Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Lebih Dekat Lagi Dengan Sasis “Space Frame”

Hanya bisa ditujukan pada sasis jenis ‘buggy’
Bus
Senin, 10 Juni 2024 19:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Saat ini umumnya sasis bus baru, khususnya yang untuk segmen big bus, mengadopsi jenis “space frame”. Secara sederhana sasis ini punya sejumlah keunggulan dibandingkan jenis sasis “ladder frame”.

Walaupun sasis konvensional itu dikenal kokoh, namun bobotnya tidak bisa dianggap remeh. Sekaligus juga ternyata juga tidak bersahabat dengan ketersediaan ruang bagasi yang justru saat ini banyak diutilisasi oleh banyak perusahaan otobus sebagai opsi pemasukan dengan mengangkut barang layanan ekspedisi.

Desain dasar dari “space frame” yang diawali pendekatan teknik bernama “Thethraderal Geomtery” itu  merupakan rangkaian struktur tulang besi yang saling terhubung satu sama lain dengan bertumpu pada sambungan antar bilah besi itu.

BACA JUGA

Karakternya punya daya topang yang lebih kuat karena beban bisa terbagi lebih merata ke semua struktur besi. Selain itu, tiap bagian dari struktur susunan besi itu lebih fleksibel dalam menahan beban karena secara dinamis karena mampu menyesuaikan tekanan beban dalam waktu yang berbeda secara simultan.

Dari sisi penempatan bodi kreasi karoseri juga jadi lebih mudah. Sebab sasis modular tersebut secara fleksibel dibangun menyesuaikan desain bodi bus yang akan ditumpangkan di atasnya. Struktur rangka bodi bisa langsung ditumpukan pada sasis setelah disesuikan spesifikasi teknisnya berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Sasis jenis "space frame" bisa menyediakan ruang bagasi yang berlipat kali lebh luas dibandingkan sasis jenis "ladder frame"

Desain bodi 'combi' bisa diwujdukan dengan sasis buggy

Bus dengan sasis modular memungkinkan desain bodinya lebih 'canggih' dan 'kompleks'

Sasis bawaan pabrik tidak boleh dimodifikasi

Tentu saja, sasis “space frame” nyata efektif bisa menyediakan ruang bagasi yang semakin luas karena tidak ada lagi penghalang ‘tulang besi’ sebagaimana ditemu pada sasis “ladder frame”. Sasis “space frame” tetap terjaga kekokohannya karena tidak perlu ada yang ‘dipotong’ pada struktur dasarnya untuk membuat ruang bagasi lebih lapang.

Hal ini didukung oleh konsiderasi pihak APM sasis bus yang ada di Indonesia yang ‘sepakat’ untuk tidak dilakukan pemotongan atau modifikasi pada struktur dasar sasis bus.

Pihak karoseri tentu semakin ‘kreatif’ dalam mendesain bodi bus. Sebagaimana diungkapkan oleh M. Thoyib, Bus Bodybuilder Advisor PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia saat dihubungi lewat surat elektroniknya beberapa waktu lalu (27/5).  

Dirinya menjelaskan bahwa kini pihak karoseri tinggal fokus pada soal desain bodi yang sesuai rekomendasi teknis pihak APM sasis dan juga regulasi teknis kendaraan komersial yang  berlaku di Indonesia. “Untuk kalau bodi ‘SHD’ di ketinggian maksimalnya 3.9 meter dan UHD 4,0- 4.1 meter yang mana itu  di pengaruhi oleh GVW dan konstruksi sasis terutama di bagian suspensi,” urainya.

GVW merupakan singkatan dari “Gross Vehicle Weight” alias jumlah berat bruto, berat operasional maksimum dari sebuah kendaraan sebagaimana dinyatakan oleh produsen, yang meliputi berat sasis, bodi, mesin, cairan mesin, bahan bakar, aksesoris, pengemudi, penumpang, dan kargo namun tidak termasuk berat kereta gandengnya.

Sejurus kemudian dilanjutkan penegasannya oleh M. Thoyib, dalam rancang bangun bodi bus, misalnya model SHD, hal yang perlu di perhatikan adalah GVW dan sistem suspensi. “(Justru) bukan semata pada konfigurasi mesin apakah di depan atau di belakang. Tapi memang rata-rata bus mesin depan hanya memiliki  GVW maksimal di 16 ton dan suspensi model leaf spring dan air suspension model narrow. Sedangkan bus SHD idealnya memiliki GVW di atas 16 ton dan air suspension model wide  seperti di sasis O500 RSD 2445 Maxi,” pungkasnya.

Baca juga: Ubah Bodi Bus Tidak Bisa 'Ngawur'

Baca juga: Mau Beli Bus Baru Mercy? Ini Panduannya…

Regulasi rancang bangun bodi bus di Indonesia

Sasis Mercedes-Benz OH 1626L dan O500RSD 2445 merupakan sasis jenis "buggy"

'Kandang Macan' di tengah bodi karya karoseri Tentrem hanya bisa dilakukan pada sasis "space frame"

Baca juga: Bagaimana Mercedes-Benz Dan Karoseri ‘Ngobrol’ Desain?


Tags Terkait :
Sasis Bus Bigbus Spaceframe Mercedesbenz Dcvi Karoseri Akap Akdp Regulasi Kir Kemenhub Korlantas Dishub Indonesia Buggy
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Ini Kategori Sasis Bus Mercy Di Pasar Indonesia

Terus diupayakan peningkatan kandungan lokal

1 tahun yang lalu


Bus
Mengapa Belum Ada Medium Bus Listrik Di Jalur Transjakarta? Ini Jawabannya

APM sudah siap dengan produk.

8 bulan yang lalu


Bus
Mercedes-Benz OF 917 4x2: ‘Kuda Hitam’ Di Rute AKDP

Bisa ‘bersaing’ dengan sasis big bus

1 tahun yang lalu


Bus
Dealer Asal Bandung Ini Paling Banyak Merilis Bus Mercedes-Benz Pada Tahun 2024

Model truk paling laris di wilayah Kalimantan Timur

11 bulan yang lalu


Bus
Masih Gres, Segini Biaya Sewa Jetbus 5 PO Travelink di Bali

Dipatok lebih mahal?

2 tahun yang lalu


Bus
Inilah Para Jawara Sasis Bus 2024

Penjualan 2024 sempat mengalam kontraksi, penjualan 2025 'dihadang' PPN 12 persen

1 tahun yang lalu


Berita
GIIAS 2024: Tampilan Medium Bus Makin Maksimum

Desain pada bus besar tidak bisa diaplikasikan pada medium bus, bahkan kadang harus desain dari nol lagi

1 tahun yang lalu


Bus
Jetbus 5 PO Travelink Resmi Wara-wiri di Bali

Genapi jadi 20 armada

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Hari Ini Saja, Naik Transjakarta Bayar Rp1 Untuk Semua Rute

Tarif Rp1 Transjakarta semua rute hari ini berlaku untuk BRT dan Non BRT, rayakan Hari Angkutan Nasional 2026 hingga 23.59 WIB.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu


Bus
Ini Tiga Dealer Terbaik Mercedes-Benz Untuk Segmen Bus Dan Truk

DCVI umumkan dealer terbaik Mercedes-Benz bus truk 2025: PT Star Wagen Indonesia juara umum, Citrakarya Pranata sasis bus terlaris, Mas Auto Germania Axor unggul.

3 hari yang lalu


Truk
Auto2000 Ubah Toyota Dyna Jadi Klinik Berjalan

Auto2000 ubah Toyota Dyna jadi klinik berjalan MOKES2000 untuk layanan kesehatan dasar dan edukasi medis di wilayah terpencil. Program CSR target 14 kegiatan 2026.

6 hari yang lalu