Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Banyak Yang Belum Tahu, Menambal Ban Dengan Karet Cacing Sifatnya Sementara

Tambal ban cacing hanya untuk sementara dan model patch tergolong lebih direkomendasikan.
Tips
Sabtu, 8 Maret 2025 14:40 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Ilustrasi menambal ban: (Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Ban bocor menjadi bagian dari cerita suka-duka berkendara di jalan raya. Apabila hal ini terjadi, maka ban yang terkendala tersebut harus ditambal untuk bisa digunakan kembali.

Seringkali kita temui penambalan ban dengan model cacing alias menggunakan bahan karet yang berwujud seperti tali karet. Metode ini cukup populer lantaran murah, cepat dan mudah didapat.

Namun ternyata metode ini merupakan metode tambal ban yang sifatnya sementara dan tidak disarankan untuk digunakan secara permanen.

Product Marketing Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan bahwa metode ini sifatnya hanya untuk tambal yang sifatnya sementara saja.

BACA JUGA

“Metode tambal cacing ini punya daya tahan yang kurang baik dan mutu tambalannya akan berkurang seiring pemakaian. Biasanya karet tambal cacing akan mengeras dan kejadiannya akan muncul bocor halus,” tutur Rozi saat ditemui belum lama ini.

“Tambal cacing sifatnya sementara dan sangat disarankan diganti dengan model payung atau patch yang lebih kuat,” sambungnya.

Metode tambal patch atau dikenal dengan model payung ini memang tidak sesederhana dan seringkas model cacing. Model patch menggunakan tambalan berbentuk payung yang terbuat dari karet untuk menambal lubang.

“Proses tambalnya lebih rumit, karena ban harus dilepas, areal yang bocor harus dibersihan dan dikikis, serta untuk menyatukan antara ban dan materi tambal harus dipanaskan. Sehingga tambalannya lebih kuat dan stabil di berbagai tingkat temperatur,” imbuhnya pria ramah ini.

Selain lebih bagus dan bisa jadi tambal ban permanen, sayangnya tambah payung ini harus ditebus dengan harga yang jauh lebih mahal. (SS)


Tags Terkait :
Tambal Ban Tambal Ban Payung Tambal Ban Cacing
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Banyak Yang Belum Tahu, Menambal Ban Dengan Karet Cacing Sifatnya Sementara

Tambal ban cacing hanya untuk sementara dan model patch tergolong lebih direkomendasikan.

1 tahun yang lalu


Berita
Tidak Dianjurkan Mengatasi Ban Tubeless Bocor dengan Metode “Tambal Cacing”

Metode ini hanya memasukan karet keras yang berbentuk seperti cacing ke dalam ban yang bocor dengan cara ditusuk.

2 tahun yang lalu


Berita
Indonesia Wheels Day, Event Khusus Pelek dan Roda Digelar 9 dan 10 Desember ini

Event ini hanya diikuti oleh pelek-pelek orisinal

2 tahun yang lalu


Tips
Ban Tertancap Paku Tapi Tidak Kempes, Masih Aman Digunakan?

- Teknologi ban tubeless memang memungkinkan sebuah ban yang tertancap paku tetap aman dan tidak kempes minimal sampat mendapat pertolongan ke bengkel terdekat.

2 tahun yang lalu


Tips
Dunlop Gelar Posko Mudik Lebaran 2023

A

3 tahun yang lalu


Berita
Rekatkan Silaturahmi, HSR Gelar Acara Kumpul Komunitas

Tercatat lebih dari 400 orang anggota komunitas dan 200 mobil yang ikut meramaikan acara yang ditujukan untuk menjaga pertemanan antar komunitas.

3 tahun yang lalu


Tips
Ban Tertancap Paku Masih Aman Digunakan?

Ban yang tertancap paku memang bisa diselamatkan dengan cara menambalnya.

3 tahun yang lalu


Tips
Seberapa Sering Ban Boleh Ditambal?

Ban bocor atau hilangnya tekanan angin yang disebabkan tertusuk benda asing merupakan kejadian yang sering terjadi.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser 300 Hybrid Meluncur di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya

Varian hybrid akan hadir di Indonesia dan menjadi pelengkap varian Land Cruiser 300 Series di tanah air.

16 jam yang lalu


Berita
Toyota Fortuner Terbaru Sepertinya Bakal Mirip Hilux

Kali ini Fortuner dan Hilux akan berpenampilan serupa, tidak seperti pada model sebelumnya dimana yang sama hanya platform saja.

17 jam yang lalu


Berita
Omoda C7 Debut Di Malaysia, Kembaran Chery Tiggo 8 CSH cs

Setelah beberapa kali diperkenalkan melalui teaser, Omoda C7 dipastikan menjalani debut publiknya dalam ajang Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW) 2026.

20 jam yang lalu


Mobil Listrik
Belum Komplit Perkenalkan E4, Lepas Umumkan Akan Bawa E6 di Q4 2026

Lepas E6 rilis Q4 2026 Indonesia sebagai BEV kedua setelah E4. SUV listrik ini tengah menjalani pengujian untuk disesuaikan dengan kondisi jalan dan lalu lintas lokal.

21 jam yang lalu


Berita
Lepas L8 Resmi Umumkan Harga Rp 589 Juta, Sama Seperti Harga Prebooking

Lepas L8 akhirnya diumumkan harganya, konsumen di Indonesia kembali dihadapkan dengan SUV canggih di range harga Rp 500 jutaan.

1 hari yang lalu