Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.
Bus
Minggu, 5 Juli 2026 11:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Awak bus belum pernah menangani kendala penyumbatan sistem pasokan bahan bakar akibat cairan padat (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Salah satu segmen yang akan banyak mengonsumsi solar baru dengan kode B50 adalah angkutan umum barang maupun penumpang. 

Namun akhir-akhir ini segmen angkutan umum sedang menghadapi masalah pelik yaitu tidak konsistennya ketersediaan solar di lapangan yang menyulitkan armada angkutan beroperasi secara normal. 

Sebagaimana disampaikan pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda), yang menyatakan segera melakukan penyesuaian penerapan biodiesel B50 pada armada angkutan umum di bawah naungan organisasi tersebut sekaligus mendorong pemerintah memastikan ketersediaan solar agar operasional transportasi nasional tetap berjalan lancar. 

BACA JUGA

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Adrianto Djokosoetono pekan ini (2/7/2026) mengatakan penerapan B50 bukan lagi persoalan siap atau tidak siap, melainkan bagaimana pelaku usaha mampu beradaptasi melalui berbagai penyesuaian operasional.

Pria yang juga orang nomor satu di Blue Bird Group itu menjelaskan lagi kalau secara teknis armada angkutan yang saat ini beroperasi memang belum dirancang secara khusus untuk menggunakan bahan bakar biodiesel B50 sehingga diperlukan proses penyesuaian secara bertahap di lapangan.

Meski terus beradaptasi terhadap kebijakan energi nasional, Organda menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan solar tersedia secara merata di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar layanan angkutan kepada masyarakat tidak terganggu. 

Soal ketersediaan BBM menurutnya lebih penting dibandingkan harga, lebih penting dibandingkan B50 atau yang lebih tinggi lagi nanti," tegasnya.

Adrianto, seperti dikutip dari Antara, mengatakan kepastian distribusi solar menjadi faktor yang paling menentukan kelancaran operasional angkutan dibandingkan persoalan harga maupun peningkatan campuran biodiesel.

Pihak Organda sendiri menurutnya sudah secara konsisten menyampaikan kepada pemerintah dalam berbagai forum bahwa jaminan ketersediaan solar di seluruh daerah merupakan kebutuhan utama untuk menjaga kesinambungan layanan transportasi.

Menurutnya, kendala pasokan solar masih ditemukan di berbagai wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali, hingga sejumlah daerah lainnya.

Karena itu, Organda berharap implementasi B50 dapat berjalan beriringan dengan penguatan distribusi bahan bakar agar pelayanan transportasi kepada masyarakat tetap optimal. 

Mesin kendaraan umum di Indonesia sudah berstandar Euro 4 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Organda: Transportasi Umum Indonesia Darurat BBM 

Baca juga: Kemenhub: Usia Pakai Bus Pariwisata Maksimal 15 Tahun

Butuh penyesuaian teknis dari sisi armada maupun awak kendaraan 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, mengatakan penerapan biodiesel B50 memang memerlukan sejumlah penyesuaian dari sisi teknis karena belum sepenuhnya sesuai dengan standar Euro 4 yang rata-rata digunakan anggota Organda. 

Kurnia yang juga Direktur di PO SAN itu menjabarkan lebih lanjut, kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam biodiesel di berbagai negara umumnya berada di kisaran 12,5 persen, sedangkan Indonesia menerapkan campuran hingga 50 persen melalui program B50.

Oleh karena itu, Kurnia yang akrab dipanggil Sani itu menjabarkan lagi bahwa penggunaan B50 berpotensi menimbulkan tantangan teknis pada kendaraan yang menggunakan teknologi exhaust gas recirculation (EGR) maupun AdBlue, termasuk penumpukan sludge dan penyumbatan sistem silencer kendaraan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat pelaku usaha harus melakukan penyesuaian pola operasional, termasuk memperpendek masa pakai filter solar sehingga biaya perawatan armada meningkat.

Sani mengatakan Organda telah menyampaikan berbagai masukan terkait tantangan teknis tersebut kepada pemerintah sejak penerapan B20, B30, B40 hingga pemberlakuan mandatori B50 yang dimulai pada 1 Juli.

Ditemui langsung di ajang Busworld beberapa waktu lalu (20/5), ia juga lebih menitik beratkan perhatian perihal baku mutu B50 saat sudah di SPBU, terutama di musim pancaroba seperti yang sedang terjadi saat ini. 

Kondisi seperti itu menurutnya punya potensi kondensasi yang hasilnya berupa penggumpalan materi nabati yang tidak bisa dipadukan lagi di dalam dispenser milik SPBU. 

Jika mesin dan tangki yang sudah kemasukan B50 dengan standar mutu yang sudah ditetapkan bisa membuat mesin terganggu performanya akibat munculnya sumbatan cairan padat tersebut. 

Terlebih, kesiapan kru armada yang akan berupaya mengatasi kendala di tengah perjalanan akibat tersumbatnya saluran bahan di bus maupun truk juga butuh perhatian tersendiri. 

Karena berdasarkan pengamatannya juga, pengalaman saat menghadapi dampak pemakaian solar busuk boleh jadi sudah tak perlu diragukan bagi awak kendaraan seperti bus ataupun truk karena mereka sudah lazim membawa filter solar cadangan.  

Namun untuk membuat solusi darurat atas penyumbatan akibat cairan padat dari solar B50 masih perlu waktu lagi dalam pembekalan soal penanganan masalah bagi awak armada. 

Disebutkan juga oleh petinggi PO SAN Transport itu bahwa sebenarnya sudah ada alat berjenis katalisator yang akan bisa menyerap kandungan air berlebih dengan harga Rp10-15 juta per unitnya. 

Akan tetapi potensi kegunaan alat inipun juga belum bisa dipastikan lagi mengingat banyak perbedaan fisik yang signifikan antara biosolar saat yang berkode B40 dengan jenis baru yang berkode B50. (EW) 

Kelangkaan solar bagi kendaraan umum bukan masalah sederhana, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat (Foto : IDN Times)


Tags Terkait :
Organda B50
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Bus
Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.

1 jam yang lalu


Bus
Organda: Transportasi Umum Indonesia Darurat BBM

Terkendala soal barcode sampai tersendatnya pasokan solar menjadi masalah yang tak terpecahkan hingga sekarang.

1 hari yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu


Bus
Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu Diwaspadai

Potensi kondensasi di kondisi cuaca pancaroba sangat dikhawatirkan.

1 minggu yang lalu


Terkini

Bus
Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.

1 jam yang lalu


Van
Tarif Mikrotrans Diusulkan Rp2.000 dan Transjakarta Rp5.000

Selain untuk menekan subsidi juga sebagai cara menutup celah manipulasi data penumpang.

1 hari yang lalu


Pikap
Gran Max Penopang Penjualan Daihatsu Semester Pertama

Konsisten di segmen pembeli pertama mobil masih menjadi andalan Daihatsu mendulang keuntungan di Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Truk Trailer Tesla Tabrakan Tak Jauh Dari Gigafactory, Dua Meninggal Dunia

Kecelakaan fatal Tesla Semi terjadi di Nevada dekat Gigafactory dan menewaskan dua orang. Truk diduga ditabrakkan oleh pengemudi yang tertidur serta masih dalam penyelidikan polisi.

1 hari yang lalu

Bus
Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada

Tapi biaya pengadaan kendaraan komersial tenaga listrik di Indonesia masih sangat tinggi

1 hari yang lalu