OTODRIVER - Penjualan mobil penumpang di Cina pada Januari menghadirkan kejutan.
Menurut laporan Carnewschina.com (18/2), Geely sukses menyalip BYD baik dari sisi retail (210 ribu unit vs 94 ribu unit) maupun wholesale (270 ribu unit vs 206 ribu unit).
Bayangkan menjual mobil dalam sebulan lebih banyak dibanding total penjualan tahunan hampir semua merek di Malaysia kecuali Perodua – begitulah gambaran besarnya pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Meski demikian, pasar sedang melambat. Secara total, 1,544 juta mobil penumpang terjual di China bulan lalu.
Angka ini turun 13,9 persen secara year-on-year dan merosot hampir sepertiga dibanding Desember 2025.
Secara global, Geely membukukan penjualan lebih dari 3,02 juta unit sepanjang tahun lalu dan menargetkan 3,45 juta unit pada tahun ini, atau tumbuh sekitar 14 persen. Strateginya? Meluncurkan satu hingga dua model baru setiap kuartal – terdengar familiar?
Meski memimpin chart retail dan wholesale pada Januari, penjualan retail Geely sebesar 210 ribu unit sebenarnya turun 12,6 persen YoY.
Namun penurunan tersebut masih lebih baik dibanding BYD yang mencatat kontraksi terdalam kedua, yakni minus 53 persen YoY.
Artinya, pada bulan yang sama tahun lalu BYD menjual lebih dari dua kali lipat angka saat ini yang menjadi pukulan telak bagi raksasa EV tersebut.
Sementara itu, lonjakan terbesar justru datang dari HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance), inisiatif kolaborasi mobilitas pintar yang digagas oleh Huawei.
Aliansi ini beranggotakan sejumlah merek seperti Aito, Luxeed, BAIC dan Maextro.
HIMA mencatat kenaikan 65,5 persen YoY dan untuk pertama kalinya berhasil menembus 10 besar penjualan. (AW)










