OTODRIVER - Saat ini opsi untuk menghadirkan mobil yang efisien, punya performa bagus dan ramah lingkungan sepertinya sudah menjadi suatu keharusan untuk menarik atensi pasar.
BYD punya sejarah panjang terkait dengan sistem hybrid, khususnya pada Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pabrikan yang bermarkas besar di Shenzhen, Guangdong China ini telah melangkah lebih jauh lagi di mana PHEV telah dikembangkan untuk keperluan penjelajahan segala medan atau off-road. Mereka menyebutnya sebagai Dual Mode Off-road (DMO).
Dengan kehadiran teknologi ini, BYD menjadi lebih leluasa untuk mengembangkan sayapnya bermain di segmen SUV hingga kendaraan lapangan seperti pikap. Bahkan saat ini teknologi DMO ini sudah disadur pada kendaraan dengan sasis tangga, seperti halnya Fang Ceng Bao 5 (Leopard 5 ) atau pikap BYD Shark 6 yang sudah terlebih dulu hadir di beberapa negara, salah satunya Australia.
Cara kerja DMO
Secara garis besar DMO berkerja seperti layaknya sistem PHEV pada umumnya. Mobil DMO dilengkapi dengan motor bakar dan disenergikan dengan motor listrik dan baterai yang bisa dicharge layaknya BEV.
Secara umum, produk BYD yang menggunakan sistem DMO ini dibekali dengan dua motor listrik yang masing-masing ditempatkan di depan dan belakang.
Mesin depan tak hanya berfungsi sebagai generator saja, namun juga supplement daya yang mengucurkan tenaga dan torsinya untuk membantu kinerja motor listrik di bagian depan. Dengan demikian fungsi hybridnya berwujud pararel hybrid.
Sedangkan sistem penggerak roda belakang (rear axle) pada arsitektur DMO murni digerakkan oleh motor listrik independen (dedicated rear drivetrain assembly) tanpa adanya as kopel mekanis atau hubungan fisik ke mesin depan.
Ruang antara motor listrik depan dan belakang ini dikondisikan sebagai tempat bersemayam Blade Battery BYD. Baterai tersebut diintegrasikan langsung pada struktur Cell-to-Chasis yang ada pada sasis tangga mobil tersebut.
Sehingga mobil tetap mendapatkan ground cleareance yang bagus dan juga kabin yang datar dan lapang.
Menggunakan Layout Mesin Unik
Jika melihat dari rancang bangun pada Leopard 5 atau Shark 6, Mesin bakar keduanya diletakkan secara longitudinal atau memanjang ke belakang. Sedangkan motor listrik dan girboks mekanis untuk menggerakkan roda depan disisipkan di belakangnya.
Sistem mesin longitudinal dengan pengerak depan ini pada mesin pembakaran murni sebenarnya sudah terlebih dulu diperkenalkan. Bahkan General Motors (GM) sudah merilisnya pada akhir tahun 60-an salah satunya melalui Cadilla Eldorado. Demikian juga Volkswagen yang memperkenalkannya melalui Passat pada awal 70-an.
Namun jika berbincang mengenai penggunaan layout mesin seperti ini pada kendaraan dengan elektrifikasi, maka BYD jadi pelopornya. Mereka menyebutnya sebagai EHS (electric hybrid system) Longitudinal. (SS)
