Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Bus Listrik Lokal Punya Keunggulan Bersaing Dari Produk Impor

Bus listrik lokal seperti PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan PT INKA dan keduanya sudah memproduksi bus listrik nasional dalam skala prototipe.
Bus
Rabu, 2 Desember 2020 16:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Bus listrik di Indonesia didukung lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang membahas tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

Hal ini yang membuat beberapa perusahaan turun di segmen ini. Termasuk pemain lokal seperti PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan PT INKA. Keduanya sudah memproduksi bus listrik nasional dalam skala prototipe.

Secara peta persaingan, bus listrik lokal akan menghadapi pesaing impor yang juga sudah hadir di Indonesia sebagai bagian armada bus kota.

Seperti merek BYD dan Skywell asal Tiongkok yang dioperasikan Transjakarta. Lalu akan ada Edison Motors dari Korea Selatan untuk angkutan bandara Damri.

BACA JUGA

Baik perusahaan asal Tiongkok dan Korsel itu sudah lebih dulu memiliki produk massal yang tidak hanya mengisi pasar domestik, tapi juga global.

Meski begitu, menurut Dr. Ir. Riyanto M.Si selaku Senior Researcher LPEM-FEB UI ada keunggulan tersendiri yang bakal dimiliki pabrikan bus listrik lokal, khususnya saat bersaing di level domestik.

Keunggulan itu ada dari sisi harga jual yang bakal lebih kompetitif. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para operator untuk memilihnya. "Harga (bus listrik) impor nggak akan kompetitif. Kalau mahal tidak akan dipilih," katanya.

Menurutnya hal tersebut hadir lewat Peraturan Presiden mengenai pemberian insentif dari kendaraan listrik itu berkandungan lokal (TKDN).

"Ada Perpres dan aturan lainnya yang mengatur insentif kendaraan listrik yang punya kandungan lokal. Harga produk impor nggak akan kompetitif. Kalau mahal mungkin tidak dipilih," ucapnya beberapa waktu lalu.

Toh demikian, bukan berarti produk merek luar akan jauh lebih mahal. Karena insentif TKDN juga berlaku untuk produsen global yang membangun fasilitas dan menggunakan banyak kandungan lokal di Indonesia.

"Supaya mendapat insentif, nantinya hal ini banyak memicu manufaktur yang membangun jaringannya di sini. Hal ini akan membawa pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia," tutup Riyanto.


Tags Terkait :
Bus Listrik Mobil Anak Bangsa Bus Listrik Nasional Bus INKA Bus Listrik BYD Transjakarta
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Toshiba Sukses Ujicoba Bus Listrik dengan Teknologi Baterai Pengisian Cepat di Bandara Haneda

Dalam pengujian bus listrik ini, Toshiba mengembangkan teknologi pengisian ulang cepat baterai wireless berkapasitas 44 kW.

9 tahun yang lalu

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

1 hari yang lalu

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

1 hari yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu


Berita
GIIAS 2026 Hadirkan Puluhan Merek Mobil dan Kendaraan Niaga Baru

GIIAS 2026 ICE BSD digelar 30 Juli-6 Agustus 2026 dengan 63 merek kendaraan, termasuk mobil penumpang dan niaga baru dari Leapmotor, Changan, serta Farizon.

6 hari yang lalu


Bus
Interior Bus Pariwisata Makin Mewah Sekaligus Nyaman

Karena permintaan layanan bus non reguler makin meningkat.

1 minggu yang lalu


Mobil Listrik
Insentif Mobil Listrik Dinilai Perlu Menyasar Bus, Truk, dan Logistik

Periklindo mendorong pemerintah memperluas insentif kendaraan listrik hingga ke sektor komersial seperti bus, truk, dan kendaraan logistik guna menekan emisi karbon serta mengurangi subsidi BBM.

1 minggu yang lalu


Berita
SAG Luncurkan Van Listrik Max dan Perkenalkan REEV Bus di Busworld 2026

Peluncuran SAG Max van listrik di Busworld 2026 menjadi fokus PT SAG yang juga memperkenalkan REEV Bus sebagai solusi transportasi rendah emisi di Indonesia.

1 minggu yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

1 hari yang lalu

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

1 hari yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

1 hari yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu