OTODRIVER – BYD Seagull atau yang dikenal di Indonesia sebagai Atto 1 dikabarkan bersiap untuk mendapatkan suntikan teknologi. Carnewschina menginfokan dengan penampakan terbaru dari prototipe uji coba Seagull tanpa kamuflase di Tiongkok.
Pembaruan yang paling mencolok adalah penambahan sensor LiDAR yang dipasang di atap, yang disertai dengan peningkatan jangkauan menjadi 505 km (CLTC). Tapi sayangnya belum disebutkan berapa kapasitas yang bakal dibekalkan pada model ini.
Peningkatan 100 km dibandingkan dengan jangkauan jarak model saat ini disinyalir merupakan langkah jelas untuk menstabilkan posisi Seagull terhadap Geely Geome Xingyuan (di Indonesia dikenal sebagai Geely EX2), yang kemunculannya langsung menjadi dominator baru di segmen ini.
Hadir tanpa balutan kamuflase, prototipe Atto 1 versi China ini memiliki housing LiDAR yang kemungkinan terhubung dengan sistem God’s Eye B (DiPilot 300).
Mengenai LiDAR (Light Detection and Ranging) merupakan penginderaan aktif yang menggunakan pulse laser untuk mengukur jarak dan menciptakan peta 3D dengan tingkat kepresisian tinggi dari objek atau lingkungan secara real-time.
Jika benar dilengkapi dengan LiDAR, Seagull akan mendapat lompatan teknologi menuju ADAS tingkat tinggi, yang didukung oleh chip Nvidia Drive Orin dengan daya komputasi 254 TOPS.
Perangkat keras ini memungkinkan fitur-fitur canggih seperti Automated Valet Parking(AVP) dan navigasi ekspres perkotaan.
Kehadiran baterai yang lebih besar dan juga bobot tambahan dari sensor baru, BYD telah meningkatkan daya motor menjadi 60 kW atau 80,4 hp (dari sebelumnya 55 kW/ 73,7 hp). Sedangkan jarak sumbu roda 2500 mm tetap tidak berubah.
Nah, apakah kemudian BYD akan membawa upgrade pada Sealgull ini ke Indonesia. Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari BYD Indonesia. (SS)
