BUS-TRUCK - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan sejumlah rute Transjabodetabek akan dilakukan penyesuaian tarif dalam bulan ini, salah satunya Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Antara pekan ini (5/6), Pramono juga menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan dampak dari beban anggaran untuk subsidi tarif layanan Transjabodetabek yang dipikul pihaknya sudah terlalu besar.
Selain rute menuju Kendati demikian, Pramono belum merinci rute mana saja yang akan dilakukan penyesuaian tarif tersebut.
Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Pramono juga menargetkan penyesuaian tarif dilakukan dalam dalam tiga bulan sejak rute tersebut diresmikan.
Perkiraan tarif baru tersebut ada di kisaran Rp10.000-Rp15.000. Saat ini tarif yang berlaku adalah Rp3.500.
Dipungkaskan oleh Pramono, beberapa pendorong perlunya koreksi tarif layanan Transjabodetabek yang dicontohkannya rute Blok M-Bandara karena rutenya panjang, busnya baru dan berspesifikasi khusus. Ditambah lagi, ada ongkos parkir yang tak terhindarkan di seluruh area terminal bandara.
Baca juga: Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026
Baca juga: Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik
Sebagai informasi, layanan ini berawal dari terminal Blok M jalur 6 menuju Bandara Soekarno Hatta denga melewai sejumlah titik seperti; Bundaran Senayan, Summmitmas, Gelora Bung Karno 1, Seberang DPR MPR, Perpustakaan Riset BPK Swadaya Slipi, Sekolah Ibu Pertiwi, Bundaran Kargo Imigrasi SHIA, Stasiun KA Bandara, berakhir di Perkantoran Soekarno-Hatta.
Saat kembali ke Blok M, bus akan melewati jalur seperti; Terminal Kargo 2, Terminal Kargo 1, Jln. Cengkareng Golf Club 3, Soewarna Foodhall 1, Jln. Cengkareng Golf Club 1, Seberang Sowan Wisata Belanja, Slipi Petamburan, DPR MPR, Gelora Bung Karno, FX Sudirman, Bundaran Senayan, dan masuk ke jalur 6 terminal Blok M. (EW)
