Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.
Bus
Rabu, 8 Juli 2026 14:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Tabrak belakang adalah jenis kecelakaan yang sangat berpotensi menyebabkan korban meninggal dunia (Foto :Antara)


BUS-TRUCK - Untuk kesekian kalinya, terjadi kecelakaan lalu lintas hingga merenggut naywa yang berawal dari kondisi kelelahan pada pengemudi yang membuatnya sampai mengalami microsleep. Kecelakaan tersebut melibatkan bus dari PO Pelangi yang menghantam bagian belakang sebuah truk di ruas tol Pekanbaru-Dumai KM, Pekanbaru, Riau. 

Kecelakaan yang terjadi Selasa dini hari pekan ini (7/7/2026) itu mengakibatkan dua penumpang meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka-luka. 

Seperti dikutip dari Antara, Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Baskara, mengatakan bus yang melaju dari arah Batin Solapan menuju Pekanbaru diduga menabrak bagian belakang truk tronton karena pengemudi mengalami tertidur sesaat alias microsleep.

BACA JUGA

Ia juga menyebutkan bahwa segera setelah terjadi kecelakaan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk evakuasi serta mengatur ulang kondisi lalu lintas di salah satu jalur sibuk Lintas Sumatra itu. Namun dalam proses penanganan tersebut, pihak kepolisian mendapati pengemudi bus melarikan diri dari lokasi kejadian. 

Saat ini, sopir tersebut masih dalam pencarian, sementara barang bukti dan identitas korban telah diamankan. 

Eko mengatakan benturan keras menyebabkan truk tronton terpental keluar badan jalan hingga masuk ke parit. Sementara itu, bagian depan bus mengalami kerusakan berat.

Penanganan lebih lanjut terhadap perkara tersebut kini dilakukan oleh Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan.

Tanda-tanda microsleep mudah diketahui

Microsleep sejatinya kondisi lelah yang berlebihan, tidak muncul secara tiba-tiba namun ketika gejala itu muncul umumnya sudah dalam situasi yang sulit dikendalika oleh pengemudi. Perlu kiranya lebih memahami kondisi mengantuk dan microsleep, karena keduanya ternyata bukan satu kondisi yang sama. 

Berdasarkan catatan Bus-Truck.id, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana pernah menguraikan perbedaan antara kondisi mengantuk dan tertidur sesaat atau microsleep. 

Menurut Sony, mengantuk itu justru jadi proses lanjutan dari kondisi microsleep. Diuraikannya, pertama yang akan muncul adalah gejala mengantuk, kemudian berlanjut ke fase kedua berupa kondisi mengantuk itu sendiri. Kondisi yang masuk kategori microsleep justru jadi hasil akhir dari terabaikannya kedua proses sebelumnya tadi. 

Kemacetan bisa mempercepat munculnya kelelahan dan rasa kantuk bagi seorang pengemudi (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Microsleep : Bahaya Laten Pengemudi Di Jalan Tol 

Baca juga: Ternyata Ada Fitur Keselamatan AI Tambahan Untuk Bus dan Truk

Karena microsleep itu sebenarnya letih yang berlebihan, ketika pengemudi mengantuk itu masih bisa disiasati tetapi jika terus menerus diabaikan ujungnya microsleep. 

Saat rasa kantuk menyerang pengemudi, masih menurut Sony, maka semua organ tubuh dalam kondisi melemah. Sehingga kecepatan respon untuk bereaksi atas berbagai sotuasi dalam mengemudi juga ikut menurun. 

Kondisi microsleep menjadi sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kejadian fatal karena biarpun posisi tubuh terjaga bahkan mata bisa tetap dalam kondisi terbuka tapi kinerja otak yang melemah alias tertidur. 

Kejadian sekejap itu bisa disadari oleh pengemudi namun ia sudah sempat kehilangan kontrol atas kendaraan, termasuk pantauan semua situasi di luar kendaraan yang dikemudikannya itu sendiri. 

Selain tabrak belakang, keluar jalur karena faktor kelelahan pengemudi masih sering terjadi pada kendaraan angkutan umum di Indonesia (Foto : Antara)Waktu munculnya kondisi microsleep cukup panjang 

Sony kembali mengingatkan, dalam perjalanan panjang yang biasa dijalani pramudi kendaraan komersial perlu mewaspadai potensi datangnya microsleep dalam hitungan waktu berkendara pada jam ke-7 hingga ke-9. 

Memang rentang waktu tadi akan berbeda atas kemunculannya pada setiap pengemudi. Salah satunya, berkaitan dengan waktu istirahat sebelumnya, kondisi fisik, psikologi maupun mood. Sehingga bisa saja teori waktu datangnya microsleep akan lebih cepat lagi. 

Diingatkannya lagi, solusi umum atas kantuk dengan mengonsumsi minuman seperti kopi ataupun suplemen sebenarnya merupakan upaya sementara. 

Sebab gejala mengantuk muncul akibat menurunnya pasokan oksigen ke otak, upaya menghindarkannya lewat tindakan penyegaran otot, otak dan syaraf, atau sekalian istirahat tidur. 

Istirahat sejenak setelah mengemudi maksimal selama tiga jam nonstop perlu lebih disadari oleh pengemudi. Jika dilakukan dalam rentang waktu yang lebih pendek akan lebih baik lagi. (EW)

Armada angkutan umum sudah semakin perlu dilengkapi peranti bantu kemudi digital supaya bisa memantau kondisi pengemudi lebih akurat (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Microsleep Fatal
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

1 minggu yang lalu


Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

2 minggu yang lalu


Bus
Untuk Kesekian Kalinya, Kantuk Sopir Bus Berujung Petaka

Menahan rasa kantuk ada batasnya, dan biasanya tanpa disadari akan berubah jadi microsleep.

5 bulan yang lalu


Tips
Awas, Rasa Kantuk Adalah Tanda Awal Lelah Mengemudi

Kalau sudah muncul jangan ambil risiko untuk segera istirahat

1 tahun yang lalu


Truk
Tragedi Truk ‘Rem Blong’ Di Slipi, Apa Beda Mengantuk Dan Microsleep?

Keduanya sama-sama berpotensi mematikan

1 tahun yang lalu


Truk
Apa Itu Rear Underrun Protection?

Waspada Selalu Bumper Belakang Truk

1 tahun yang lalu

Berita
Sopir Bus Maut Tol Mojokerto Jadi Tersangka

Dampak dari microsleep yang nyata

2 tahun yang lalu


Berita
Dishub Kab.Bogor: Bikin Program Uji KIR Online Gratis

Daftar manual juga masih tersedia

2 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Segera Dibangun SPKLU Untuk Kendaraan Niaga Di Rest Area

Salah satu tujuannya untuk meningkatkan pemakaian kendaraan niaga non fosil.

2 hari yang lalu


Bus
ESDM Akan Kolaborasi Dengan Jakarta Untuk Operasikan Bus Hidrogen

Bagian dari rencana jangka panjang angkutan massal tanpa emisi.

5 hari yang lalu


Truk
Bukan Hanya Rambo, REO M35 Jadi Bintang di Film-Film Perang Hollywood

REO M35 bintang film perang Hollywood tampil dalam berbagai film perang Vietnam. Truk militer legendaris ini juga digunakan TNI sejak era 1970-an.

6 hari yang lalu


Truk
Isuzu Krawang Plant Sudah Produksi 300.000 Unit Sejak 2015

Jumlah produksi tahunan sudah mencapai 45 ribu unit.

1 minggu yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

1 minggu yang lalu