silinder terdengar. Tidak merdu untuk didengar, tapi dalam sisi penyaluran tenaga tak ada masalah sama sekali. Ia tetap terasa halus dan responsif.

Saat dikendarai normal, Anda juga tak bisa merasakan kalau mobil ini sekarang berpenggerak depan. Ia tetap terasa lincah dan mengasyikkan saat bermanuver. Wajar, karena MINI yang jadi basisnya juga merupakan salah satu mobil penggerak depan paling menggugah dikemudikan.

Lantas kami pun pindah ke mode Eco Pro, disebut pihak BMW punya karakter yang mengejar efisiensi bahan bakar. Powernya pun terasa tak begitu "nendang", cocok untuk berkendara di dalam kota yang lebih sering menggunakan kecepatan pelan.

Berkendara di mode ini, BMW mengklaim X1 bisa menghasilkan kehematan hingga 18 km/l. Itu berdasarkan hasil tes mereka di Eropa.

Karakter suspensinya sendiri cukup menyenangkan. Ia cenderung lembut untuk ukuran SUV, dan tak jadi melemah saat diisi 4 orang.

Satu yang kurang kami suka adalah feedback dari setir. Karena menggunakan power steering elektrik, setir mobil ini kehilangan rasa dari jalan. Tak banyak umpan balik yang Anda rasakan di setir ketika berkendara, serasa terisolasi. Bagi kebanyakan orang ini menambah kenyamanan di tangan, tapi bagi pengemudi antusias akan merasakan hal yang kurang. Tapi itu tidak signifikan.

 

 

Yang jelas X1 ini tetap menyenangkan dikendarai dengan penyaluran tenaga halus, pengendalian presisi serta bantingan suspensi cukup nyaman. Pecinta akselerasi mungkin tak begitu puas karena output mesin ini memang lebih kecil dari X1 bermesin 2.000 cc bensin atau turbo diesel yang digantikannya. Apalagi saat ini baru tersedia 1 opsi mesin.

Tapi harganya memang menyenangkan, tipe termurah dihargai Rp 619 juta off the road yang artinya lebih murah dari sebelumnya, Sedangkan tipe termewah xLine seperti mobil tes kami kali ini dihargai Rp 659 juta off the road. Tak jauh beda dibanding Mercedes-Benz GLA 200 dan Audi Q3 1.4 TFSI yang menjadi pesaingnya.

Apalagi ia juga tidak pelit fitur. Dalam kondisi standar Anda sudah mendapatkan atap panoramik, navigasi satelit Indonesia, sistem idle stop, bagasi elektrik serta smart keyless entry. Kami juga sangat menyukai pemilihan corak panel kayu di pintu dan dasbornya.

 

KESIMPULAN

Mobil ini solid dalam kualitas dan tetap asyik dikendarai. Anda tak perlu khawatir akan penggerak depannya karena ia tetap terasa seperti BMW. Karakter suara mesin mungkin bisa mengganggu, untungnya baru muncul di putaran tinggi. Akomodasi makin lega dan harga kompetitif membuat X1 sangat layak dipertimbangkan kalau Anda mencari SUV premium di rentang harga itu.

 

KELEBIHAN:

  • Mesin tanpa getaran 
  • Nyaman
  • Akomodasi dan kepraktisan baik
  • Pengendalian
  • Fitur lengkap

 

KEKURANGAN

  • Tenaga mengecil dibanding sebelumnya
  • Dengungan 3 silinder di putaran atas
  • Feedback setir minim

 

SPESIFIKASI:

BMW All New X1 sDrive 18i 

Harga:  Rp 619 juta (off the road) 

Kapasitas Mesin: 1.500 cc 3 silinder, TwinPower Turbo

Tenaga maksimum: 136 dk @ 4.400 rpm

Torsi maksimum: 220 Nm @ 1.250 rpm

0-100 km/jam: 9,7 detik (klaim)

Transmisi: Otomatik 6-Speed

Penggerak: Front Wheel Drive

 

FOTO TAMBAHAN: 

 

 

 

 

 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com