Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Parlemen Eropa Batalkan Regulasi ‘Full’ EV Tahun 2035

Masih ada harapan ada produk ICE terus diproduksi selepas tahun 2035
Berita
Sabtu, 20 Desember 2025 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Pabrikan Eropa dipaksa membuat mobil listrik yang harganya lebih terjangkau (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Wilayah Eropa memang dikenal sebagai pasar otomotif yang paling ketat dalam hal regulasi emisi. Salah satu buktinya adalah keputusan untuk tidak lagi ada kendaraan baru bermesin diesel maupun petrol di tahun 2035. 

Namun program yang sudah berjalan sejak tahun 2023 itu ternyata harus dihentikan, setidaknya untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, pabrikan otomotif Eropa diwajibkan menekan emisi sampai 90 persen sekaligus mesin fosil mereka bisa pakai bahan bakar berkategori e-fuel maupun bio fuel. Seperti dkutip dari Euronews (16/12).

Pabrikan Eropa juga diperkenankan untuk melanjutkan berbagai program pengembangan kendaraan plug-in hybrids, mild hybrid, ICE, serta boleh mengadopsi modul penambah jarak tempuh setelah tahun 2035. 

Bukan hanya itu, pengembangan kendaraan listrik murni serta hidrogen tetap terus didorong dengan rencana lanjutan untuk pemberian insentif yang disebut sebagai “super credit”. Salah satu tujuannya agar pabrikan di Benua Biru bisa juga merilis kendaraan dimensi kecil dengan harga yang lebih terjangkau asalkan diproduksi di Eropa. 

BACA JUGA

“Pada dasarnya kami tetap konsisten untuk mewujudkan mobilitas tanpa emisi, namun kali ini mengakomodir kepetingan pabrikan untuk bisa mememenuhi target pengurangan emisi karbon atas produk mereka dalam proses yang paling efisien,” ungkap anggota Climate Action Commisioner, Wopke Hoekstra. 

Kebijakan ‘win-win’ kali ini dianggap Wopke bisa semakin memudahkan pihak pabrikan untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan secara lebih keluasa. 

Standar emisi produk kendaraan asal Eropa akan ditekan sampai tingkatan 90 persen (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Keputusan tersebut juga membuka peluang hadirnya produk kendaraan bermotor selain bertenaga listrik untuk tetap bisa dipasarkan selepas tahun 2035. Dengan begitu, konsumen juga akan dimudahkan dalam memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan. 

Seperti diketahui, pabrikan asli Eropa sejatinya kedodoran menghadapi produk non fosil dari Tiongkok yang penjualannya meningkat terus. 

Sebab ternyata ditengarai juga, pabrikan utama Eropa yang berada di wilayah Jerman maupun Italia tidak cukup mampu menghadap gempuran produk tenaga listrik asal Tiongkok. 

Salah satu indikasi nyatanya adalah rencana penutupan salah satu pabrik VW di Dresden, Jerman, yang sudah beroperasi selama 88 tahun. 

Uniknya, pabrikan yang asal Prancis dan Spanyol justru menginginkan regulasi soal tenggat waktu produksi mobil non listrik di 20235 tetap diteruskan. Dengan catatan perlu dukungan lebih besar bagi produk-produk otomotif asal Eropa. (EW)


Tags Terkait :
Regulasi Ev Eropa
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Jeep Bakal Hadir Kembali Di Tiongkok

Stellantis dan Dongfeng Group menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 15 Mei lalu yang akan memperluas produksi kendaraan energi baru (NEV) merek Peugeot dan Jeep di China.

10 jam yang lalu


Berita
Ekspansi Besar BYD dan Ambisinya di Industri Kendaraan Listrik

Ekspansi global BYD kendaraan listrik cetak penjualan 4,6 juta unit dan ekspor 1 juta unit 2025. Strategi multi-brand jangkau segmen entry hingga premium.

3 minggu yang lalu


Van
Tahun 2028 Kendaraan Komersial Ringan Di Tiongkok Harus Pakai Rem Canggih

Ini sistem pengereman otomatis yang biasanya terpasang di mobil penumpang

3 bulan yang lalu


Berita
Ini Perkiraan Nama-Nama Merek EV Tiongkok Yang Akan Bertahan Pasca 2030

Inovasi produk, pengembangan teknologi, sampai produksi lokal di luar negeri jadi faktor kunci.

4 bulan yang lalu


Berita
Parlemen Eropa Batalkan Regulasi ‘Full’ EV Tahun 2035

Masih ada harapan ada produk ICE terus diproduksi selepas tahun 2035

4 bulan yang lalu


Berita
Berkeliling Dunia Pakai ID. Buzz, Ditolak Masuk Iran Hingga Kesulitan Di China

Tujuan akhir agar tercatat di Guinness World Record, keliling dunia dengan mobil listrik.

6 bulan yang lalu


Berita
Resmi Dijual, Mini EV Ini Disebut Land Rover Defender Versi Mungil

Dacia yang merupakan anak perusahaan dari Renault meluncurkan EV bernama Hipster.

7 bulan yang lalu


Berita
Chery Masuk Ke Pasar Inggris Bulan Ini, Bersaing Dengan Geely Dan Changan

Beriringan dengan masuknya Omoda dan Jaecoo.

10 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Chery Q Meluncur Hari Ini, Begini Spesifikasinya

Spesifikasi Chery Q Indonesia mencakup dimensi panjang 4.195 mm, lebar 1.811 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Hatchback EV ini dirancang lincah untuk penggunaan perkotaan.

1 jam yang lalu


Berita
Detik-Detik Peluncuran Mobil Baru BYD Di Indonesia

Peluncuran BYD M6 DM Indonesia semakin dekat setelah situs resmi BYD mencantumkan model PHEV baru ini. Teaser menunjukkan peluncuran hari ini pukul 18.00 WIB.

1 jam yang lalu


Berita
Dua Model Ini Akan Menjadi Tumpuan Honda Di Masa Depan

Honda tetap bersaing dalam teknologi elektrifikasi lewat kehadiran beberapa line up hybrid mereka di masa depan.

2 jam yang lalu


Bus
Bodi Grantour Semakin Banyak Populasinya

Bodi Grantour Hino Bus 115 SDBL semakin populer di kalangan operator pariwisata, menjawab kebutuhan armada medium dengan desain nyaman dan efisien.

3 jam yang lalu


Mobil Listrik
VW Golf EV Ditunda Peluncurannya, Kemungkinan Baru Hadir 2030

VW Golf EV ditunda peluncuran 2030. Volkswagen menggeser rencana peluncuran hatchback listrik ikonik ini dari semula 2028 menjadi paling cepat 2030, kata CEO Thomas Schäfer.

6 jam yang lalu