Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ditlantas Polda Jabar: Bus ‘Laka Subang’ Pernah Terbakar April Lalu

Setelah itu dilakukan penggantian nama bus
Berita
Kamis, 30 Mei 2024 17:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mengungkapkan bus Trans Putera Fajar yang terguling di Ciater, Kabupaten Subang pernah mengalami insiden terbakar di KM 88 ruas tol Cipularang pada 27 April 2024 lalu.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas Polda) Jawa Barat, Kombes Pol Wibowo, mengatakan insiden tersebut pengusaha bus yang kini menjadi tersangka AI dan A sebagai pengelola telah memperbaiki dan mengubah nama bus tersebut agar tidak dikenali bahwa pernah terbakar.

"Yang bersangkutan A mengakui bus tersebut pernah terbakar dan mengusulkan mengganti nama," kata Wibowo di Bandung, pekan ini (30/5). Seperti dikutip dari Antara.

Wibowo lebih lanjut mengatakan nama bus sebelum alami insiden terbakar bernama Trans Maulana Jaya dan setelah kejadian kebakaran diganti menjadi PO Trans Putera Fajar. "Tujuan agar bus terbakar tidak dikenali sehingga masih bisa disewakan," katanya.

BACA JUGA

Diungkapkan pula olehnya,  tersangka A tidak mengetahui terdapat masalah teknis terhadap kendaraan bus dan tidak pernah melakukan perawatan rutin khususnya terhadap kondisi rem. "Yang bersangkutan mendapat laporan dari S (sopir) bahwa mobil dalam kondisi bermasalah. Namun, yang bersangkutan tidak memerintahkan berhenti," kata Wibowo.

Perwira menengah ini menambahkan lagi bahwa bus yang membawa pelajar asal Depok tersebut tidak laik jalan karena tidak ditemukan surat izin operasional (KIR) tidak berlaku atau kedaluwarsa.

"KIR kendaraan bus sudah tidak berlaku atau kedaluwarsa, masa berlaku KIR berlaku sampai dengan tanggal 6 Desember tahun 2023," pungkasnya.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Dithubdar, Separuh Bus Pariwisata Tidak Laik Jalan

Baca juga: Korlantas: Ramp Check Bus Pariwisata Seluruh Indonesia


Tags Terkait :
Safetydriving Defensivedriving Truk Bus Remblong Jalantol Otomotif Jalanmenurun Kecelakaan Sistemrem Pengereman
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ditlantas Polda Jabar: Bus ‘Laka Subang’ Pernah Terbakar April Lalu

Setelah itu dilakukan penggantian nama bus

1 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (3)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

1 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (2)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

1 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (1)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

1 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Penumpang Transjakarta Boleh Berbuka Di Dalam Bus Selama Ramadhan

Ada juga pembagian takjil gratis bagi penumpag yang berpuasa

10 jam yang lalu


Berita
Ford Usul Bikin Kerjasama Dengan Pabrikan China Untuk Bikin Mobil Di AS

Ford kemungkinan akan jalin kerjasama dengan pabrikan otomotif China untuk bikin mobil di AS

11 jam yang lalu


Berita
Komunitas VW ID Buzz Resmi Dideklarasikan

Komunitas pemilik Volkswagen ID. Buzz resmi terbentuk di Indonesia melalui deklarasi Volkswagen ID.

12 jam yang lalu


Berita
Land Rover Defender Trophy Edition, Nostalgia Legendaris Indonesia

Land Rover Defender Trophy Edition,merupakan sebuah tribute bagi Camel Trophy, sebuah kompetisi global yang hingga 4 kali digelar di Indonesia.

14 jam yang lalu


Berita
Nissan Gravite, Bisa Jadi Pesaing Calya Dan Sigra

Dibangun dari basis Renault Triber dengan tampilan serta fitur lebih berkelas

14 jam yang lalu