OTODRIVER - Toyota Motor Company Australia mengabarkan telah menarik kembali 11.020 unit Toyota LandCruiser 300 Series karena ada potensi kerusakan pada solenoid transmisi kendaraan-kendaraan tersebut.
Publikasi otomotif Drive pada Senin mengatakan bahwa kendaraan yang terdampak penarikan kembali diproduksi tahun 2025, dan diperkirakan merupakan campuran dari kendaraan model tahun 2025 dan 2026.
Menurut pemberitahuan penarikan kembali yang diajukan oleh Toyota Australia, kendaraan LandCruiser 300 yang terdampak penarikan kembali dilengkapi dengan transmisi otomatis 10 kecepatan yang menggunakan solenoid linier untuk mengontrol perpindahan gigi.
Jika solenoid gagal dalam kondisi tertentu, perusahaan menyampaikan, maka ECU ECT Transmisi mungkin tidak mengkomunikasikan kesalahan tersebut ke ECU Mesin, menyebabkan transmisi berputar terlalu cepat pada gigi tertentu.
Menurut Toyota, hal ini dapat merusak transmisi, menyebabkan hilangnya tenaga penggerak saat berkendara dengan kecepatan tinggi, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kebocoran cairan yang bersentuhan dengan komponen knalpot yang panas.
"Kondisi ini dapat meningkatkan risiko tabrakan atau kebakaran, yang juga dapat meningkatkan risiko cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan," kata perusahaan.

Toyota Australia menyampaikan bahwa kerusakan solenoid transmisi tidak menunjukkan tanda peringatan apapun, karenanya pemilik diminta segera membawa LandCruiser yang terkena dampak ke dealer untuk diperbaiki.
Pemilik kendaraan dapat menghubungi dealer Toyota manapun untuk meminta informasi apakah kendaraan mereka terdampak penarikan kembali.
Pada semua kendaraan yang terdampak penarikan kembali, dealer Toyota akan memprogram ulang perangkat lunak Transmission ECT-ECU tanpa biaya.
Hingga saat ini gejala ini baru terjadi untuk unit di pasar Australia. Sementara untuk yang ada di Indonesia belum ada informasi terdampak atau tidak. (AB)
#toyota #land-cruiser #land-cruiser-300 #land-cruiser-phev #the-legend #recall-land-cruiser










