Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Bus
Sabtu, 6 Juni 2026 06:10 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Awak bus dan truk belum terlatih atas potensi tersumbatnya saluran bahan bakar akbat pemakaian B50 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK - Dari laman International Energy Agency (IEA) terungkap bahwa bahan bakar alternatif terbarukan diprediksi meningkat kebutuhannya. Tren ini mencapai 50 persen dari kebutuhan bakar bakar di dunia sampai tahun 2030. 

Wilayah yang membutuhkan terbanyak atas bahan bakar non fosil itu adalah Eropa dan Tiongkok dengan porsi 45 persen. 

Sementara itu, area kedua terbesar yang juga butuh pasokan bahan bakar non fosil adalah Brazil, Malaysia, Indonesia, dan India. Porsinya 35 persen. 

BACA JUGA

Di periode yang sama juga ada prediksi bahwa wilayah seperti Brazil, Indonesia, India, kawasan Eropa, dan Kanada akan mengalami lonjakan permintaan biofuel. Masing-masing diperkirakan ada lonjakan; 40 persen, 20 persen, 15 persen, 10 persen, dan 7 persen.  

Sektor transportasi akan mendominasi lonjakan kebutuhan itu seiring dengan tren peningkatan harga BBM solar konvensional. 

Kondisi itu sudah diisyaratkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu yang lalu (19/4). Seperti dikutip dari Antara, Andi menyebutkan bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit.

Keterangan yang diungkapkan di Surabaya itu menurutnya jadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif.

Ditambahkannya, bahan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya. 

Keduanya, masih menurut Andi, akan menjadi bahan energi masa depan nasional yang juga akan menekan potensi ketergantungan Indonesia akan pasokan bahan bakar dari impor yang rentang fluktuasi harga. 

Masih ada anggapan kalau uji coba B50 untuk jarak 50 ribu kilometer masih terlalu pendek untuk ukuran kendaraan komersial. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu Diwaspadai 

Baca juga: Gantikan B35, Biosolar B40 Mulai Dipasarkan Per 1 Januari 2025

Peduli soal potensi biaya tambahan untuk atasi dampak pemakaian solar B50 

Ditemui di sela ajang GIICOMVEC 2026 beberapa waktu lalu (11/4), Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, menjelaskan bahwa percepatan penerapan bahan bakar B50 merupakan dampak dari berbagai masalah akibat konflik di kawasan Timur Tengah. 

Percepatan itu menurut Aji masih dalam kajian pihaknya juga menyertakan satu unit Mitsubishi Fuso Fighter X dalam uji jalan 50 ribu kilometer yang dilakukan pihak Kementerian ESDM selama periode Desember 2025 hingga Mei 2026. 

Dalam kesempatan yang sama, Aji masih belum bisa menerangkan perihal hasil pengujian tersebut. Pun juga soal kemungkinan adanya penyesuaian teknis atas dapur pacu yang mengonsumsi solar B50 dimana pihak KTB masih butuh pemeriksaan internal lanjutan. 

Di lain pihak, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, seperti dikutip juga dari Antara (21/4) menerangkan data sementara yang menunjukan soal tes kandungan air, angkanya 208,81 ppm yang masih di bawah toleransi 300 ppm sebagai kadar air maksimal. Pada B40 toleransinya 320 ppm. 

Soal potensi monogliserida atau pengendapan serta stabilitas oksidasi formula B50 juga memenuhi batas yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi Cair.

Ditemui langsung di ajang Busworld 2026 beberapa waktu lalu (20/5), Sekjen Organda, Kurnia Lesani Adnan, tak menyangkal bahwa B50 layak untuk dijadikan bahan bakar untuk kendaraan komersial. 

Mewakili para operator bus, ia lebih menyoroti penyimpanan solar B50 saat sudah di SPBU, terutama di musim pancaroba. Kondisi seperti itu menurutnya punya potensi kondensasi yang hasilnya berupa penggumpalan materi nabati yang tidak bisa dipadukan lagi di dalam dispenser milik SPBU. 

Tambahan peralatan atasi jelly akibat B50 berpeluang dibebankan pada harga tiket untuk penumpang (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Menurut petinggi dari SAN Transport itu jika kondisi tersebut tak tertangani maksimal akan bisa membuat solar B50 mengandung gumpalan cair yang bikin mesin terganggu. Belum lagi, kesiapan awak armada yang akan berupaya mengatasi kendala di tengah perjalanan akibat tersumbatnya saluran bahan di bus maupun truk. 

Solusi darurat atas penyumbatan akibat cairan padat B50, menurut pria yang akrab dipanggil Sani itu, masih perlu waktu lagi. Belum lagi kemungkinan soal pemakaian peranti katalisator khusus yang mereduksi dampak langsung dari pemakaian solar B50 yang label harganya mahal.

Sementara itu, salah satu pendiri Sinar Jaya, Rasidin Karyana, yang juga ditemui pada ajang Busworld 2026 (22/5) memungkaskan bahwa sebagai operator pihaknya lebih mencermati soal ada atau tidaknya potensi tambahan biaya yang akan dibebankan pada tiket bagi calon penumpang. (EW)


Tags Terkait :
Solar B50
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Solar B50 Mulai Disosialisasikan Luas, Pelaku Usaha Soroti Ketersediaan dan Mutu BBM

Sosialisasi B50 biodiesel dan ketersediaan BBM dibahas dalam talkshow GIIAS 2026, dengan pelaku usaha menekankan distribusi dan kualitas bahan bakar.

5 hari yang lalu


Truk
Pihak ESDM Meyakinkan B50 Aman Buat Mesin Diesel

Sudah melewati berbagai pengujian di mesin diesel multi sektor.

4 minggu yang lalu


Truk
Biosolar B50 Resmi Diluncurkan, Sudah Tersedia di SPBU

Selain untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar juga untuk mengurangi efek emisi rumah kaca.

1 bulan yang lalu


Bus
Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.

1 bulan yang lalu

Berita
Solar B50 Sudah Masuk SPBU, Harga Rp6.800 Per Liter

Pembelian tetap pakai barcode karena masuk kategori bahan bakar bersubsidi.

1 bulan yang lalu


Tips
Ini Kata Pakar Soal Pemakaian B50 Yang Patut Diperhatikan

Harus lebih peduli terhadap kondisi mesin.

1 bulan yang lalu


Berita
Pasar Mobil Diesel Baru Lesu, Tapi Toyota Masih Bisa Melaju

Durabilitas dan efisiensi operasional masih jadi faktor unggulan.

1 bulan yang lalu


Tips
Pelumas Di Mesin Diesel Punya Tugas Utama Menyerap Jelaga

Mesin butuh perawatan ekstra jika mengonsumsi bahan bakar B50

1 bulan yang lalu


Terkini

Van
Peugeot Partner Sudah Berusia Edar 30 Tahun, Sempat Mengaspal di Indonesia

Model yang kini dipasarkan adalah generasi ketiga.

15 jam yang lalu

Bus
Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik Sampai 2030

Penghematan anggaran untuk pembelian BBM juga bisa dikurangi secara signifikan.

1 hari yang lalu

Truk
IEE Series 2026: Hadir Lagi Barisan Kendaraan Berat Berteknologi Mutakhir

Sebuah pengalaman unik menyimak dari dekat kendaraan yang tak lazim ditemui di area Mining Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Hino 500 FM 280 JD 6x4 Fire Truck, Sasis Tangguh untuk Kendaraan Pemadam Kebakaran

Bukti sasis truk Hino bisa fleksibel untuk dibangunkan bodi yang beragam sesuai kebutuhan

1 hari yang lalu


Van
Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar

1 hari yang lalu