Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Pilihan Aman Menurunkan Kecepatan Saat Melintas Jalan Berasap

Jalan yang terpapar asap tebal ataupun debu vulkanik merupakan medan yang berbahaya.
Tips
Rabu, 9 September 2026 13:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Jarak pandang aman serta kecepatan rendah saat kondisi jalanan yang berkabut, terpapar asap tebal atau abu vulkanik jadi pilihan bijaksana. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Dalam beberapa waktu belakangan, berkendara di sejumlah wilayah Indonesia mendapatkan tantangan baru berupa asap akibat kathutla serta paparan abu vulkanik. Keduanya butuh perhatian yang lebih serius saat berkendara, terutama soal visibiltas. 

Beberapa waktu lalu, seperti dkutip dari Trubunnews (5/9/2026), terjadi kecelakaan yang melibatkan dua bus, satu pikap, dan sebuah minibus di ruas tol Palembang-Indralaya KM 9+700, Sumatra Selatan. 

Pemicunya akibat terbatasnya jarak pandang yang hanya sekitar dua meter akibat terpaan asap kebakaran lahan di sekitar jalan tol tersebut. 

Tentu saja mengurangi kecepatan bisa jadi upaya preventif sebagai langkah awal untuk meghindari kecelakaan di jalur yang berpotensi terjadi penurunan jarak pandang. Seperti diutarakan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat dihubungi langsung pekan ini (7/9/2026). 

BACA JUGA

Meski begitu diingatkan oleh Sony, seperti ketika jalanan turun hujan lebat, pemakaian lampu hazard ketika jalanan sedang pekat oleh asap ataupun abu vulkanik cukup direspon dengan menurunkan kecepatan. 

Menyalakan fog lamp juga bukan pilihan yang mendesak, pekatnya asap ataupun debu vulkanik tidak bisa ditembus lampu. 

Langkah lanjutan yang perlu dipertimbangkan adalah segera menepi ke jalur yang aman untuk berhenti sambil mengamati situasi untuk kemudian bisa melanjutkan perjalan jika jalur di depan dirasakan aman untuk dilintasi. 

Jika berkendara di siang hari saat melintasi jalan yang terpapar asap pekat atau abu vulkanik cukup menyalakan lampu kecil. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Menyalakan lampu hazard hanya diperkenankan saat kondisi darurat dan mobil di posisi berhenti. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Jika diputuskan untuk melintasi jalur tersebut sambil menyalakan lampu kecil atau bahkan lampu besar, masih menurut Sony, juga didasari pertimbangan matang. 

Ia menyodorkan asumsi sederhana, jarak pandang aman saat melaju di kecepatan 50 km/jam setidaknya butuh jarak pandang ke arah depan yang jelas di rentang 50 meter.

Diterangkannya lagi, jika ada opsi untuk memakai lampu tambahan dengan pendar sinar berwarna kuning, bisa melapisi dengan stiker transparan warna kuning memang bisa membuat posisi kendaraan dai arah berlawanan bisa mengetahui lebih jelas akan gerak laju kendaraan yang sedang kita kemudikan. 

Namun pilihan untuk menurunkan kecepatan, bahkan tidak melakukan perjalanan saat ada terpaan abu vulkanik maupun asap tebal merupakan langah yang lebih bijaksana menurut pros yang pernah menggeluti ajang slalom itu. (EW)   


Tags Terkait :
E
Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait









Terkini

Terkini