OTODRIVER – BAIC T1 menjadi langkah awal BAIC Indonesia memasuki pasar mobil listrik murni di Tanah Air. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu pasar pertama di dunia yang mendapatkan T1 dalam konfigurasi setir kanan.
Tahun lalu, kami sempat melihat langsung mobil ini saat melakukan debut perdananya di Guangzhou Auto Show 2025. Di pasar China, model ini dikenal sebagai Arcfox T1. Namun, BAIC Indonesia memutuskan untuk tidak menggunakan subbrand tersebut dan lebih memilih nama BAIC yang sudah terlebih dahulu berkibar di Indonesia.
T1 masuk ke Indonesia dengan status Completely Built Up (CBU) dari China. Namun, BAIC Indonesia berencana memproduksinya secara lokal dengan skema CKD mulai 2027 dan menargetkan kandungan lokal hingga 60 persen.
Mobil ini dijajakan di angka Rp 373 juta (OTR Jakarta) untuk 1.000 pembeli pertama. Dan setelah kuota tersebut terpenuhi, harganya menjadi Rp 393 juta.
Spesifikasi
Secara teknis, BAIC T1 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 70 kW atau sekitar 95 hp dengan torsi maksimal 176 Nm.
Sumber tenaganya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh. Berdasarkan standar CLTC, BAIC T1 diklaim mampu menempuh jarak hingga 425 km. Sementara berdasarkan standar WLTC, jarak tempuhnya mencapai lebih dari 310 km.
Untuk pengisian daya, T1 sudah menggunakan konektor CCS2. Pengisian cepat DC dari 30 hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Sedangkan pengisian menggunakan AC dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar delapan jam.
Dimensi
Dari sisi dimensi, BAIC T1 memiliki panjang 4.337 mm, lebar sekitar 1.850-1.860 mm, tinggi sekitar 1.573 mm, serta wheelbase 2.770 mm.
Dengan dimensi tersebut, SUV berpenggerak roda depan (FWD) ini mampu menghadirkan ruang kabin yang relatif lega, baik untuk penumpang depan maupun belakang.
Untuk suspensi, T1 menggunakan MacPherson di depan dan torsion beam di belakang. Meski konfigurasi tersebut cukup umum digunakan pada mobil di kelasnya, engineer BAIC mampu memberikan racikan suspensi dengan bantingan yang empuk. Selain itu bangku yang digunakannya pun cukup empuk, walau di baris kedua terasa sedikit terlalu rendah, tapi hal tersebut masih bisa diterima.
Bahkan, karakter suspensi dan bangku T1 bisa dikatakan menjadi salah satu yang paling empuk di kelasnya.
Fitur
BAIC juga membekali T1 dengan sejumlah fitur ADAS yang cukup lengkap, seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, Front Collision Warning, Traffic Jam Assist, serta Integrated Cruise Control.
Namun, ada satu fitur yang menarik dan belum banyak ditawarkan oleh rival sekelasnya, yakni Automatic Parking Assist (APA). Fitur ini memungkinkan mobil melakukan proses parkir secara otomatis dengan dukungan sensor parkir depan dan belakang serta kamera 360 derajat.
Untuk penggunaan sehari-hari, T1 juga memiliki fungsi Vehicle-to-Load (V2L) dan Vehicle-to-Vehicle (V2V). Artinya, energi yang tersimpan di baterai tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk perangkat lain maupun membantu mengisi kendaraan listrik lainnya.
Dengan kombinasi dimensi yang kompak, kabin lega, suspensi nyaman, serta fitur yang cukup lengkap, BAIC T1 mencoba menawarkan karakter BEV perkotaan yang tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan penggunaan sehari-hari. (SS)
