Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Penyebab Kecelakaan Bus dan Truk Tak Sesederhana Rem Blong, Ini Penjelasan KNKT

KNKT ungkap rem blong hanyalah gejala akhir dari kelalaian teknis. Hino dan KNKT dorong inspeksi harian demi keselamatan bus dan truk di jalan raya
Truk
Selasa, 29 Juli 2025 16:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama
Bus Hino RM280 (Foto : Bustruck/Ilham Pratama)


OTODRIVER – Kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti bus dan truk di Indonesia masih kerap terjadi, dan dalam banyak kasus, rem blong selalu disebut sebagai penyebab utama.

Namun menurut Ahmad Wildan, Senior Investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di sela acara diskusi dengan Hino di GIIAS 2025 pada Senin (28/7), anggapan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan.

Menurutnya, rem blong hanyalah gejala akhir dari banyak kelalaian dan kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dicegah.

BACA JUGA

Wildan menjelaskan bahwa banyak kasus rem blong justru berasal dari perawatan sistem pengereman yang buruk.

Kebocoran pada sistem pneumatic menjadi penyebab paling umum. Ini sering terjadi karena pengemudi malas menguras tangki angin secara rutin.

Jika dibiarkan, air atau bahkan oli bisa masuk ke dalam tabung angin, menyebabkan tekanan tidak stabil dan kinerja rem terganggu.

Selain itu, kebocoran sistem hidrolik juga sering ditemui, di mana kampas rem menjadi basah atau reservoir minyak rem dibiarkan kosong sehingga sistem pengereman kehilangan daya dorong.

Tak kalah serius, banyak kendaraan menggunakan komponen yang tidak sesuai standar. Ban dan kampas rem yang dipasang sering kali bukan keluaran pabrikan resmi dan kualitasnya tak terjamin.

Hal ini tentu membahayakan, apalagi jika kendaraan melaju di jalur menurun atau saat membawa beban berat. Komponen pendukung seperti exhaust brake pun kerap dibiarkan tidak berfungsi.

Padahal, sistem ini penting untuk membantu pengereman di kendaraan berat. Wildan juga menyebut adanya modifikasi ilegal seperti pemasangan klakson telolet yang terhubung ke sistem pengereman.

Dalam banyak kasus, tabung angin yang dipakai bersama untuk klakson dan rem menyebabkan gangguan tekanan saat salah satu sistem bermasalah.

Faktor kelalaian lainnya juga memperbesar risiko kecelakaan. Banyak bus dan truk tidak dilengkapi ganjal roda, padahal alat ini sangat vital saat kendaraan berhenti di tanjakan atau parkir.

Sistem kelistrikan pun menjadi sorotan, karena banyak kendaraan berat yang mengalami korsleting akibat instalasi lampu atau aksesoris listrik tanpa standar otomotif. Menurut Wildan, beberapa kasus kebakaran kendaraan justru bermula dari sistem kelistrikan yang tidak rapi.

Bahkan dashboard kendaraan yang seharusnya menjadi pusat informasi, sering tidak berfungsi, sehingga pengemudi tidak bisa mendeteksi lebih awal jika ada tekanan angin menurun atau suhu mesin naik secara tidak normal.

“Ini semua kecelakaan yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Tidak ada komponen yang tiba-tiba rusak tanpa peringatan. Tapi kalau kendaraan tidak diperiksa secara rutin, wajar jika masalah teknis muncul di jalan,” kata Wildan.

Kecelakaan di Perlintasan Way Pisang. (Foto : Antara)

Sebagai solusi, KNKT mendorong agar sistem inspeksi harian diberlakukan ketat, terutama pada kendaraan angkutan umum dan logistik.

Wildan mencontohkan penerapan sistem tersebut pada Transjakarta dan Pertamina Patra Niaga, yang dinilai berhasil menekan risiko teknis.

Di kedua perusahaan ini, kendaraan masuk pemeriksaan mulai pukul delapan malam dan baru dinyatakan siap jalan pada pagi hari setelah seluruh aspek teknis dipastikan aman. .

Jika ditemukan masalah, kendaraan langsung dilarang beroperasi. Prosedur serupa juga diterapkan pada pengemudi. Mereka harus melalui pemeriksaan kesiapan fisik dan mental sebelum bertugas, dan jika tidak lolos, maka tidak diizinkan berkendara.

"Peran inspektor sangat penting dalam membangun kendaraan yang berkeselamatan, karena investigasi KNKT menemukan beberapa kecelakaan yang disebabkan karena faktor kendaraan seharusnya tidak perlu terjadi jika dari awal dilakukan inspeksi yg baik dan benar” ungkap Ahmad Wildan.

Hal ini pun difasilitasi PT Hino Motors Sales Indonesia dengan menyiapkan Senior Inspector sebagai jembatan penting antara Hino dan pelanggan.

Dalam praktiknya, Senior Inspector tidak hanya datang saat ada masalah. Mereka hadir secara berkala untuk melakukan program inspeksi dan edukasi.

“Hino memahami bahwa untuk menjaga keberlangsungan bisnis pelanggan, kendaraan harus selalu dalam kondisi prima, aman, dan efisien. Oleh karena itu, kehadiran Senior Inspector ini sebagai komitmen Hino untuk mewujudkan transportasi yang aman untuk masyarakat dan kebutuhan bisnis pelanggan” tutup Pieter Andre, Training Division Head HMSI. (IP)


Tags Terkait :
KeselamatanTransportasi KNKT
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Penyebab Kecelakaan Bus dan Truk Tak Sesederhana Rem Blong, Ini Penjelasan KNKT

KNKT ungkap rem blong hanyalah gejala akhir dari kelalaian teknis. Hino dan KNKT dorong inspeksi harian demi keselamatan bus dan truk di jalan raya

10 bulan yang lalu


Berita
Human Error di Jalan Masih Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Bus dan Truk, Apa Solusinya?

Human error masih penyebab utama kecelakaan bus truk di Indonesia, ungkap KNKT. Solusi: pelatihan pengemudi, perawatan kendaraan, dan sistem operasional.

1 bulan yang lalu


Berita
Investigasi Kemenhub dan KNKT Ungkap Penyebab Terbakarnya Jetour T2 Dalam Kecelakaan Di Jagorawi

Kecelakaan yang melibatkan Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan juga Kementerian Perhubungan.

3 bulan yang lalu


Truk
Kenapa Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong Masih Saja Terjadi?

Bukti tidak ada penanganan serius soal kelaikan teknis truk di jalan.

8 bulan yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

1 hari yang lalu

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

1 hari yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

1 hari yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu