OTODRIVER - PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) menegaskan pentingnya peran perusahaan karoseri dalam menjaga kualitas akhir kendaraan niaga Mercedes-Benz. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Media Workshop Karoseri Truk dan Kunjungan Pabrik Mercedes-Benz Truk di Cikarang, Selasa (28/7).
Truck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan bahwa karoseri merupakan mitra strategis karena bertugas menyelesaikan tahap akhir kendaraan dengan memasang bodi sesuai kebutuhan operasional pelanggan.
"Karoseri merupakan pihak yang mengambil alih tahap akhir kendaraan sehingga menjadi lengkap. Karena itu, kemitraan antara DCVI dengan karoseri tidak bisa dipisahkan," ujar Hendro.
Menurutnya, tujuan utama workshop tersebut adalah memastikan kualitas hasil akhir kendaraan tetap terjaga. Sebab, kualitas yang diterima konsumen merupakan gabungan dari kualitas sasis Mercedes-Benz dan pengerjaan bodi oleh karoseri.
"Tujuan utamanya jelas, yaitu menjaga kualitas. Sehingga pelanggan dapat merasakan kualitas bersama antara DCVI dan karoseri, tanpa muncul masalah akibat proses pembuatan bodi di atas sasis kami," katanya.
Selain membahas aspek kualitas, DCVI juga memberikan pembaruan mengenai regulasi yang berlaku di Indonesia. Hendro mengatakan, seluruh proses modifikasi dan pemasangan bodi harus mengikuti ketentuan pemerintah sekaligus standar teknik yang ditetapkan Mercedes-Benz.
Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan materi teknis seperti Engineering Scope, pemasangan Power Take-Off (PTO), electrical tapping, hingga metode body mounting. Seluruh materi mengacu pada Body Builder Guide, panduan global Mercedes-Benz yang diterapkan di seluruh negara pemasaran kendaraan niaga merek tersebut.
"Body Builder Guide merupakan standar global Mercedes-Benz yang kami bagikan kepada setiap negara, sehingga proses pembuatan bodi tetap mengikuti standar engineering yang sama," jelas Hendro.
Kegiatan ini diikuti 29 perusahaan karoseri dengan total sekitar 55 peserta dari 77 undangan yang disebarkan secara daring maupun luring. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari karoseri yang sudah berpengalaman menangani truk Mercedes-Benz, tetapi juga perusahaan yang belum pernah membuat bodi untuk merek tersebut.
Menurut Hendro, bagi karoseri baru, workshop ini menjadi bekal awal untuk memahami standar pembuatan bodi Mercedes-Benz. Sementara bagi mitra yang sudah berpengalaman, kegiatan ini berfungsi sebagai penyegaran sekaligus peningkatan kualitas.
Terkait pengawasan proses pembuatan bodi, Hendro menegaskan DCVI tidak melakukan supervisi langsung terhadap setiap tahapan produksi. Tanggung jawab kualitas tetap berada di pihak karoseri, sedangkan DCVI berperan sebagai konsultan teknis apabila diperlukan.
"Kalau ada hal-hal yang masih ragu atau membutuhkan dukungan informasi, kami siap memberikan konsultasi. Kami tidak mengambil alih tanggung jawab kualitas karoseri, tetapi mendukung agar kualitasnya semakin baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses pembuatan bodi tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap kendaraan, seperti pemasangan yang tidak sesuai standar atau perlindungan antikarat yang kurang baik.
Meski demikian, Hendro menegaskan konsumen tetap memiliki kebebasan memilih perusahaan karoseri. DCVI hanya memberikan rekomendasi kepada pelanggan mengenai karoseri yang telah memiliki pengalaman mengerjakan bodi truk Mercedes-Benz sesuai standar pabrikan. (IP)
