Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mobil Masih Dipakai Tapi Nilainya Turun, Salah Timing Jual Bisa Rugi Puluhan Juta

Mobil masih dipakai tapi nilainya diam-diam turun. Salah timing jual mobil operasional bisa membuat perusahaan rugi hingga puluhan juta rupiah per unit.
Berita
Selasa, 2 Juni 2026 22:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar
Inspeksi mobil bukan sekadar mengetahui kondisi kendaraan. (Foto :Garasi.id)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Mobil masih nyaman dipakai setiap hari, namun tanpa disadari nilainya terus mengalami penurunan. 

Kondisi ini merupakan hal yang wajar dalam dunia otomotif, tetapi ada sejumlah faktor yang membuat harga jual kendaraan turun lebih cepat dari seharusnya.

Dalam pengelolaan armada kendaraan, banyak perusahaan masih beranggapan bahwa mobil baru dijual ketika biaya perawatan sudah tinggi atau kendaraan mulai sering bermasalah. 

Padahal, keputusan menunda penjualan justru berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar akibat depresiasi atau penyusutan nilai aset.

BACA JUGA

Timing Jual Mobil Bisa Pengaruhi Nilai Aset

Sebagai gambaran, sebuah kendaraan operasional yang dibeli perusahaan seharga Rp250 juta memiliki pola penurunan nilai yang cukup signifikan seiring waktu.

Jika mobil dijual pada tahun keempat pemakaian, nilai pasarnya masih berada di kisaran Rp140 juta hingga Rp150 juta. Pada usia tersebut, kondisi kendaraan umumnya masih relatif sehat, risiko perbaikan besar belum terlalu tinggi, dan mobil masih cukup menarik baik bagi showroom maupun pembeli individu.

Namun situasinya berubah ketika kendaraan baru dilepas pada tahun keenam atau ketujuh. Nilai pasar mobil dapat turun menjadi Rp90 juta hingga Rp110 juta. Selain kilometer yang sudah tinggi, risiko kerusakan besar mulai meningkat sehingga showroom maupun calon pembeli menjadi lebih agresif dalam menekan harga.

Jual ke Showroom Memang Praktis, Tapi Harga Bisa Tertekan

Saat memutuskan melepas kendaraan operasional, perusahaan biasanya dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni menjual ke showroom atau langsung ke pengguna akhir atau end user.

Jalur showroom menjadi opsi paling umum karena menawarkan proses yang lebih praktis. Namun, showroom membeli kendaraan untuk dijual kembali sehingga mereka harus memperhitungkan margin keuntungan, biaya refurbish atau perbaikan ringan, biaya penyimpanan unit, hingga risiko apabila kendaraan sulit terjual. Akibatnya, harga beli showroom hampir selalu berada di bawah market value kendaraan.

Jual ke End User Berpotensi Lebih Tinggi, Tapi Perlu Data Transparan

Karena alasan tersebut, sebagian perusahaan memilih menjual kendaraan langsung ke end user demi memperoleh harga yang lebih optimal. Tanpa perantara dealer, harga jual memang berpotensi lebih tinggi. Namun tantangan dalam prosesnya juga jauh lebih kompleks.

Calon pembeli individu biasanya lebih detail dan kritis terhadap kondisi kendaraan. Mereka ingin mengetahui apakah mobil pernah mengalami tabrakan, memiliki riwayat banjir, kondisi mesin, adanya rembesan oli, hingga kelengkapan riwayat servis. Sayangnya, tidak semua perusahaan memiliki data kondisi kendaraan yang terdokumentasi secara lengkap.

Inspeksi Mobil Dinilai Bisa Menjaga Nilai Jual

CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengatakan banyak perusahaan sebenarnya tidak merugi karena kondisi mobil yang buruk, melainkan karena tidak memiliki data profesional yang bisa membuktikan kondisi kendaraan.

“Banyak perusahaan sebenarnya tidak rugi karena mobilnya jelek, tapi karena tidak punya data yang bisa membuktikan kondisi kendaraan secara profesional. Akhirnya harga ditekan terus saat negosiasi,” ujar Ardy Alam.

Karena itu, keputusan mempertahankan atau mengganti kendaraan perlu dihitung berdasarkan waktu ketika biaya mulai tidak efisien, market value masih baik, serta saat kendaraan mulai berpotensi menjadi beban biaya.

“Banyak perusahaan baru menjual kendaraan ketika biaya sudah tinggi dan nilainya turun jauh. Padahal, dengan adanya Inspeksi Mobil Garasi.id konsumen bisa mempunyai data yang tepat, keputusan bisa diambil lebih cepat dan jauh lebih menguntungkan,” tutup Ardy.

Melalui laporan inspeksi yang transparan, proses negosiasi dapat berjalan lebih objektif dan perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mempertahankan harga jual kendaraan sebelum nilainya turun terlalu jauh. (GIN)


Tags Terkait :
Jual Mobil Mobil Bekas Nilai Jual Mobil
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

3 hari yang lalu


Berita
All New Nissan Elgrand Dirilis di Jepang, Harganya Setara Rp700 Jutaan

All New Nissan Elgrand generasi keempat resmi dirilis di Jepang dengan teknologi hybrid e-POWER dan e-4ORCE. Simak spesifikasi serta harga All New Nissan Elgrand Jepang yang dimulai dari Rp762 juta.

3 minggu yang lalu


Berita
BEV Lebih Ekonomis Dari REEV, Ini Alasannya

Alasan BEV lebih ekonomis dibanding REEV terletak pada komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya perawatan jangka panjang lebih rendah tanpa kebutuhan servis mesin bakar.

1 bulan yang lalu

Berita
Harga Seken Brand China Anjlok, OLX Katakan Depresiasinya Sekitar 20-30%

Penjualan mobil bekas asal China mengalami depresiasi yang tinggi hingga 30%, hal ini lebih parah ketimbang mobil bekas asal Jepang.

1 bulan yang lalu

Berita
Ferrari Tegaskan Tolak Kemudi Otonom

Ferrari tolak kemudi otonom penuh. CEO Benedetto Vigna menegaskan bahwa setiap mobil Ferrari akan tetap dilengkapi setir agar pemilik dapat menikmati sensasi mengemudi.

2 bulan yang lalu


Berita
Innova Reborn Terbaru Segera Hadir, Dipastikan Tidak Akan Sama Dengan Innova Crysta

Innova Reborn vs Innova Crysta Indonesia: Toyota pastikan Innova Reborn diesel tetap dijual resmi di Indonesia dan tidak akan digantikan model Crysta yang dirilis untuk pasar India.

2 bulan yang lalu


Berita
Mobil Masih Dipakai Tapi Nilainya Turun, Salah Timing Jual Bisa Rugi Puluhan Juta

Mobil masih dipakai tapi nilainya diam-diam turun. Salah timing jual mobil operasional bisa membuat perusahaan rugi hingga puluhan juta rupiah per unit.

2 bulan yang lalu

Berita
Hyundai Promise Layanan Mobkas Bersertifikasi, Menjual Ioniq Hingga Santa Fe

Hyundai Promise merupakan layanan menjual mobil bekas Hyundai yang sudah bersertifikasi.

9 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Jatah 125 Unit Full Booked, Honda Super One di Australia Ludes Sama Seperti di Indonesia

Di Indonesia kuota Honda Super One hanya 100 unit. Lantas di Australia jatahnya 125 unit. Sama seperti di Indonesia, penjualan di pasar Australia juga sudah habis dipesan konsumen.

16 menit yang lalu


Berita
Paket Cat Merdeka Penta Prima, Saatnya Bikin Kendaraan Tampil Beda

Seperti ini salah satu cara 'anak otomotif' dalam merefleksikan kemerdekaan

36 menit yang lalu


Bus
Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik Sampai 2030

Penghematan anggaran untuk pembelian BBM juga bisa dikurangi secara signifikan.

46 menit yang lalu


Berita
BYD, Tesla hingga Geely Recall Jutaan Mobil di China Gara-gara Handle Pintu Darurat

Sejumlah produsen otomotif di China melakukan recall besar-besaran terhadap kendaraan mereka.

4 jam yang lalu


Berita
Parkir Paralel, Teknik Untuk Atasi Terbatasnya Lahan Parkir

Parkir paralel menjadi salah satu teknik yang cukup akrab bagi pengemudi di Indonesia.

9 jam yang lalu