Toyota Mulai Rasakan Tren Penjualan Online

Toyota Mulai Rasakan Tren Penjualan Online

Pandemi virus Corona alias Covid-19 mendorong kebiasaan baru orang-orang untuk lebih banyak melakukan transaksi berbasiskan daring. Hal ini juga terjadi di indsutri otomotif. PT Toyota Astra Motor (TAM), menjadi salah satu yang merasakan pergeseran tren ini.

"Melihat situasi dari satu samapai dua bulan ini, saya rasa (interaksi) digital tidak bisa lepas dari dunia otomotif apalagi soal penjualan dan bahkan servis," terang Direktur Pemasaran TAM, Anton Jimmi Suwandy, Jumat (15/5) dalam telekonfrens bersama rekan media.

(Baca juga: Diterjang Pandemi, Penjualan Online Honda Meningkat)

 

Dia menambahkan kalau interaksi di dunia digital ini juga mulai melebar ke semua lapisan konsumen dan beragam aktivitas. Jika sebelumnya kebanyakan anak muda, kini konsumen dengan demografi di atasnya pun mulai banyak yang memanfaatkan kanal digital untuk mencari informasi, berkomunikasi, bahkan melakukan transaksi.

Peralihan transaksi ke kanal digital ini secara nyata mulai dirasakan TAM. Anton mengambil contoh bulan April 2020 --saat aktivitas mulai dibatasi PSBB di beberapa wilayah, pembelian mobil tanpa tatap muka antara konsumen dan penjual terjadi di salah satu dealer mereka.

(Baca juga:Beli Mobil BMW Online, Bisa 'Unboxing' di Rumah)

"Kemarin saya cek Auto2000 itu ada 14 orang beli mobil tidak ketemu muka bahkan tidak ketemu mobil, mulai dari masuk ke website sampai bayar DP. Saat delivery baru ketemu," ceritanya. "Angkanya mungkin kelihatan kecil. Tapi bagi saya ini luar biasa sekali. Dulu, sebelum covid gak kebayang orang beli mobil secara online," tambahnya lagi. Dia menambahkan kalau bukan tidak mungkin tren macam ini akan terus meningkat ke depannya. Bahkan bukan tidak mungkin bisa menyumbangkan 40-50 persen penjualan pabrikan tiga oval di tanah air.

Di sisi lain Anton menjelaskan kalau kebanyakan produk yang dibeli dengan proses online adalah model-model andalan yang sudah diketahui dengan baik kualitasnya seperti Avanza dan Innova. Sementara untuk produk-produk baru, menurut dia sangat wajar jika konsumen masih perlu melihat fisik kendaraannya dan mungkin perlu test drive terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli mobil tersebut. 

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com