Kecelakaan Fatal Tol Cipularang di Mata Pakar Pengemudi

Kecelakaan Fatal Tol Cipularang di Mata Pakar Pengemudi

Kecelakaan hebat terjadi di Tol Cipularang km 92 Senin (02/9) kemarin. Kejadian di ruas Bandung-Jakarta ini melibatkan 21 kendaraan dan merenggut nyawa 8 orang.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, sepanjang tahun 2019 ini, sudah terjadi lima kecelakaan di sepanjang ruas km 90-100 tersebut. Tiga di antaranya menyebabkan korban meninggal.

Dari data evaluasi dan penelitian Kementrian Pekerjaan Umum, Jasa Marga dan sejumlah dinas terkait mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan jalur menurun (dari arah Bandung), berbelok dan berada di jalur potongan angin (crosswind). Kondisi jalanan menurun akan membuat mobil melaju lebih kencang karena reaksi beban masa dari mobil saat melewati daerah tersebut.

Foto: Facebook

 

Sonny Susmana Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) angkat bicara mengenai kejadian ini. “Banyak faktor yang bisa terjadi berkenaan dengan kecelakaan hebat di atas. Kondisinya bisa saja karena human error ataupun disebabkan oleh faktor kendaraan,” terang Sonny saat dihubungi.

Tanpa bermaksud mendahului hasil investigasi tentang siapa yang salah, namun dapat disimpulkan bahwa terjadinya kecelakaan tersebut terjadi karena faktor keteledoran. “Manners atau tatakrama berkendara pun belum dikedepankan dan ini yang jadi pekerjaan rumah bagi kita saat ini,” sambung pakar mengemudi tersebut.

Setidaknya Sonny memberikan beberapa hal yang menjadi catatan penting agar kejadian seperti ini tidak terulang.

1. Tidak memaksakan diri dengan mengemudi secara agresif

2. Memahami kendaraan yang digunakan baik kelebihan ataupun kekurangannya

3. Menghormati pengguna jalan lainnya

4. Berfikiran positif

5. Menjaga kecepatan  sesuai dengan yang sudah ditentukan

6. Menjaga jarak antar mobil lain

7. Fokus kosentrasi berkendara

8. Memperhatikan kondisi kendaraan

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com