BUS-TRUCK - Nama Peugeot memang sudah undur diri dari percaturan otomotif nasional sejak tahun 2024. Semasa kehadirannya identik dengan model sedan, MPV, dan sedan.
Namun ternyata di tahun 2004 sempat dihadirkan Partner yang merupakan van multifungsi yang tak kehilangan karakter Peugeot sebagai kendaraan yang nyaman serta peranti keamanan terbilang lengkap.
Saat sempat hadir di Indonesia, Partner yang satu platform dengan Citroen Berlingo maupun Toyota Proace itu merupakan model generasi pertama yang diperkenalkan tahun 1996.
Saat ini Partner sudah masuk ke generasi ketiga, dan di masa edar yang ke-30 tahunnya masih jadi salah satu van kecil popular.
Popularitas yang melekat pada Partner tak lain soal kenyamanan dalam berkendara, karena badasarkan riset internal Peugeot atas pengguna van ternyata 90 persen pengguna van berada di kendaraan sendirian.
Oleh karena itu evolusi desain Partner, terutama di kabin fokus pa asoal kenyamanan maksimal.
Kendaraan yang sampai kini sudah laku 2,6 juta unit sejak rilis perdana sudah masuk ke generasi ketiga. Pihak Peugeot masih konsisten mempertahankan karakter kenyamanan maksimal, daya angkut, serat kemudahan dalam pengendaraan.
Baca juga: Bodi Standar Pabrikan Jadi Kunci Dominasi Daihatsu Gran Max
Baca juga: Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista
Imbuhan teknologi signifikan terjadi di tahun 2018 saat Partner generasi ketiga hadir dengan platform bernama EMP2. Salah satu contoh dari basisi baru itu adalah disematkannya Peugeot i-Cockpit sebagai fitur bantu pengemudi yang sebelumya bisa dipasanga ke barisan sedan Peugeot.
Untuk kedua kalinya evolusi fitur dan teknologi pada kendaraan hasil produksi fasilitas Stellantis di Spanyol dan Portugal adalah muculnya varian bertenaga listrik yang mengusung teknologi E-Partner.
Untuk varian hybrid, berdasarkan pernyataan resmi Peugeot, akan dihadirkan tahun 2027.
Dalam ajang IIA Transportation di Hanover, Jerman, bulan depan (14-20/9/2026) akan hadir juga Peugeot Partner edisi khusus bernama Pro Skill.
Ditujukan untuk beroperasi pada medan kerja yang sulit, bakal diadopsi sejumlah fitur tambahan untuk jalanan yang menantang. Sebut saja; Hill Descent Assist, sistem gerak roda four-wheel-drive, dan ground clearance yang lebih tinggi. (EW)
