Langsung ke konten

Tabrakan Beruntun Bisa Dihindari Dengan Menjaga Emosi

Kalau ada kendaraan di belakang yang terlalu dekat segera diberi jalan.

Tips Rabu, 7 Oktober 2026 19:00 WIB
Tips - Tabrakan Beruntun Bisa Dihindari Dengan Menjaga Emosi
Setiap pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan berjalan beriringan, baik di tolmaupun jalur arteri (Foto : Antara)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Akhir-akhir ini seperti sebuah kejadian rutin munculnya tabrakan beruntun, baik di jalur tol maupun di jalan arteri. 

Untuk kecepatannya, diduga terlalu tinggi, ada juga tabrakan beruntun yang terjadi di rerata kecepatan laju yang normal untuk dalam kota.

Hal yang lebih menyedihkan, dampak dari sebuah tabrakan beruntun juga nyata bisa menimbulkan korban jiwa.

Padahal idiom menjaga Jarak dan menjaga kecepatan di berbagai kjondisi lalu linta semestinya sudah terlalu sering didengar. Namun toh, tabrakan beruntun termasuk salah satu kejadian yang tinggi frekuensinya.

Satu pertanyaan yang kemudian mengemuka, apa yang sebenarnya muncul di benak seorang pengemudi ketika tidak bisa menjaga jarak dan kecepatan antar kendaraan sebelum terjadi tabrakan beruntun?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menyebutkan kalau ada pengemudi yang tak bisa menjaga jarak dalam satu kesempatan karena sedang mengalami meningkatnya adrenalin. "Pada saat itu dianggap tidak ada masalah karena tidak pernah betfikir risiko terburuk," ungkap Sony hingga kemudian menurutnya terjadilah satu kondisi dimana sang pengemudi akhirnya tidak mampu mengantisipasi pengereman mendadak kendaraan di depannya sehingga terjadilah tabrakan.

Sony menjelaskan lagi, kecepatan dalam merespon secara visual dan motorik seorang pengemudi terhadap nyala lampu rem kendaraan di depannya tidak bisa sama untuk setiap pengemudi. "Respon masing-masing pengemudi berbeda tergantung usia, kelelahan, fokus, waktu dan kesiapan  bereaksi. Namun hal bisa dipastikan, jika berkendara hanya mengandalkan respon reaktif jelas risiko bahayanya tinggi," wanti Sony lebih lanjut.

Foto - Tabrakan Beruntun Bisa Dihindari Dengan Menjaga Emosi
Memegang gawai saat mengemudi, walaupun di kecepatan rendah, terlebih saat melaju beriringan, punya potensi kecelakaan fatal (Foto : Otodriver )
Foto - Tabrakan Beruntun Bisa Dihindari Dengan Menjaga Emosi
Reaksi dalam pengereman bisa berbeda antar pengemudi, jaga jarak dan kecepatan masih jadi tindakan efektif hindari tabrakan beruntun (Foto : Antara)

Untuk itulah ia mengingatkan lagi penting kewaspadaan dan kontrol emosi selama berkendara, termasuk ketika mendapati ada kendaraan lain di belakang yang posisinya menguntit atau sering disebut juga tail gating.

Jika mendapat kondisi seperti itu, Sony menyarankan untuk menurunkan kecepatan dan segera atau berpindah lajur, karena tailgating sebenarnya merupakan reaksi pengemudi di belakang agar dibukakan jalur untuk mendahului.

Agar melaju beriringan lebih aman, masih menurut Sony, diperlukan pemahaman yang bisa dimengerti oleh sesama pengendara dalam sebuah rangkaian. Jangan sampai menyampaikan pesan ke pengendara lain yang tidak jelas, misalnya menyalakan lampu hazard, "Fokusnya bukan salahnya menyalakan hazard, tapi kalua komunikasinya yang tersampaikan enggak bisa dipahami oleh pengemudi di belakang malah bisa berbuntut timbulnya kecelakaan."

Lampu hazard jelas hanya perlu dinyalakan dalam kondisi darurat, sementara berjalan beriringan secara normal bukanlah kondisi darurat.

Dipungkaskannya, setiap pengemudi yang sedang berjalan beriringan wajib memperhatikan situasi lalu lintas yang sedang berlangsung. Perhatikan selalu kecepatan yang dianggap aman serta jarak antar kendaraan yang memadai jika ada kendaraan lain di depan yang melakukan pengereman atau mengurangi kecepatan secara drastis. (EW)

Foto - Tabrakan Beruntun Bisa Dihindari Dengan Menjaga Emosi
Konvoi butuh kesadaran lebih tinggi dalam memantau situasi lalu lintas dan posisi kendaraan di depan serta di belakang (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

#tabrakanberuntun #safetydriving

Erie W. Adji
Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.