Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Mengapa Truk Perlu Ada Rem Angin?

Agar pengereman lebih maksimal
Truk
Kamis, 21 Juli 2022 10:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Sebuah truk baik yang ukuran sedang ataupun besar harus dianggap butuh penanganan spesifik dalam pengoperasian dan pemeliharaannya. Karena selain bobot yang tidak ringan, tambahan beban dari muatan yang dibawa juga patut jadi perhatian serius. Dari sudut pandang fisika dasar bisa disebut jika massa (berat) yang bergerak semakin cepat maka diperlukan gaya yang juga semakin meningkat untuk menghentikannya.

Di situlah peran sistem pengereman patut jadi perhatian, dan lebih spesifik lagi adalah performa sistem rem udara atau sering disebut rem angin. Bagaimana sistem rem yang satu ini bisa diilustrasikan ketika pengemudi mobil ukuran kecil menekan kaki mereka pada pedal rem, ada tuas yang mendorong piston ke master silinder, yang diisi dengan cairan hidrolik. Minyak rem hidrolik dialirkan melalui saluran rem untuk kemudian ada tekanan yang ditransmisikan juga ke keempat rem di setiap roda.

Sistem pengereman hidrolik tadi melipatgandakan kekuatan kaki Anda pada pedal rem sehingga sistem pengereman mempunyai daya yang cukup untuk melakukan pengereman dan membuat laju mobil melambat dan bahkan sampai berhenti.

Sementara itu,  rem udara bekerja menggunakan udara terkompresi sebagai pengganti minyak rem hidrolik. Alasan butuh pasokan udara ke sistem pengereman karena udara bertekanan dapat terus-menerus diproduksi. Tidak seperti cairan hidrolik, yang membutuhkan pengisian ulang dan ada potensi kebocoran sehingga bisa membuat performa pengereman menurun atau bahkan hilang.

BACA JUGA

Oleh penemu sistem ini, George Westinghouse (1846-1914), diciptakan prinsip dasar sistem rem udara tiga katup yang awalnya untuk diterapkan pada kereta api. Sebelum ada teknologi rem udara, di sebuah kereta api ada tugas bagi juru rem untuk mengoperasikan rem tangan secara manual guna memperlambat maupun menghentikan laju kereta.

Teknologi buatan Westinghouse memanfaatkan tekanan udara untuk melepaskan jepitan rem. Jika sistem kehilangan tekanan udara, rem akan bekerja dan menghentikan laju kereta. Prinsip dasar ini masih banyak dipakai oleh pabrikan truk saat merancang sistem rem angin di kendaraan buatan mereka.

Satu hal yang patut diperiksa rutin dengan cermat adalah potensi adanya air yang muncul akibat udara yang terkondensasi akibat kinerja rem angin itu sendiri. Kandungan air ini bisa menghambat aliran udara ke seluruh sistem rem angin sekaligus bisa menyebabkan rem malah terkunci.


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #rem
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Toyo Tire Rilis Ban ‘Terbaik’ Untuk Pikap Listrik

Tahun 2024 pasar Amerika Serikat dapat jatah pertama di dunia

2 tahun yang lalu


Pikap
Suzuki Super Carry “X Limited”, Pikap Tak Lagi ‘Culun’

Konsepnya “Tough and Fearless”

2 tahun yang lalu


Van
Nah, Daihatsu Atrai Sedang Tes Jalan Nih?

Atau akan hadir sebagai 'All New' Luxio tahun depan?

2 tahun yang lalu


Pikap
Toyota Hilux Rangga Didukung 50 Karoseri

Sebagai salah satu strategi ‘grebek pasar’, seluruh pesanan bodi harus terakomodir

2 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

3 jam yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

3 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

6 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu