Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Pengemudi Senior Ternyata Tidak Jadi Jaminan Keselamatan Penumpang

Sudah waktunya instansi terkait aktif melakukan pembenahan standar mutu sopir kendaraan niaga.
Bus
Rabu, 7 Mei 2025 10:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Kecelakaan yang melibatkan bus juga menjadi tanggung jawab pihak operator bus. (Foto: Antara)


BUS-TRUCK - Kapolda Sumatra Barat (Sumbar), Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengatakan sebanyak 12 orang tewas dan 23 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan maut bus ALS yang terjadi di Padang Panjang, pekan ini (6/5).

"Data sementara korban meninggal dunia ada 12 orang. Sebanyak 23 orang lainnya mengalami luka-luka," ujar perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1991 itu. Seperti dikutip dari Antara. 

Dijelaskannya lagi, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang merenggut banyak nyawa ini, "Untuk sopir dan kernet selamat, tapi masih dalam perawatan.”

BACA JUGA

Lebih lanjut Kapolda Sumbar itu merinci korban tewas terdiri dari tujuh pria dan lima wanita. Dua di antaranya masih anak-anak. Sementara korban luka terdiri dari 17 pria dan enam perempuan.

Korban tewas dibawa ke RSUD Padang Panjang, sementara korban luka sebagian dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang. 

Kecelakaan fatal itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB (6/5). Bus dengan nomor polisi B 7152 FGA tersebut datang dari kota Medan dengan tujuan kota Bekasi, sesampai di turunan Terminal Busur, bus hilang kendali dan menabrak pagar rumah warga lalu terbalik.

Diketahui bus tersebut melaju dari arah Bukittinggi menuju kota Padang.

Penumpang banyak tewas karena terjepit badan bus. Evakuasi bahkan berlangsung hingga siang hari. Diduga bus tersebut mengalami rem blong dan kemudian menabrak sejumlah kendaraan lain di sekitaran Terminal Busur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Saat ini anggota Polres Padang Panjang masih melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan lalu lintas ke RS Yarsi dan RSUD Padang Panjang.

Polda Sumbar juga mendirikan Posko DVI Laka Maut Bus ALS di RSUD Padang Panjang. Identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang Panjang.

"Kita juga membuat Posko DVI di RSUD, kami juga menyiapkan tim trauma healing untuk memberikan pelayanan kepada korban pada anak-anak dan keluarga karena masih ada anak mencari orang tuanya dilakukan oleh psikolog Polwan dan psikologi RSUD Padang Panjang," jabar Kapolda Sumbar. 

Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan. Untuk keterangan lebih lanjut, dua sopir dan seorang kernet bus tengah dimintai keterangan. Untuk kondisi seorang sopir sendiri belum sadarkan diri usai kecelakaan.

Baca juga: Driver Bus Harus Hafal Setiap Karakter Jalan

Baca juga: Banyak Driver Kendaraan Besar Tak Paham Cara Mengemudi...

Baca juga: Korlantas Polri: Kecelakaan Bisa Tingkatkan Kemiskinan 

Jam terbang pengemudi tidak jadi jaminan kesalamatan 

Kejadian fatal yang menimbulkan korban jiwa itu bak mengingatkan uraian dari Catur Wibowo dari DSTC Defensive & Safety Driving Consulting beberapa waktu lalu (16/12). 

Pria penggiat dan instruktur defensive driving asal Bandung ini menyebutkan bahwa  banyak kesalahan-kesalahan awal yang dilakukan pramudi atau pengemudi. 

Sebut saja, soal kesadaran akan batas kecepatan kendaraan. Padahal kesadaaran tentang kecepatan yang aman untuk laju sebuah kendaraan besar bisa mengurangi potensi tidak akuratnya cara mengemudi dari sopir.

Sejurus kemudian diterangkan lagi, kesadaran soal medan jalan dan kondisi kendaraan tidak jadi penentu akan keselamatan di perjalanan. 

Perihal ‘jam terbang’ yang ternyata kerap jadi alasan banyak pengemudi bus tidak peduli soal berkendara aman dan nyaman menurut Catur jadi bukti masih minimnya kinerja mengemudi yang baik. "Dilihat dari attitude dan skill assasement, pengalaman bisa menjadi point tambahan, tapi bukan jadi kunci utama,” tegasnya.

Ia mengingatkan juga bahwa secara berkala pengemudi bus sebaiknya diverifikasi ulang atas kemampuan berkendara yang baik dan aman. Minimal setahun sekali, paling lama tiga tahun sekali. 

“Jika dalam periode tersebut ada yang masa ‘gagal’ uji kompentesi maka pengemudi tersebut tidak boleh mengemudi sampai semuanya bisa tahapan pengujian bagi yang bersangkutan bisa lulus semua,” wantinya.

Karena menurut Catur lagi, pada mengutamakan pelayanan prima, ini merupakan kegiatan ‘di bawah sadar’ yang merupakan hasil pembekalan yang instensif soal memberikan pelayanan terhadap penumpang. 

Pelayanan prima kepada penumpang, ternasuk barang bawaannya, bukan hanya untuk memenuhi standar kualitas kerja sebuah perusahaan transportasi. 

Ujungnya tentu akan bisa memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, dalam hal ini penumpang, soal keselamatan tentu saja. (EW) 

Baca juga: PO SAN: Mengemudi Bus Seharusnya Ada Sertifikasinya

Baca juga: MTI: Regulasi Untuk Sopir Perlu Dibuat Segera

Bus saat juga sudah dilengkapi ADAS, namun masih banyak sopir yang standar skill-nya minim. (Foto: Otodriver)


Tags Terkait :
Kecelakaan Bus Akap
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Antisipasi Musim Liburan, Lokasi Ramp Check Bus Tidak Hanya di Terminal

Instansi terkait akan melakukan ramp check di berbagai titik termasuk di rest area dan pool bus.

2 bulan yang lalu


Bus
Ribuan Bus AKAP Masih Melanggar Izin Trayek dan KIR

Soal kelaikan teknis armada dan kepatuhan administratif masih jadi isu besar di dunia bus. Padahal keduanya jadi awal dari terjaminnya keselamatan perjalanan.

2 bulan yang lalu


Truk
Isuzu Berikan Tips Untuk Tingkatkan Safety dan Efisiensi Armada

Melalui maksimalisasi fitur cerdas MyIsuzuID dan Isuzu Link

2 bulan yang lalu

Bus
Laka Fatal Bus ALS Di Sumsel Bukti Ramp Check Masih Formalitas

Kondisi bus harus diperiksa Dishub sebelum diberangkatkan.

3 bulan yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

6 jam yang lalu

Truk
Persiapan Hampir Rampung, Larangan ODOL Tetap Januari 2027

Akan ada ETLE khusus kendaraan angkutan barang.

1 hari yang lalu


Truk
Hasil Pertama Kolaborasi Toyota dan Daimler Trucks, Medium Truck Yang Lebar

Dibangun dengan basis truk Hino, dipasarkan dengan label Mitsubishi Fuso.

5 hari yang lalu


Truk
Mengenang Peter Cullen dan Mengenal Truk yang Jadi Optimus Prime di Transformers

Selama lebih dari 40 tahun, karakter Optimus Prime menggunakan tiga truk yang kemudian menjadi icon Hollywood

1 minggu yang lalu


Pikap
VW Tukan Siap Hadir Sebagai Pikap Ringan Bermesin Mutakhir

Ada pilihan mengadopsi transmisi canggih Tiptronic dan mesin TSI.

1 minggu yang lalu