Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Untuk Kesekian Kalinya, Kantuk Sopir Bus Berujung Petaka

Menahan rasa kantuk ada batasnya, dan biasanya tanpa disadari akan berubah jadi microsleep.
Bus
Jumat, 13 Februari 2026 14:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Bagian depan bus adalah titik paling rentan saat terjadi tabrakan (Foto :detikJatim)


BUS-TRUCK - Pekan ini (12/2) terjadi kecelakaan fatal yang melibatkan satu bus Indorent dengan sebuah truk boks Isuzu Elf di ruas tol Solo-Ngawi KM 566A. 

Saat kejadian, bus dengan rute Jakarta-Malang tersebut membawa 34 penumpang. Satu orang awak bus dikabarkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Widodo Ngawi. Seperti diutarakan oleh Kasat Lantas Polres Ngawi, APK Yuliana Plantika yang dikutip dari detikJatim. 

Dijelaskan lagi oleh Plantika, kecelakaan bermula saat bus Indorent yang dikemudikan oleh Achmaf Fajrin asal Tegal,  Jawa Tengah, yang melaju dari Solo ke Ngawi. Sesampai di lokasi diduga kurang hati-hati hingga menabrak truk yang dikemudikan oleh Pujianto asal Batang.

BACA JUGA

Sejurus kemudian ia menyebutkan soal dugaan pramudi bus yang mengantuk hingga menabrak bagian belakang truk dan kemudian bus terguling di sisi jalan. 

Mengantuk dan kemudian berjung microsleep memang bahaya laten mengemudi di jalan. Terlebih jika mengemudi dilakukan di luar jam biologis manusia yang wajar dimana pagi-sore terjaga kemudian malam-pagi tertidur. 

Nah, yang kemudian yang jadi pertanyaan mana yang kebih dahulu muncul, kantuk ataukah microsleep? 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, saat dihubungi beberapa waktu lalu (29/11/2024) pernah menyebutkan bahwa rasa kantuk adalah awal dari munculnya microsleep. 

Sony menyebutkan bahwa rasa kantuk merupakan sinyal pertama bahwa mata perlu beristirahat untuk memulihkan fungsi yang juga terkait dengan respons otak. 

Diungkapkannya, banyak pengemudi yang mengabaikan gejala awal itu, terus memaksakan diri mengemudi.

Celakanya, masih menurut Sony, mengabaikan rasa kantuk berkali-kali tanpa disadari melemahkan seluruh anggota tubuh termasuk otak, sehingga tidak mampu mengambil keputusan yang benar untuk beristirahat. 

Ketika sinyal itu tidak diperhatikan maka otak merespons dengan menurunkan secara drastis konsenterasi ke tingkat bawah sadar. Fase inilah yang kemudian disebut microsleep. 

Sonny juga mengingatkan bahwa mengantuk maupun microsleep bisa disiasati dengan tidak menunda istirahat atau tidur. Konsenterasi mengemudi secara terus menerus umumnya hanya bisa bertahan selama tiga sampai empat jam. “Jika ditunda akan kinerja tubuh dan kesadaran akan lebih buruk lagi,” wantinya.

Baca juga: Microsleep : Bahaya Laten Pengemudi Di Jalan Tol

Baca juga: Diduga Microsleep, Bus Harapan Jaya Tabrak Buritan Truk

Rasa kantuk berlebih juga bisa muncul saat mengemudikan bus di jalur perkotaan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Kejadian 10 detik berujung maut 

Microsleep sendiri tidak hanya berbahaya saat terjadi di jalur bebas hambatan. Mengalaminya saat berada di jalur arteri juga sama berbahayanya jika tidak diantisipasi.

Mengutip dari situs yankes.kemkes.go.id, microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk, pada umumnya kejadian microsleep berlangsung sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh.

Durasi tidur sekejap ini dapat bertambah jika seseorang benar-benar memasuki waktu tidur. 

Masih dari situs yang sama, microsleep bisa terjadi dalam beberapa periode yang berdekatan, saat seseorang mencoba dan gagal untuk tetap terjaga. Seringkali dalam kejadian microsleep, otak membalik dengan cepat antara tertidur dan terjaga.

Masih mengutip dari situs yankes.kemkes.go.id, terdapat tanda-tanda seseorang alami gejala microsleep:

1.   Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala.

2.   Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun.

3.   Menguap terus-menerus.

4.   Kelopak mata sangat berat.

5.   Mata berkedip berlebihan.

6.   Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi.

7.   Tidak mendengar pembicaraan orang lain.

8.  Tidak ingat kejadian 1–2 menit yang lalu. (EW)

Kondisi kemacetan di jalan tol juga berpotensi meningkatkan kelelahan fisik dan menurunkan kesadaran pengemudi (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Kecelakaan Mengantuk
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Bus
Baru Mulai Berdinas, Bus UHD PO Sudiro Tungga Jaya Sudah 'Terluka'

Ironisnya, insiden ini terjadi di saat yang bersamaan dengan dinas perdana Rubya menjadi armada antarkota antarprovinsi.

5 tahun yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

1 minggu yang lalu


Bus
Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta

Bagi yang memiliki rentang pendapatan bulanan maksimal UMR Jakarta.

4 minggu yang lalu


Tips
Ingat Selalu, Perlintasan KA Adalah Area Berbahaya

Kecelakaan fatal di Bekasi Timur ingatkan bahaya perlintasan KA. Tips aman melintas perlintasan kereta api dari pakar SDCI dan data 3.703 titik sebidang KAI 2026.

2 bulan yang lalu

Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

3 bulan yang lalu


Bus
Masa Lebaran 2026 Kemenhub Lakukan Ramp Check Ke Puluhan Ribu Bus

Ramp check bus Lebaran 2026 Kemenhub periksa 60.946 unit. 63,59% diizinkan operasi, 11,70% dilarang akibat teknis utama dan administratif.

4 bulan yang lalu

Berita
Asuransi Astra Ikut Mengamankan Pemudik Dengan Cara Ini

Disediakan beragam paket perlindungan kesehatan pemudik, proteksi kendaraan, sampai bantuan darurat di jalan.

4 bulan yang lalu


Bus
Catat, Puncak Arus Mudik Bus Dari Jakarta Tanggal 15-16 Maret 2026

Puncak arus mudik bus Jakarta 15-16 Maret 2026: Penumpang AKAP melonjak di Terminal Lebak Bulus, posko mudik didirikan, ramp check ketat diterapkan.

4 bulan yang lalu


Terkini

Bus
DCVI Anggap Operator dan Mitra Karoseri Seperti Keluarga

Ditambah upaya konsisten menjaga pelayanan purna jual agar operasional para operator tetap terjaga.

1 jam yang lalu


Bus
Juragan 99 Sepakat Boyong Puluhan Unit Bus Di GIIAS 2026

Juragan99 Trans pesan 31 unit Volvo B11R GIIAS 2026 melalui PT Indotruck Utama. Perusahaan juga sepakat bangun dua unit double decker berbasis sasis Scania K450CB untuk layanan AKAP premium.

9 jam yang lalu


Bus
PO Bagong Borong 61 Unit Bus Hino Di GIIAS 2026

Dilakukan untuk penambahan armada serta peremajaan unit.

1 hari yang lalu


Van
Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

Sebagai bagian dari pelayanan lengkap bagi pemilik armada.

1 hari yang lalu

Bus
Bus Fuso Dibuat Lebih Panjang Untuk Bidik Peluang Besar Industri Pariwisata

Dirinya mengatakan peluncuran Canter Extra Long Bus FE 84G BCL dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi wisata sekaligus mengikuti regulasi pemerintah yang terus berkembang.

1 hari yang lalu