Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Hingga Maret 2025 Sudah Terjadi 222.602 Kecelakaan Melibatkan Angkutan Barang

Teknologi kendaraan komersial yang makin maju butuh juga regulasi operasional yang canggih.
Bus
Kamis, 8 Mei 2025 20:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Usia pakai kendaraan niaga perlu diatur lebih ketat lagi demi semakin jamin keselamatan. (Foto: Antara)


BUS-TRUCK – Dalam perjalanan satu minggu terakhir terjadi sejumlah kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial. Bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. 

Kecelakaan bus yang terguling di Padang Panjang, Sumatra Barat, kemudian ada sebuah angkutan kota di Purworejo hancur berantakan akibat ditabrak truk yang gagal menyalipnya. Dan ada juga sebuah truk boks harus dihantam KRL di wilayah Bojonggede, Bogor. 

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hananto Prakoso, dalam Diklat Pemberdayaan Masyarakat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan Angkatan V hingga XVI pertengahan April lalu (9-11/4), pernah menyoroti masih tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga.

Hananto menyebutkan, seperti dikutip dari Antara (13/4) data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Korlantas Polri sepanjang Januari 2024 sampai dengan Maret 2025 mencatat telah terjadi kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 222.602 kasus yang melibatkan kendaraan angkutan barang sebesar 10,25 persen.

BACA JUGA

"Artinya terdapat lebih dari 22 ribu kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan angkutan barang," ungkap Hananto. Keterangan ini belum menyebutkan data yang kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan penumpang berbagai ukuran. 

Banyak unggahan di media sosial yang ‘rutin’ menyabutkan adanya kecelakaan di jalur tol maupun arteri yang melibatkan bus, mikrobus, sampai angkutan kota. 

Jika bukan karena kelelahan, dugaan penyebab yang muncul adalah faktor klasik yaitu ‘rem blong’.  

Tidak berlebihan jika Hari Angkutan Nasional beberapa waktu lalu (14/4) patut digaungkan terus soal keselamatan berkendara. 

Baca juga: Kelangkaan Pengemudi Bus Sudah Di Tahap ‘Meresahkan’

Baca juga: 22 Ribu Laka Sampai Maret 2025 Melibatkan Kendaraan Angkutan Barang, Ini Strategi Kementerian Perhubungan

Perlunya revitalisasi UULLAJ No.22 Tahun 2009 

“Revitalisasi regulasi lalu lintas, seperti yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sangat penting untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman dan teratur. Kami mendukung langkah pemerintah mengenai truk ODOL (Over Dimension, Over Load), yang berkontribusi pada 12 persen kecelakaan lalu lintas,” ungkap Division Head of Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga.

Sejurus kemudian Rian juga menyebutkan bahwa pembenahan regulasi itu harus sinkron antara regulasi pusat dan daerah untuk memastikan implementasi yang konsisten. 

Kehadiran kendaraan niaga yang makin canggih butuh regulasi di jalan raya yang lebih modern juga (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Hal serupa juga diutarakan oleh Head of Customer Service and Parts (CSP) Commercial Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) Faustina. Dihubungi beberapa waktu lalu (24/4), ia juga mencontohkan kebutuhan yang mendesak soal penertiban truk Over Dimension Overloading (ODOL) agar semakin tercipta upaya peningkatkan keselamatan dan menjaga kualitas infrastruktur jalan. 

“Penerapan aturan ini tentu membutuhkan masa transisi dan sosialisasi, namun sejalan dengan visi jangka panjang untuk sistem transportasi barang yang lebih aman dan berkelanjutan,” jabar Faustina. 

Ia kemudian juga menaruh harapan kalau revitalisasi regulasi tersebut juga mencakup pengetatan standar layanan dan keselamatan bagi kendaraan umum. 

Tidak lupa, harapan juga ditaruh pada adanya upaya merevisi dan memperkuat aturan soal kelaikan dan keselatam di jalan itu.  “Misalnya terkait kelayakan jalan bus, pembatasan jam kerja pengemudi, dan persyaratan teknis kendaraan,” sebutnya. 

Tujuannya, agar pembaruan regulasi bisa menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan penumpang. 

“Kecelakaan truk dan bus kerap dipicu oleh faktor kelalaian perawatan kendaraan dan kelelahan pengemudi. Oleh karena itu, revitalisasi aturan perlu menyentuh hal-hal krusial semacam wajib perawatan berkala untuk armada niaga dan penerapan safety management pada operator angkutan,” pungkas Faustina. (EW)

Kini sudah ada bus dengan fitur ADAS, regulasi jalan raya perlu mengejar ketertinggalannya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Regulasi soal kondisi darurat bus ataupun truk listrik bisa dibilang belum ada di Indonesia (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Kecelakaan Bus Truk
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Tips
Ingat Selalu, Perlintasan KA Adalah Area Berbahaya

Kecelakaan fatal di Bekasi Timur ingatkan bahaya perlintasan KA. Tips aman melintas perlintasan kereta api dari pakar SDCI dan data 3.703 titik sebidang KAI 2026.

5 bulan yang lalu


Truk
Penyebab Kecelakaan Bus dan Truk Tak Sesederhana Rem Blong, Ini Penjelasan KNKT

KNKT ungkap rem blong hanyalah gejala akhir dari kelalaian teknis. Hino dan KNKT dorong inspeksi harian demi keselamatan bus dan truk di jalan raya

1 tahun yang lalu


Truk
Tetap Melintas Ketika Palang Pintu Kereta Turun, Siap-Siap Dituntut PT KAI

Selalu utamakan perjalanan kereta api di perlintasannya.

1 tahun yang lalu


Truk
Truk Terobos Palang Kereta Akibatkan Kecelakaan Dan Meninggal Dunia, PT KAI Tempuh Jalur Hukum

Kejadian berulang, akibat anggap remeh perlintasan kereta api.

1 tahun yang lalu


Bus
Korlantas Polri: Korban Kecelakaan Mayoritas Kaum Pria

Kecelakaan di jalan terjadi berawal adanya pelanggaran aturan lalu lintas

1 tahun yang lalu


Berita
Perhatian, Jalur Kereta Api Harus “Steril”!

Termasuk juga perlintasan sebidang, harus mengutamakan rangkaian kereta api

2 tahun yang lalu


Berita
PT KAI Proses Hukum Pramudi Truk Penyebab Laka Di Lintasan Kereta Api Di Jogja

Melintasi perlintasan sebidang harus mengutamakan rangkaian kereta api

2 tahun yang lalu


Berita
Lagi, Pengemudi Bus Abai Bikin Nyawa Penumpang Melayang

Di perlintasan kereta api harus mengutamakan kereta yang akan melintas

2 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

2 jam yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

2 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

5 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu