OTODRIVER - Renault menyatakan bahwa EREV (Extender Range Electric Vehicle) adalah sebuah solusi masa depan. Hal ini disampaikan oleh CEO Renault, François Provost, kepada media Eropa.
Mengutip dari Thedrive.com.au, Provost menyoroti bahwa kendaraan plug-in hybrid yang ada saat ini terlalu bergantung pada kinerja mesin bensinnya dari pada sistem penggerak listriknya, sehingga menghasilkan polusi yang lebih besar.
Sebaliknya, Provost menguraikan rencana produk masa depan untuk Renault dengan memberikan jarak tempuh lebih jauh dengan menambahkan mesin bensin kecil sebagai generator pengisian (EREV ke platform mobil listrik yang telah banyak diinvestasikan oleh merek tersebut.
Visi Provost akan melindungi investasi besar Renault dalam teknologi listrik, tetapi menambahkan generator bensin akan memberi nilai tambah berupa jangkauan jarak yang lebih panjang dan juga lebih fleksibel dalam pengunaan daya.
Saat ini Renault memiliki kemitraan yang kuat dengan Geely, salah satunya dengan membuat kerjasama untuk menghasilkan mesin 1.500cc kompak yang sangat efisien dan cocok ditandemkan sebagai mesin generator.
EREV pada dasarnya adalah mobil hybrid yang kurang lebih punya prinsip pengisian daya yang sama dengan PHEV.
Hanya saja pada EREV mesin hanya berfungsi sebagai generator dan mobil sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik (electric driven).
Jenis hybrid yang digunakan adalah model series seperti yang digunakan oleh Nissan melalui e-Power. Hanya saja EREV memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dan juga baterainya bisa dicharge.
Dengan hybrid model series ini, menghasilkan sensasi berkendara serasa mobil listrik namun tetap memiliki mesin bensin sebagai salah satu sumber pengisian bagi baterainya.
Saat ini EREV merupakan salah satu model hybrid yang tengah banyak dikembangkan pada produk-produk mobil China. Bahkan BAIC juga membuat SUV EREV dengan sasis tangga yakni BJ40e yang diklaim mampu diajak off-road pada tingkat serius.
Berbincang mengenai konsep EREV ini, General Motors (GM) sering dianggap sebagai yang mempopulerkannya.
Pada 2010, GM meluncurkan Chevrolet Volt yang menggunakan mesin bensinnya hanya sebagai generator saja. (SS)
