Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Menekan Kecelakaan Bus Di Tol, Tanggung Jawab Operator Jalan Tol Harus Ditingkatkan

Pemilik bus juga tidak bisa lepas tangan atas kesiapan armada serta awak busnya.
Bus
Senin, 29 Desember 2025 15:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Pegelola jalan tol juga perlu menambah rambu dan fasilitas keselamatan di titik rawan kecelakaan (Foto :Antara)


BUS-TRUCK - Belum satu minggu dari kecelakaan fatal sebuah bus di ruas tol Trans Jawa di wilayah Krapyak, Semarang (22/12), terjadi lagi kecelakaan yang melibatkan bus dan truk di ruas ruas Tol Batang Km.364 jalur B di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (24/12).

Kecelakaan di ruas jalan menuju arah Jakarta itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan empat mengalami luka-luka. 

Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, seperti dikutip dari Antara, menjelaskan bahwa bus pariwisata “The Sultan Agung” dengan nomor polisi H 7380 OA yang dikemudikan Khamim (46) itu diduga menabrak kendaraan yang berada di depannya.

Namun kendaraan yang ditabrak oleh bus melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas.

BACA JUGA

Kedua kecelakaan fatal yang melibatkan bus itu dalam pandangan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Polisi Agus Suryonugroho, mengingatkan lagi pentingnya pencegahan kecelakaan lalu lintas secara menyeluruh dan kolaboratif.

Menurut Irjen Polisi Agus, seperti juga dikutip dari Antara, kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi karena satu faktor tunggal, tetapi juga kombinasi antara faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan sehingga diperlukan pencegahan menyeluruh.

"Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Aparat kepolisian, operator jalan tol, perusahaan transportasi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bersinergi agar kejadian serupa tidak terulang, terlebih di masa libur panjang Nataru," ungkapnya pekan ini (23/12). 

Ketidakmampuan pengemudi dalam mengendalikan kecepatan kendaraan serta memahami kondisi rute yang akan dilewati sudah terbukti bisa mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. 

"Ini menjadi peringatan keras bahwa faktor kecepatan, kondisi pengemudi, serta kesiapan kendaraan sangat menentukan keselamatan di jalan," ucapnya.

Selain itu, Kakorlantas juga meminta para operator jalan tol dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan, termasuk penambahan rambu peringatan, pengaturan kecepatan, serta optimalisasi sistem pemantauan lalu lintas.

Baca juga: Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Baca juga: PO SAN: Mengemudi Bus Seharusnya Ada Sertifikasinya

Operator bus, Korlantas, Dishub, dan APM perlu lebih bersinergi untuk menekan kecelakaan yang melibatkan bus di jalan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Pengujian berkala pengemudi kendaraan umum semakin diperlukan 

Kejadian fatal yang menimbulkan korban jiwa itu bak mengingatkan uraian dari Catur Wibowo dari DSTC Defensive & Safety Driving Consulting beberapa tahun lalu (16/12). 

Pria penggiat dan instruktur defensive driving asal Bandung ini menyebutkan bahwa banyak kesalahan-kesalahan awal yang dilakukan pramudi atau pengemudi. 

Sebut saja, soal kesadaran akan batas kecepatan kendaraan. Padahal kesadaaran tentang kecepatan yang aman untuk laju sebuah kendaraan besar bisa mengurangi potensi tidak akuratnya cara mengemudi dari sopir.

Catur menerangkan lagi, kesadaran soal medan jalan dan kondisi kendaraan jadi penentu akan keselamatan di perjalanan. 

Begitu juga soal ‘jam terbang’ sering diyakini oleh banyak pengemudi kendaraan umum sebagai jaminan keselamatan nyata tidak bisa diterima begitu saja. 

"Dilihat dari segi attitude dan skill assasement, pengalaman bisa menjadi point tambahan, tapi bukan jadi kunci utama,” tegasnya.

Ia mengingatkan juga bahwa secara berkala pengemudi bus sebaiknya diverifikasi ulang atas kemampuan berkendara yang baik dan aman. Minimal setahun sekali, paling lama tiga tahun sekali. 

“Jika dalam periode tersebut ada yang masa ‘gagal’ uji kompentesi maka pengemudi tersebut tidak boleh mengemudi sampai semuanya bisa tahapan pengujian bagi yang bersangkutan bisa lulus semua,” wantinya.

Dipubgkaskan olehnya Catur lagi mengutamakan pelayanan prima termasuk soal keselamatan, merupakan kegiatan ‘di bawah sadar’ yang merupakan hasil pembekalan yang instensif bagi awak bus soal memberikan pelayanan terhadap penumpang. (EW)


Tags Terkait :
Bus Kecelakaan
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

1 jam yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu


Berita
Waspada, Operasi Patuh 2026 Incar Pelanggar Pakai ETLE

Lawan arus dan melanggaran rambu termasuk pelanggaran yang sering terjadi.

1 hari yang lalu


Truk
Regulasi Kendaraan Niaga Anti ODOL Sebenarnya Sudah Jelas

Penegakan regulasinya yang masih perlu diperhatikan oleh semua instansi terkait, termasuk saat pelakaan program Zero ODOL 2027.

1 minggu yang lalu


Bus
Sora Bus Hidrogen Versi Terbaru Kolaborasi Toyota dan Isuzu

Teknologi hidrogen dipadukan teknologi kendaraan listrik dalam satu paket bus kota.

2 minggu yang lalu


Bus
Kemenhub: Kecelakaan Bus Tertinggi Ketiga Nasional

Perusahaan otobus makin dituntut menerapkan standar pelayanan dan operasional armada sesuai regulasi nasional.

1 bulan yang lalu


Tips
Pilihan Aman Menurunkan Kecepatan Saat Melintas Jalan Berasap

Jalan yang terpapar asap tebal ataupun debu vulkanik merupakan medan yang berbahaya.

1 bulan yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

3 bulan yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

43 menit yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

1 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

3 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu