Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Bus Dan Truk Penyumbang Polutan Terbesar Di Indonesia, Beralih Ke EV Bisa Jadi Solusi?

Bus dan Truk ternyata menjadi penyumbang polusi terbesar saat ini. Ini faktanya.
Truk
Kamis, 29 Mei 2025 15:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Wilayah Jakarta bisa jadi percontohan pemakaian angkutan umum tenaga listrik (Foto: Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia khususnya kendaraan penumpang dan motor, dalam dua tahun terakhir tak bisa ditepis. 

Meskipun penjualan totalnya masih single digit dari total penjualan kendaraan bermotor nasional, namun animo pengendara di Indonesia terbilang tinggi. 

Jangan dilupakan segmen lain yang juga sudah semestinya mendapatkan perhatian, setidaknya dari pemerintah, yaitu segmen kendaraan komersial. 

BACA JUGA

Dalam sebuah seminar sehari Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2025 bertajuk “Shaping the Future of Zero-Emission Freight and Public Transport”, ternyata segemen kendaraan niaga termasuk penyumbang emisi yang besar di Indonesia. 

Seminar sehari di Jakarta, (27/5) yang merupakan gelaran WRI Indonesia, lembaga konsultan mobilitas itu mempertemukan sejumlah operator angkutan barang dan penumpang dengan pihak pengambil keputusan di sisi pemerintah. 

Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya, dalam paparan pembukannya menerangkan bahwa Indonesia telah menyumbangkan emisi 1,05 miliar CO2eq pembangkit listrik sebesar 273 juta, transportasi 156 juta, dan industri 138 juta. 

“Kontribusi emisi kendaraan berat (truk dan bus) terhadap emisi kendaraan transportasi darat mencapai 35,6 persen, walaupun jumah kendaraannya hanya 3,9 persen dari total populasi kendaraan,” ungkap Arief. 

Data tersebut diolah dari laporan Indonesia Road Transportation Emission and Calculation and Monitoring Tool yang dilansir Kemenhub dan WRI tahun 2024. 

Dalam laporan itu jumlah kendaraan bermotor nasional sebanyak 139.754.383 unit, disamping kendaraan penumpang dan motor, populasi kendaraan niaga seperti jenis bus dan truk ada 6.327.814 unit. 

APM kendaraan niaga yang menyediakan model tenaga listrik semakin banyak. (Foto: Erie W. Adji)Produsen kendaraan niaga tenaga listrik lokal seperti MAB juga sudah siap berproduksi masif. (Foto: Erie W. Adji)

Baca juga: Angkot Modern, Foton eTruckmate Resmi Uji Coba Buat Layanan Mikrotrans 

Baca juga: Jakarta Punya Truk Limbah Tenaga Listrik, Penasaran Sama Spesifikasinya?

Baca juga: Fuso eCanter Beroperasi Perdana Di Wilayah Jabodatbek

Oleh Arief kemudian dijabarkan lagi bahwa kendaraan niaga juga jadi penyumbang munculnya berbagai penyakit pernafasan di wilayah kota Jakarta. Jumlah kasusnya juga besar, 3.043 kasus kardiovaskular dan 455 kasus penyakit pernafasan. 

Semburan dari knalpot kendaraan niaga memunculkan materi yang disebut PM 2.5. 

Itu adalah partikel polusi udara yang sangat kecil, dengan diameter 2,5 mikrometer atau kurang. Partikel ini sangat berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru dan bahkan ke aliran darah, menyebabkan berbagai masalah kesehatan. 

Ambang batas partikel itu sembilan kali lebih tinggi dari yang direkomendasikan pihak WHO. 

Kondisi itu semakin pelik saja, karena Arief juga menerangkan temuan dari pihak Pertamina tahun 2024 menegaskan subisidi solar untuk kendaraan jenis truk telah mencapai Rp 85 triliun. 

Perlu intervensi aktif dari pemerintah pusat dan partisipasi pemerintah daerah

Untuk itu, pihak WRI menyodorkan rekomendasi percepatan pemakaian kendaraan niaga bertenaga listrik. Arief menerangkan gentingnya perwujudan sebuah staregi dekarbonisasi angkutan barang nasional. 

Sementara itu, untuk angkutan penumpang juga perlu dilakukan program yang disebut pihak WRI sebagai ‘agregasi permintaan’. 

Hal yang dimaksud adalah dikumpulkannya kebutuhan aktual kendaraan angkutan penumpang secara nasional dari pihak operator seperti perusahaan otobus, instansi pemerintah, maupun pemerintah provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota. 

Volume itulah yang direkomendasikan kebutuhannya ke pihak APM kendaraan niaga berbasis listrik yang diyakini akan bisa menekan harga per unit secara signifikan. 

Intervensi sinergis yang diharapkan inisiatifnya dari pihak pemerintah itu disebutkan oleh Urban Mobility Manager WRI IndonesiaI, I Made Vikananda, akan menciptakan kondisi perbaikan kondisi yang signifikan. 

Dalam paparannya, ”Akan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sampai 4,91 juta ton CO2eq per tahun. Menurunkan polutan PM2.5 sebanyak 1,16 kilo ton per tahun, dan menghemat subsidi BBM sampai Rp8,02 triliun per tahun.” (EW)   

Banyak kampus seperti UI yang sudah mampu bikin bus konversi tenaga listrik. (Foto: Erie W. Adji)Tak perlu impor utuh, karoseri lokal juga sudah punya teknologi unggul merakit bus ataupun truk listrik. (Foto: Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Bus Truk Listrik
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu


Berita
Imbas Sengketa Nama Denza, BYD Daftarkan Danza

Mahkamah Agung tolak kasasi BYD atas sengketa merek Denza. BYD daftarkan nama Danza imbas sengketa Denza di Indonesia sebagai langkah antisipasi.

1 minggu yang lalu


Bus
Ternyata Ini Masalah Bus Medium Listrik Belum Dioperasikan Transjakarta

Transjakarta ungkap masalah bus medium listrik Mikrotrans: kapasitas baterai dan jangkauan operasional harian belum sesuai kebutuhan layanan.

1 minggu yang lalu


Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

1 minggu yang lalu


Van
Beberapa Pilihan Menarik Mobil Komersial EV Di GIICOMVEC 2026

Mobil komersial EV GIICOMVEC 2026 tampilkan model dari JAC, Sany, Wuling, Foton, Farizon, DFSK, Linxys di JIExpo Kemayoran.

2 minggu yang lalu

Berita
JAC Motors Indonesia Debut di GIICOMVEC 2026, Tampilkan EV Rakitan Lokal dan Promo Eksklusif

JAC Motors Indonesia debut di GIICOMVEC 2026 bersama Indomobil, pamerkan EV rakitan lokal Trekker T9, UrbanMover N90, MetroMover N35, dan promo pembelian.

2 minggu yang lalu


Truk
Pakai Truk Listrik Tak Lagi Mahal Karena Bisa Pilih Skema Sewa Pakai

Pihak operator tinggal mengoperasikan kendaraan listrik yang sesuai kebutuhan.

3 minggu yang lalu


Truk
Kalista Tes Truk Listrik Heavy Duty Di Jalur Normal

Sebagai bagian untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik di sektor logistik.

1 bulan yang lalu


Terkini

Truk
Mitsubishi Fuso Akhirnya Rambah Wilayah Kolaka

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors resmikan Fuso Service Center Kolaka pertama di Sulawesi Tenggara, dukung zero downtime armada pertambangan nikel dan perkebunan sawit.

1 hari yang lalu

Bus
Hari Ini Saja, Naik Transjakarta Bayar Rp1 Untuk Semua Rute

Tarif Rp1 Transjakarta semua rute hari ini berlaku untuk BRT dan Non BRT, rayakan Hari Angkutan Nasional 2026 hingga 23.59 WIB.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu


Bus
Ini Tiga Dealer Terbaik Mercedes-Benz Untuk Segmen Bus Dan Truk

DCVI umumkan dealer terbaik Mercedes-Benz bus truk 2025: PT Star Wagen Indonesia juara umum, Citrakarya Pranata sasis bus terlaris, Mas Auto Germania Axor unggul.

3 hari yang lalu