Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Laka Beruntun Di GT Halim, Akibat Sopir Truk Yang Nekad

Bisa jadi pernah berkali-kali pelanggaran lalin tapi tidak ketahuan
Berita
Rabu, 27 Maret 2024 14:55 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Latif Usman menyebutkan kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol Halim (Jakarta Timur) pada Rabu pagi terjadi akibat sopir truk memacu kendaraannya dengan kencang.

"Dia (sopir truk) memacu kendaraannya dengan kencang dan di Gerbang Tol Halim ini ada antrean sehingga dia menerobos hingga mendorong kendaraan lain," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta (27/3), seperti dikutip dari Antara.

Latif juga menyebutkan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Hasby Ristama menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan truk bernopol pelat BG 8420 VB dengan pengemudi berinisial MI (18) melebihi muatan.

BACA JUGA

Truk yang memuat sofa itu menabrak kendaraan pelat B 2780 TYB dan kendaraan berwarna hitam E 1505 MR di posisi 300 meter sebelum gerbang tol. "Selanjutnya truk mengebut dan melewati mobil Brio dan Xpander lanjut mengebut masuk gardu 3 dan menabrak mobil Isuzu pick up Z 8445 AH sampai terpental ke gardu 5," katanya.

Kemudian truk menabrak mobil Hyundai putih B 1061 SPW. "Selanjutnya berturut-turut menabrak mobil box putih D 8633 YR dan truk kuning terbalik," katanya.

Hasby menjelaskan akibat tabrakan dari truk tersebut, mobil Isuzu pikap putih masuk ke lanjur 5 menabrak mobil Yaris B 1103 KRT. "Terduga tersangka saat ini telah diamankan dan dilakukan tes urine," katanya menjelaskan.

Hasby juga menambahkan untuk sementara korban jiwa tidak ada, namun empat orang mengalami dada sesak.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division menduga kecelakaan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan di Gerbang Tol Halim Utama, Jakarta Timur, Rabu pagi, disebabkan sopir truk ugal-ugalan.

"Diduga berkendara secara ugal-ugalan, kendaraan truk engkelsebabkan kecelakaan di Gerbang Tol Halim Utama," kata Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati dalam keterangannya di Jakarta (27/3) Rabu.

Menurut dia, kendaraan datang dari arah Jatiwaringin dan berkendara secara tidak teratur mendekati Gerbang Tol Halim Utama sehingga menabrak beberapa kendaraan di depannya dan berakhir terbalik miring.

Imbas dari kecelakaan tersebut, kata dia, tiga gardu tol Halim Utama ditutup sementara dan mengoptimalkan kapasitas gardu yang dapat beroperasi.

Sesaat sebelum truk warna merah nekad kabur setelah menabrak Mitsubishi Xpander

Sopir truk pernah berulang bikin pelanggaran tanpa ketahuan?

Jusri Pulubuhu, Lead Instructor PT. Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) yang dihubungi langsung secera terpisah menyebutkan, paling tidak, ada dua kesalahan yang bisa dilihat secara kasat mata dari kejadian itu. “Pertama itu truk myutannya berlebih, kedua ada di jalur kanan,” jabarnya

Dari sisi pengemudi, menurutnya masih perlu pendalaman dalam penyelidikan. Namun dari pengamatan singkatnya, tindakan yang dilakukan oleh pengemudi truk itu merupakan tindakan impulsif. “Bahasa sederhananya nekad. Bisa dibayangkan waktu kejadian adalah jam padat lalu-lintas dan taruhlah sebelumya truk sempat terlibat kecelakaan dengan mobil lain dan kemudian si sopir memutuskan ‘kabur’ dengan kecepatan tinggi dan terjadilah kecelakaan di depan gerbang tol itu," urainya.

Menurut Jusri lagi, tindakan impulsif itu tidak memberi kesempatan lagi bagi pelaku untuk berpikir jernih atas dampak dari tindakannya. “Dia sebenarnya tidak sadar kalau tindakannya itu bisa juga menimbulkan korban jiwa, spontan saja di lari dari kecelakaan pertama sampai yang kejadian di depan gerbang tol karena kalau orang dalam kondisi normal saya yakin tidak akan berani melakukan tindakan seperti itu,” jabarnya lagi.

Hal ini kiranya bisa jadi relevan dengan dugaan sementara bahwa pengemudi truk adalah berusia 18 tahun dan diduga tidak punya SIM. Seperti yang tertera pada akun Instagram TMC Polda Metro (27/3).

“Tindakan impulsif tidak berdiri sendiri sebagai faktor pemicu, bisa jadi sopir berada di bawah pengaruh narkoba yang tidak bisa hilang 2-3 hari. Bisa juga kejadian hari ini merupakan pertama kalinya sehingga dia panik karena sebelumnya pernah melanggara aturan lalu lintas tapi tidak ketahuan, perlu pendalaman lebih lanjut terhadap sopir truk itu,” pungkas Jusri. (EW)

Pengawasan Dishub dan Polisi bagi truk kembali dipertanyakan

Tags Terkait :
Laka Tol Halim Kecelakaanberuntun Truk Sim Dibawahumur Odol
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Laka Beruntun Di GT Halim: Sopir Truk Spontan Berbuat Nekad?

Bisa jadi pernah berkali-kali pelanggaran lalin tapi tidak ketahuan

2 tahun yang lalu

Berita
Laka Beruntun Di GT Halim, Akibat Sopir Truk Yang Nekad

Bisa jadi pernah berkali-kali pelanggaran lalin tapi tidak ketahuan

2 tahun yang lalu


Berita
Lagi-lagi Rem Blong, Truk Kontainer Hamtam Gardu Tol Halim 2

Truk kontainer pengangkut keramik yang dikendarai oleh Adip Suhendi (23 tahun), menghantam gardu tol dan empat kendaraan lainnya.

6 tahun yang lalu


Berita
Mudik 2022 Akan Diberlakukan Ganjil-Genap Di Tol

Selain Countraflow juga terjadi ganjil-genap

4 tahun yang lalu


Truk
Truk Lagi-Lagi Rem Blong di Bekasi, Hilangkan Nyawa Sia-Sia

Perawatan kendaraan menjadi salah satu pangkal masalah.

1 bulan yang lalu


Truk
Korlantas Polri: Kendaraan ODOL Tidak Ada Untungnya Karena Berbahaya

Kebijakan anti kendaraan ODOL akan diberlakukan dengan regulasi yang mencakup semua pihak.

1 bulan yang lalu


Bus
Ribuan Bus AKAP Masih Melanggar Izin Trayek dan KIR

Soal kelaikan teknis armada dan kepatuhan administratif masih jadi isu besar di dunia bus. Padahal keduanya jadi awal dari terjaminnya keselamatan perjalanan.

1 bulan yang lalu


Bus
Harap Diingat, Bahu Jalan Hanya Untuk Lintasan Darurat

Tidak bisa dilintasi secara sembarangan apalagi untuk keperluan menyalip

4 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

1 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

3 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

4 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

6 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

7 jam yang lalu