Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Tragedi Truk ‘Rem Blong’ Di Slipi, Apa Beda Mengantuk Dan Microsleep?

Keduanya sama-sama berpotensi mematikan
Truk
Minggu, 1 Desember 2024 10:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Pramudi mengantuk berakibat fatal


BUS-TRUCK - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menetapkan sopir truk berinisial AZ (44) sebagai tersangka kasus tabrakan beruntun yang menewaskan dua orang di lampu merah Slipi, Jakarta Barat, pada Selasa (26/11).

Dalam keterangannya,  Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Latif Usman memberikan keterangan bahwa pramudi truk nahas itu dalam kondisi mengantuk sehingga menerobos lampu merah. 

Ngantuk dan Microsleep

Kalau sebelumnya jika ada kendaraan besar yang mengalami kecelakaan karena pramudi mengalami microsleep, lalu apa bedanya dengan kenjadian serupa degan pramudi yang mengantuk?

BACA JUGA

“Mengantuk itu episode kedua dari microsleep, jadi turunannya adalah; pertama gejala mengantuk, kedua mengantuk itu sendiri, baru yang ketiga adalah microsleep. Microsleep itu sebenarnya letih yang berlebihan, ketika pengemudi mengantuk itu masih bisa disiasati tetapi jika terus menerus diabaikan ujungnya microsleep,” jabar Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana.

Dihubungi langsung pekan ini (29/11), Sony meyebutkan juga jika seorang pramudi mengantuk maka semua organ tubuh melemah. Dengan begitu faktor kecepatan, reaksi maupun respon ikut menurun,"Microsleep itu sebaliknya, tubuh tidak tidur tetapi otak yang tertidur.” 

Menurutnya keduanya merupakan hasil dari upaya memaksakan diri, sehingga mengabaikan soal kelelahan.

Hal yang sangat membahayakan, munculnya microsleep itu tidak terasa, oleh karena itu sangat disarankan jika sudah ada gejala mengantuk hendaknya berhenti mengemudi untuk beristirahat atau melakukan upaya penyegaran tubuh. 

Dalam perjalanan panjang yang biasa dijalani pramudi kendaraan komersial, menurut Sony, perlu mewaspadai datangnya microsleep yang umumnya akan muncul di hitungan jam ke-7 hingga ke-9. “Tetapi gejala terhadap masing-masing orang beda-beda ya. Tergantung kondisi saat istirahat sebelumnya, kondisi fisik, psikologi maupun mood,” urai Sony lagi sambil mengingatkan juga bahwa microsleep bisa juga datang lebih cepat dari rentang waktu tadi. 

Mengonsumsi minuman seperti kopi ataupun suplemen yang kerap dilakukan pramudi kendaraan komersial, menurut Sony sebenarnya merupakan upaya sementara. “Mengantuk itu salah satunya akibat kurangnya supply oksigen ke otak, jadi menanggulanginya harus dengan me-refresh otot, otak dan syaraf, atau sekalian istirahat tidur,” wantinya lagi. 

Istirahat sejenak setelah mengemudi, maksimal, selama tiga jam nonstop semestinya disadari oleh banyak pramudi. Jika dilakukan dengan rentang waktu yag lebih pendek lagi sebenarnya lebih baik, terlebih jika diselingi kesempatan istirahat yang optimal.

Pilihan Commentary Driving

Upaya-upaya pencegahan mengantuk tadi memang tidak mudah, namun menjadi sangat penting karena pramudi kendaran komersial sejatinya juga akan menghadapi kondisi selama perjalanan yang tidak mudah juga. 

Selain beristirahat, Sony juga mengungkapkan satu cara untuk terjaga saat mengemudi, “Melakukan teknik commentary driving.” Ini merupakan  teknik mengemudi sambil berbicara atau bergumam sembari mengamati potensi bahaya yang mungkin terjadi saat kendaran berjalan hingga sampai di tujuan. 

Teknik ini merupakan bagian dari defensive driving, bisa dijadikan usaha meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kantuk saat berkendara. Mejaga agar konsenterasi mengemudi tetap terjaga. 

Namun tetap perlu diingat, mencegah kantuk itu bukan tindakan menghilangkan kantuk itu sendiri. (EW)

Baca juga: Microsleep Kembali Renggut Korban. Waspada Tanda-Tandanya

Baca juga: Untuk Kesekian Kalinya, Jangan Abaikan Microsleep Dan Ngebut Di Bahu Jalan  


Tags Terkait :
Truk Tabrakan Beruntun Slipi Tewas Tersangka
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Tragedi Truk ‘Rem Blong’ Di Slipi, Apa Beda Mengantuk Dan Microsleep?

Keduanya sama-sama berpotensi mematikan

1 tahun yang lalu


Truk
Luar Biasa, Truk Rem Blong Minta Darah Lagi !!

Sudah saatnya diberlakukan “Darurat KIR”

1 tahun yang lalu


Truk
Pasca Laka KM 92 Tol Cipularang, Kemenhub Akan Panggil Para Bos Truk

Uji kompetensi pramudi truk kewajiban para operator

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Berita
Kecelakaan Beruntun Halim Libatkan Kona Electric, Bukti Mobil Listrik Aman Terhadap Tabrakan

Kecelakaan beruntun cukup hebat terjadi pada Rabu pagi (27/3) di gerbang Tol Halim, Jakarta Timur.

2 tahun yang lalu


Berita
Laka Beruntun Di GT Halim, Akibat Sopir Truk Yang Nekad

Bisa jadi pernah berkali-kali pelanggaran lalin tapi tidak ketahuan

2 tahun yang lalu


Berita
Laka Beruntun Di GT Halim: Sopir Truk Spontan Berbuat Nekad?

Bisa jadi pernah berkali-kali pelanggaran lalin tapi tidak ketahuan

2 tahun yang lalu


Berita
Akibat Kabut Tebal, 200 Mobil Tabrakan Beruntun

Kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut berasal dari berbagai model, mulai dari mobil penumpang, pikap, mini bus, hingga truk

3 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Warisan Mesin Horizontal Truk Pertama Mercedes-Benz

Posisi mesin horizontal diyakini bisa menyalurkan tenaga lebih maksimal sekaligus lebih efisien konsumsi energinya

1 hari yang lalu

Bus
Laka Fatal Bus ALS Di Sumsel Bukti Ramp Check Masih Formalitas

Kondisi bus harus diperiksa Dishub sebelum diberangkatkan.

2 hari yang lalu


Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

5 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

6 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 minggu yang lalu