Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Perhatikan Tekanan Angin Ban, Agar Mobil Komersial Anda Tetap Hemat BBM

Tekanan angin yang berkurang maupun berlebih berpotensi menimbulkan kecelakaan. Perhatikan hal ini.
Truk
Selasa, 6 Mei 2025 13:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Ban untuk truk atau bus tronton harus dijaga tekanan anginnya pada semua roda (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Di dunia kendaraan komersial, ban menjadi salah satu komponen operasional yang besar, setelah bahan bakar. Oleh karena itu, posisi karet bundar ini jadi perhatian untuk bisa dilakukan upaya penghematannya. 

Berdasarkan catatan Bus-Truck.id, soal ini pernah diungkapkan pihak Hankook Indonesia. 

“Pemilihan ban yang sesuai dengan kebutuhan operasional, didukung pemakaian serta perawatan yang baik akan memaksimalkan kinerja ban, sehingga dapat membantu menekan biaya operasional,” ungkap National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni.

BACA JUGA

Disebutkan lagi olehnya, salah satu jurus keawetan ban dan keselamatan berkendara adalah dengan menjaga tekanan angin. 

Salah satu kondisi yang kerap kali terjadi adalah ban yang kekurangan tekanan angin atau under inflation dapat menyebabkan aus yang tidak merata. Hal ini berpotensi terjadinya kerusakan separation (kembung), boros bahan bakar, hingga ban pecah.

Bukan hanya itu, ban yang mengalami kelebihan tekanan angin juga bisa mengurangi traksi. Lalu bisa mempercepat proses keausan yang tidak wajar pada bagian tengah telapak ban, serta tentu saja rawan terhadap pecah karena benturan.

Sebagai langkah mudahnya, seperti layaknya pemakaian ban untuk kendaraan penumpang sebaiknya dipakai ban sesuai dengan standar, agar ban bisa berfungsi optimal dan menghindari risiko kecelakaan. 

“Namun kenyataannya, sebagian besar kendaraan mengangkut beban yang melebihi standar. Jika sewaktu-waktu Anda dihadapkan pada situasi ini, maka sebagai antisipasi sementara, tekanan angin harus ditambah dan kecepatan kendaraan harus dikurangi. Memang perlu evaluasi manajemen kendaraan secara berkala untuk menghitung adanya perubahan kebutuhan operasional secara jangka panjang, jika iya, maka pengusaha perlu mempertimbangkan untuk mengganti ban dengan kapasitas standar beban dan tekanan angin yang lebih tinggi. Guna membantu pengusaha angkutan menghemat bannya, Hankook menyediakan layanan gratis untuk menentukan tekanan angin yang sesuai,” jabar Ahmad panjang lebar.

Baca juga: Mending Mana, Pelek Truk Almunium atau Besi?

Baca juga: KNKT: Penumpang Bus Wajib Pakai Safety Belt…

Tetap rutin periksa tekanan angin pada ban 

Memeriksa tekanan angin secara berkala, sebaiknya dilakukan setiap 11-14 hari. Begitu juga ketika sedang tidak digunakan sekalipun, harus tetap diperiksa.

Tutup pentil harus tetap terpasang, agar menjegah pentil kotor dan bisa rusak terkena kerikil di jalan, yang mengakibatkan tekanan angin ban berkurang.

Adanya kesadaran akan merawat kendaraan melalui pengecekan dan menjaga tekanan angin bukan hanya dapat memaksimalkan keawetan ban, namun juga meningkatkan keamanan dan kenyaman berkendara. (EW)

Ban kendaraan komersial bisa divulkanisir jika spesifikasinya tertulis 'regroovable'. (Foto: Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Ban Rawat
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Perlu Perhatian, Pengecekan Ulang EV atau Mobil Hybrid Paska Perjalanan Jauh

Pengecekan ulang EV hybrid setelah perjalanan jauh penting: cek tekanan ban, rem, coolant, aki, kelistrikan, dan cuci mobil. Penjelasan pakar GAC AION Indonesia.

1 hari yang lalu


Tips
Ini Cara Mencuci Mobil Yang Hemat Air

Bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

1 hari yang lalu

Tips
Delapan Langkah Mengecek Ban Supaya Aman Di Jalan

Semua bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain

1 bulan yang lalu


Truk
Bridgestone Bikin Lomba Rawat Ban Truk-Bus Di Jepang

Ban copot ternyata masalah terbesar kecelakaan kendaaraan niaga di Jepang

1 bulan yang lalu


Truk
Perhatikan Tekanan Angin Ban, Agar Mobil Komersial Anda Tetap Hemat BBM

Tekanan angin yang berkurang maupun berlebih berpotensi menimbulkan kecelakaan. Perhatikan hal ini.

6 bulan yang lalu


Bus
Rawat Bus Cara Mercy

Jarang istirahat harus dirawat makin cermat

2 tahun yang lalu


Tips
BBM Mahal? Begini Cara 5 Menghematnya

Kenaikan BBM tak dapat dihindari, maka dari itu Anda harus lebih hemat menggunakannya. Berikut tips menghemat BBM mobil Anda

3 tahun yang lalu


Tips
TIPS: Rawat Ban Serep Agar Tak Jadi Petaka Saat Dibutuhkan

Ban serep tidak terurus bisa menjadikan petaka saat terjadi kempis ban di jalan. Kami berikan sejumlah tips ringan untuk merawatnya.

8 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Busworld Southeast Asia, Janjikan Akan Banyak Desain Bus Baru

Busworld SEA 2026 pamerkan desain bus baru dari karoseri nasional seperti Adiputro, Laksana, dan Tentrem di JIEXpo Kemayoran, 20-22 Mei. Edisi terbesar dengan 1.500+ partisipan.

12 jam yang lalu

Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

1 hari yang lalu

Truk
Pemerintah Siapkan Regulasi Lebih Ketat Soal ODOL, Termasuk Menyangkut Posisi APM

Pemerintah siapkan regulasi ketat ODOL kendaraan angkutan barang, termasuk pengawasan APM, telematika, dan pemeliharaan armada guna cegah kecelakaan serta kerusakan jalan.

1 hari yang lalu


Truk
Mitsubishi Fuso Support Perkembangan Bisnis Cold Chain

Mitsubishi Fuso dukung bisnis cold chain lewat truk niaga lengkap, layanan purnajual di 225 titik, dan monitoring suhu real-time, disampaikan di GIICOMVEC 2026.

1 hari yang lalu


Pikap
Komparasi Spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e Tunland

Komparasi spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e-Tunland: Dua pikap listrik 4x4 double cabin ladder frame dengan baterai 88 kWh, tenaga hingga 335 hp, dan jarak tempuh 340-350 km.

1 hari yang lalu