Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Menghindari Double Cabin Bekas Pekerja Keras

D-Cab banyak digunakan untuk bekerja keras. Bagaimana menghindarinya bila Anda ingin membeli D-Cab dalam keadaan bekas?
Tips
Minggu, 13 Maret 2016 09:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Saat ini pikap double cabin alias D-Cab banyak digemari untuk digunakan sebagai mobil kegiatan sehari-hari di perkotaan. Gayanya juga macho. Tak heran kalau pasar mobil bekas D-Cab juga cukup ramai peminat. Tapi sulit dipungkiri kalau banyak pembeli D-Cab baru adalah perusahaan pertambangan, perkebunan atau bidang yang selalu menggunakan jalan kasar serta beban berat.

D-Cab memang dirancang kuat, sangat kuat malahan. Tapi bila kita disuruh memilih antara D-Cab yang sering bekerja berat atau ringan, tentu ini adalah pilihan mudah. Tinggal bagaimana kita mendeteksinya.

Rata-rata D-Cab dijual oleh sejumlah perusahaan karena usia, atau kondisinya tidak lagi prima untuk digunakan. Oleh karena itu, mobil bekas pekerja berat ini biasanya dijual sangat murah. Nah, bila sudah sampai ke pedagang, untuk menaikkan harga mereka bisa saja mempermaknya supaya tidak mudah diketahui riwayat kerja mobil tersebut. 

Restorasi yang dilakukan biasanya cukup sederhana, hanya mementingkan tampilan yang dikembalikan menjadi rapi. Sedangkan suspensi, mesin dan interiornya hanya sebatas dilakukan pemolesan saja. “Setelah rapi, mobil ini biasanya dijual dengan harga pasaran normal yang ada di kota.” tutur Budi Suryadi, seorang anggota komunitas pemilik D-Cab.

BACA JUGA

Agar Anda tidak terjerumus saat membeli mobil double cabin, ada beberapa tips yang diberikan oleh Diyan Priyaji selaku pedagang mobil bekas di bilangan Depok. Pertama tentu saja cek BPKB-nya dan lihat siapa saja yang pernah memiliki mobil tersebut. Bila ada nama perusahaan di situ, segera googling untuk melihat bergerak di bidang apa. Dari situ Anda bisa menilai kira-kira apa tugas mobil itu di perusahaan dimaksud. 

Lantas lihat keadaan ruang mesin dan bagian kolong kendaraan. Mobil bekas pertambangan biasanya memiliki bekas tanah merah atau lumpur yang sudah mengering di sela-sela mesin atau suspensi . “Membersihkan tanah atau lumpur yang sudah mengering di sela-sela sempit sangatlah sulit, biasanya sudah dibiarkan saja sedikit terlihat atau malahan di cat.” Ungkap pria yang akrab disapa Aji ini.

Jadi Anda patut curiga apabila di bagian kolong terlihat banyak bekas tanah ataupun malahan bekas dicat baru. Periksa juga kemulusan sasis, karena penyok di sasis berarti mobil tersebut kerap mentok diajak off-road.

Kedua, periksalah bagaimana double cabin ini berdiri, apakah mobilnya miring atau tidak. Miringnya mobil double cabin diakibatkan karet bushing yang menempel antara bodi dengan ladder framenya tidak lagi dalam keadaan baik. Ini diakibatkan mobil biasanya digunakan sebagai pengangkut barang-barang berat yang berkibat karet tersebut tidak lagi dalam kondisi prima.

“Biasanya pedagang bandel tidak memikirkan melakukan penggantian bushing sasis ini. Makanya walaupun tekanan angina ban sama, tapi tetap saja bodinya miring.” Kata pria berkacamata ini. “Kalau kondisi bodi biasanya sudah disulap total, terlebih mobil itu sudah rapi karena sudah dicat ulang.” Lanjut pria ramah ini.

Masuk ke dalam interiornya, di sini akan kembali terlihat jika bekas pekerja berat. Banyak bagian yang sudah terlihat aus atau malahan kotor terkena lumpur ataupun tanah yang sudah sulit dibersihkan. Di sela-sela atau di sisi pinggir engsel pintu juga terlihat banyak lumpur dan tanah mengering tadi.  “Jangan lupa juga melihat kondisi bodi, karena rentan sekali mobil ini terjangkit karat.”

Beban berlebih yang sering ditimpakan ke mobil juga dapat membuat keausan dini pada tiap sambungan bodi serta sasis. Bahkan bukan mustahil dapat membuat sasis tak lagi lurus. Mintalah penjualnya menjalankan mobil incaran Anda, lantas ikuti dari belakang. Lihatlah apakah mobil masih lurus atau berjalan sedikit menyamping. Fenomena yang disebut lari anjing ini juga bisa terjadi bila mobil itu pernah mengalami kecelakaan.

Satu hal sederhana lain yang bisa dilihat adalah kemulusan bak. Mobil yang dimanja oleh tuannya tak akan diizinkan membawa barang berat. Lain cerita bila digunakan perusahaan di medan berat, apalagi yang membutuhkan pengangkutan barang. Perhatikan kondisi bagasi, apakah mulus dan masih cat orisinal. Beban berat biasanya akan membuat bagasi lecet dan penyok kecil-kecil.


Tags Terkait :
Tips D-cab Double Cabin Ford Ranger Mitsubishi Triton Isuzu D-max
H

Hariawan Arif

Reporter

r

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Tips
Menghindari Double Cabin Bekas Pekerja Keras

D-Cab banyak digunakan untuk bekerja keras. Bagaimana menghindarinya bila Anda ingin membeli D-Cab dalam keadaan bekas?

10 tahun yang lalu

Tips
Membuat Nyaman Jok Belakang Ford Ranger

Mengubah sudut kemiringan jok belakang D-cab Ford Ranger agar lebih nyaman untuk bersandar.

10 tahun yang lalu


Berita
Polytron dan Vino G. Bastian Bagikan Tips Memilih Mobil Listrik yang “Make Sense” di GIIAS 2026

Polytron dan Vino G. Bastian membahas tips memilih mobil listrik Polytron G3+ yang rasional di GIIAS 2026, mencakup efisiensi biaya operasional dan fleksibilitas kepemilikan baterai.

1 hari yang lalu

Isuzu Akan Tampilkan Lima Bintang di GIIAS 2026

1 minggu yang lalu


Berita
Penta Prima Luncurkan Produk baru di The Elite Showcase 2026

Peluncuran produk cat baru Penta Prima Paint di The Elite Showcase 2026 perkenalkan Diamond Coat, thinner PU, dan putty premium, plus program Color Clash War APV Battle.

2 bulan yang lalu

Berita
Human-Centric Engineering: DNA Subaru dalam Setiap Perjalanan Mudik

Subaru Peace of Mind untuk mudik Lebaran: Symmetrical AWD, Boxer Engine, EyeSight, dan Jok Anti Pegal tingkatkan kestabilan serta kenyamanan perjalanan jauh.

4 bulan yang lalu


Tips
Perhatikan Selalu Tekanan Ban Agar Perjalanan Selamat

Ada tiga tindakan mudah untuk pantau kondisi ban selama di perjalanan liburan

6 bulan yang lalu


Truk
Ramp Check Mandiri Ala Isuzu Untuk Keamanan Masa Nataru

Demi memastikan kendaraan beroperasi dengan baik sekaligus nyaman dikendarai

7 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

1 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

1 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

2 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

3 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

5 jam yang lalu