Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Bilik Disinfektan Merusak Lapisan Cat?

Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia, banyak masyarakat yang berinovasi membuat fasilitas-fasilitas yang ditujukan untuk membunuh virus Corona tersebut.
Tips
Kamis, 16 April 2020 11:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia, banyak masyarakat yang berinovasi membuat fasilitas-fasilitas yang ditujukan untuk membunuh virus Corona tersebut. Salah satunya adalah disinfectant chamber alias bilik disinfektan yang disemprotkan ke mobil.

Tentu saja cairan yang disemprotkan merupakan bahan kimia yang biasanya dibuat untuk disinfektan, seperti cairan pemutih, alcohol dan sejenisnya. Lantas, bisa membunuh virus, apakah cairan ini aman untuk sang mobil itu sendiri?

Ribut Raharjo selaku pemilik bengkel umum spesialis BMW dan cat bodi mobil tidak membenarkan hal tersebut. Menurutnya, cairan kimia sejenis itu justru bisa merusak lapisan cat mobil.

“Disinfektan itu mengandung bahan-bahan kimia yang sebenarnya tidak ramah untuk lapisan cat mobil. Karena bisa menimbulkan flek pada cat dan lama kelamaan bisa merusak lapisan cat itu sendiri,” papar pria pemilik bengkel yang berlokasi di bilangan Pondok Labu Jakarta Selatan ini saat dihubungi oleh tim OtoDriver (13/4).

Pria yang akrab disapa Jo ini membeberkan cara alternative jika mobil diwajibkan untuk melalui disinfectant chamber tersebut saat melalui wilayah tertentu.

“Jika terpaksa mobil harus disemprot disinfektan saat melalui wilayah tertentu, usahakan mobil langsung dibilas dengan air agar tidak timbul flek,”tambahnya.

Ia pun beropini bahwa penyemprotan disinfektan di saat penyebaran virus ini sebenarnya tidak perlu dilakukan.

“Sebenarnya tidak perlu ya (penyemprotan disinfektan). Pencegahan virus di mobil hanya perlu dilakukan di bagian yang kerap bersentuhan langsung dengan tangan. Misalnya disemprot disinfektan di bagian gagang pintu, setir, armrest, door trim. Menurut saya itu lebih ampuh ketimbang harus menyemprotkannya pada bodi mobil,” tutup Jo.


Tags Terkait :
Covid-19 Cat
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
GIIAS Surabaya 2024, Catatan Diri Sebagai Pameran Otomotif Terbesar, Terlengkap Dan Pengunjung Terbanyak Di Jawa Timur

Salah satu magnet yang mendorong minat pengunjung hadir di GIIAS Surabaya 2024 adalah dengan hadirnya area test drive dan test ride yang terbesar dari penyelenggaraan sebelumnya.

1 tahun yang lalu


Berita
DPD Organda DKI: JakLingko Baru Terealisasi Separuh

Armada TransJakarta sudah waktunya direvitalisasi

2 tahun yang lalu


Berita
Borgward, Merek Jerman Yang Pernah Mendominasi Pasar Indonesia, Bangkrut Untuk Kedua Kalinya.

Brand ini pernah mendominasi di Indonesia

3 tahun yang lalu


Berita
Inilah Tiga Model Terlaris Daihatsu Akhir Tahun Ini

Daihatsu berhasil meningkatkan penjualan mereka pada semester kedua 2022. Model apa saja yang diminati? Berikut datanya

3 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

41 menit yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

15 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

16 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

17 jam yang lalu


Tips
Ingat Selalu, Perlintasan KA Adalah Area Berbahaya

Kecelakaan fatal di Bekasi Timur ingatkan bahaya perlintasan KA. Tips aman melintas perlintasan kereta api dari pakar SDCI dan data 3.703 titik sebidang KAI 2026.

19 jam yang lalu