Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ini Perkiraan Nama-Nama Merek EV Tiongkok Yang Akan Bertahan Pasca 2030

Inovasi produk, pengembangan teknologi, sampai produksi lokal di luar negeri jadi faktor kunci.
Berita
Rabu, 31 Desember 2025 15:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Untuk pasar Indonesia masih akan masuk lagi sejumlah nama baru pabrikan Negeri Tirai Bambu di tahun 2026 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Kalau melihat masifnya ekspansi pabrikan EV dari Tiongkok setidaknya setahun dua tahun ini, masih ada yang bertanya bagaimana itu semua bisa terjadi dengan begitu banyak jenama yang kemudian muncul. 

Meski tidak pernah disampaikan secara resmi namun kehadiran 500 startup yang fokus membangun EV tak lepas dari peran pemerintah Tiongkok sendiri yang menjadi penyandang dana awal.

Selain itu, ekspansi tersebut merupakan bagian dari rencana strategis pemerintah Tiongkok untuk hadir sebagai kekuatan baru di peta industri otomotif dunia.   

Namun mulai tahun 2025 nampaknya seleksi alam atas keberadaan pabrikan mobil listrik Tiongkok sudah mendekati masa penentuan. Akan ada jenama dan pabrikan yang bakal hilang sama sekali. 

BACA JUGA

Dikutip dari laman Channel News Asia (28/12), Stephen Dryer yang merupakan petinggi firma konsultasi bisnis otomotif AlixPartners menyebutkan bahwa sampai bulan Juli 2025 hanya ada 25 merek otomotif Tiongkok yang masih bisa meraup keuntungan bisnis sampai lima tahu ke depan. 

Angka 25 jenama itu merupakan 10 persen dari populasi merek otomotif yang asli Tiongkok sampai saat ini. 

Salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemerintah Tiongkok sendiri yang mulai mengetatkan pengawasan industri serta akses pembiayaan terhadap pabrikan dalam negeri mereka. Beragam subsidi perpajakan maupun tarif semakin terus dikurangi. 

Disebutkan pula bahwa produksi kendaraan baru, dengan beragam jenis dapur pacu, yang kini angkanya masih jutaan unit diperkirakan bakal berada pada posisi angka konservatif sekitar 750 ribuan unit. 

Banyak pabrikan sudah tidak lagi beroperasi 

Akibat pengetatan insentif dan regulasi turunannya membuat sejumlah pabrikan Tiongkok memang akhirnya sudah ada yang gulung tikar. Bahkan untuk menembus pasar otomotif dalam negeri mereka sendiri tidak mampu.

Beberapa merek yang sudah tidak aktif lagi dalam setahun ini, dikutip dari laman EVBoosters, seperti HiPhi, WM Motor, Byton, LeEco EV, Saleen China, Singulato Motors, Levdeo, Bordrin Motors, dan Qiantu Motors. Penyebabnya mulai dari tidak mampu memenuhi target industri sampai mundurnya investor. 

Diperkirakan masih ada sekitar 450 merek lagi akan hilang dari peredaran sampai tahun 2030.

Nama-nama seperti yang banyak dipercaya bisa bertahan, bahkan terus berkembang pesat, antara lain; GAC Motors, Seres, Xpeng, BYD, Changan, Nio, Geely, Zeekr, Aito, Avatr, IM Motors, Xiaomi, Denza, Li Auto, Leapmotor, Chery, JAC Motors, Hozon Auto (Neta), SAIC, maupun GAC Motors. 

Merakit model tertentu di negara tujuan ekspor jadi strategi wajib dari merek Tiongkok untuk bertahan (Foto : Otodriver)

Jenama yang bisa bertahan itu akibat strategi yang nyata sukses seperti melakukan produksi lokal di luar Cina. Selain itu juga didukung damak dari menjalani kolaborasi secara aktif dengan pabrikan lain non Tiongkok juga disebut sebagai langkah cerdas untuk lebih dari sekadar bertahan di pasar.  

Terlebih lagi industri pendukung di Tiongkok yang berada di segmen NEV (New Energy Vehicle) nampak terus berinovasi gilan-gilaan. Sebut saja biaya produksi membuat baterai EV masih yang terrmurah di dunia. Termasuk masih banyaknya temuan baru soal performa dan dimensi baterai untuk EV.  

Kemudian waktu rata-rata pengembangan satu model mobil dari tahap prototype sampai produksi massal dari pabrikan Tiongkok juga masih tercepat di dunia yaitu 18 bulan. Pabrikan Eropa masih berada di rerata waktu 36 bulan. (EW)   

Memasarkan produk yang sesuai karakter pasar negara tujuan ekspor merupakan pelajaran dari pabrikan Jepang dan Eropa yang sukses diikuti banyak pabrikan asal Cina (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Ev Tiongkok
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.

4 jam yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga Jaecoo Terbaru (Februari 2026)

Jaecoo membawa tiga model untun dipasarkan di tanah air. Berikut daftar harganya.

1 hari yang lalu


Berita
Ini Dia Model Dari Subbrand Baru BYD, Linghui

Sub-brand anyar BYD, Linghui, resmi merilis gambar perdana model pertamanya, Linghui e9.

1 hari yang lalu


Berita
Crossover Listrik Terbaru Dari BYD Segera Meluncur, Simak Bocoran Spesifikasinya

BYD segera menambah line up EV mereka dengan merilis satu model crossover.

1 hari yang lalu


Berita
Nikmati Potongan Harga Aion Selama Gelaran IIMS 2026 Berlangsung

Aion Indonesia memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

1 hari yang lalu

Berita
Satu Lagi Dari Mobil Listrik Indomobil, Leapmotor Akan Rilis Tahun Ini

Diyakini akan memperbesar pasar mobil listrik nasional meskipun tanpa insentif spesial lagi.

1 hari yang lalu


Berita
DFSK Perkenalkan Logo Baru, Akan Ada Produk Baru?

Optimalisasi pabrik ditegaskan bakal lebih meningkat di tahun 2026

1 hari yang lalu


Berita
China Resmi Larang Penggunaan Handle Pintu Elektrik, Diperkirakan Akan Mempengaruhi Desain Mobil Dunia

China larang handle pintu elektrik mobil listrik 2027. Aturan baru wajibkan gagang mekanis eksterior dan interior demi keselamatan pasca-kecelakaan, potensi ubah desain global.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Volvo EX30 Varian Terjangkau Menarik Perhatian, Begini Spesifikasinya

Volvo menghadirkan varian baru EX30. Spesifikasinya menarik.

2 jam yang lalu


Berita
Melihat Dua Pabrikan Besar Dari Iran, Pernah Jadi Penghasil Mobil Terbesar Ke 13 di Dunia

Pabrikan mobil terbesar Iran, IKCO dan Saipa, kuasai 94% produksi domestik. Iran jadi produsen ke-13 dunia dengan 1,3 juta unit pada 2024.

3 jam yang lalu


Berita
China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.

4 jam yang lalu


Pikap
Tata Yodha Pernah Dijual Di Indonesia Dengan Nama Xenon Pick Up, Mesinnya Sama Dengan Mahindra

Tata Yodha Xenon pick up Indonesia: Pernah dijual sebagai Xenon pada 2016 dengan mesin diesel 2.2L sama Mahindra Scorpio, opsi 4x2/4x4.

6 jam yang lalu


Berita
Double Cabin Listrik Dari Geely Bakal Dirakit Di Thailand

Geely Riddara pertimbangkan rakit double cabin listrik di Thailand usai peluncuran pikap RD6 Oktober 2024.

7 jam yang lalu