Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Jangan Keliru, Isi Oli Transmisi CVT dengan ATF

Perbedaan tersebut dikarenakan sistem kerja yang berbeda.
Tips
Kamis, 21 Juli 2022 14:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Oli adalah komponen pada mobil yang berfungsi sebagai pelumas untuk menunjang performa mobil. Oli untuk transmisi sendiri terbagi dua yaitu CVT dengan ATF, jangan sampai keliru dalam mengaplikasikannya. Keduanya memang mirip, tapi sebenarnya punya peranan berbeda. 

Oli transmisi sendiri bekerja dengan melunasi gear percepatan, synchromesh dan berbagai komponen lain untuk mencegah keausan setiap komponen. Pada umumnya jenis oli mobil matic konvensional berbeda dengan mobil matic CVT, di mana transmisi otomatis konvensional berjenis ATF (Automatic Transmission Fluid) sementara transmisi otomatis CVT berjenis CVTF.

Perbedaan tersebut dikarenakan sistem kerja yang berbeda, bahwa transmisi konvensional lebih sederhana dan tidak memiliki chips elektronik yang terendam oli. Instructure Technical Training Center Astra Daihatsu Motor, Ichsan Ady Permana mengatakan agar konsumen tidak tertukar antara oli untuk transmisi D-CVT dengan oli AT. Oli yang digunakan untuk D-CVT khusus untuk CVT atau CVTF. 

"Oli khusus transmisi CVT walaupun warna merahnya serupa dengan oli transmisi ATF, tapi spesifikasinya berbeda," ujar Ichsan, Selasa (19/7) di PT Astra Daihatsu Motor – Technical Training Center, Jakarta.

Bagi pengguna mobil CVT, sebaiknya hindari menggunakan oli ATF ke transmisi CVT karena akan berakibat dampak buruk bagi transmisi.

Berikut dampak buruk mengganti transmisi CVT dengan oli ATF 

1. Usia Transmisi Lebih Pendek

Efek penggunaan oli ATF pada mobil CVT akan dirakasan apabila mobil sudah digunakan dengan lama. Ada beberapa komponen mobil yang terkena dampaknya, seperti penggantian oli lebih cepat, usia pakai plat kopling lebih sebentar dan usia kampas kopling yang berkurang.

2. Mobil Sulit Melaju

Mengendarai mobil akan terasa sangat berat sehingga sulit saat melaju. Hal ini dikarenakan perpindahan gigi yang tertahan yang berasal dari gejala slip kopling.

3. Terjadi Overheat

Secara tidak sadar, mesin mobil Anda akan terasa sangat panas sehingga bisa membahayakan internal mesin menjadi melengkung. Terutama silinder yang biasanya menjadi korban utama jika mesin overheat. Penyebab mesin mobil overheat tidak lain karena daya tahan panas yang berasal dari gesekan transmisi CVT tidak sebaik ATF.

Dalam hal perawatan transmisi CVT juga terbilang mudah, cukup 2 hal yang harus di pastikan yaitu: melakukan pengecekan volume dan kualitas olinya secara berkala. Dimana pengecekan dilakukan setiap 20.000KM/12 bulan dan penggantian Oli setiap 80.000KM/48 bulan mana yang tercapai terlebih dahulu. 

"Yang terpenting adalah menjaga kualitas oli agar transmisi CVT tetap bagus, pergantian ke planetary gear di kecepatan tinggi, oli transmisi dibutuhkan untuk mencegah keausan gir yang gesekannya cukup tinggi," ujar Ichsan.


Tags Terkait :
Oli Transmisi Cvt Atf
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Shell Rilis Oli Transmisi Matic Terbaru, Apa Kehebatannya?

Oli transmisi otomatik ini dikhususkan untuk mobil bertransmisi otomatik konvensional.

8 tahun yang lalu


Tips
Mobil Habis Liburan Perlu Ganti Oli?

Tidak perlu jika rentang jarak ganti oli pada kartu servis masih belum terlampaui

7 bulan yang lalu


Tips
Perlu Nggak Sih Mengganti Oli Mobil Sehabis Dipakai Mudik? Ini Jawaban Dari Ahlinya

Ketika mobil sudah digunakan mudik atau berlibur keluar kota. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk memeriksa oli sepulang dari tujuan. Namun, apakah perlu sampai mengganti oli?

1 tahun yang lalu


Tips
Perbedaan Mendasar Cara Kerja Transmisi Otomatik Konvensional vs CVT

Transmisi otomatik konvensional dan CVT sering ditemui di di mobil mobil modern dan tentunya memiliki kinerja yang berbeda.

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

12 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

14 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

15 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

17 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

18 jam yang lalu