Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Industri Karoseri Nasional Siap Dukung Produksi Bus Listrik (2)

Berharap impor bus listrik utuh bisa dihindari
Bus
Rabu, 31 Juli 2024 19:20 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Di lain kesempatan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pernah mengabarkan bahwa pemerintah pusat serius mengembangkan kendaraan listrik, salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

 Atas dasar itu, Kementerian Perhubungan sedang menyusun Peta Jalan Implementasi E-Mobility untuk program transportasi massal berbasis BRT di Indonesia.

Dalam acara Sustainable E-Mobility Event: Upscaling Bus Electrification Nationwide di Jakarta, beberapa waktu lalu (21/5), Menhub juga menyadari bahwa pengadaan kendaraan listrik membutuhkan biaya yang tak sedikit, bisa dua kali lipat lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

BACA JUGA

Studi dari Institute for Transportation and Development (ITDP) merekomendasikan ke pemerintah agar fokus di 11 kota prioritas untuk percepatan elektrifikasi transportasi publik, yaitu Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Batam, Medan, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Padang.

Studi tersebut menyebutkan bahwa untuk mendorong program elektrifikasi yang tepat sasaran dan menjamin ketersediaan anggaran, elektrifikasi transportasi publik di 11 kota prioritas tersebut perlu dicantumkan dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Selain mengganti armada bus yang sudah ada menjadi bus listrik, kota juga perlu menambah armada bus secara gradual untuk menjamin ketersediaan dan kualitas layanan transportasi publik nol emisi.

Bagaimana dengan ketersedian komponen dasar membuat bus listrik?

Dari sisi ketersediaan komponen dasar membangun bus listrik ternyata makin banyak yang bisa diperoleh di dalam negeri. Praktis tinggal soal baterai dan sejumlah komponen kelistrikan yang masih perlu diimpor.

“Untuk konstruksi bus, di luar sasis, termasuk untuk bodi galvanis juga bisa diperoleh di dalam negeri,” tegas Yohan Wahyudi, Managing Director karoseri Tentrem (28/7).

Seiring apa yang diungkapkan Yohan, baik Jesse maupun Stefan, mengutarakan pendapatnya bahwa kesiapan industri pendukung lokal untuk program elektrifikasi bus nasional praktis tidak ada kendala. “Sudah tidak perlu impor utuh lagi, wong karoseri lokal juga sudah bisa membangun bus listrik,” tegas Stefan.

Bus listrik impor bisa jadi batu loncatan untuk adaptasi berbagai opsi alih teknologi

Konversi bus listrik ala FT UI-Petrosea jangan sampai 'mati sebelum berkembang'

Namun, hal itu masih butuh waktu, karena dalam program elektrifikasi kendaraan bermotor nasional salah satu syaratnya harus membuka perakitan lokal bagi semua merek yang hendak masuk ke pasar Indonesia. Tentu saja hal ini berlaku bagi pihak yang ingin masuk dalam skema insentif .

“Data dari pihak Kememperin sebenarnya sudah ada ratusan bus listrik di Indonesia, animonya meningkat sampai 100 persen,” jabar Patia Jungjungan Monangdo – Pembina Industri Ahli Muda, Anggota Tim Kerja KBLBB Industri Alat Transportasi Darat, Kementerian Perhubungan (23/7). Ditemui di ajang GIIAS 2024.

Ia kemudian memungkaskan, pemberian insentif untuk menggairahkan animo lokalisasi bus listrik di Indonesai hanya bisa dilakukan jika, produsen saisi maupun motor listrik serta baterai melakukan produksi di Indonesia. “Pemerintah tetap dorong kondisi ini, produksi di dalam negeri."

Baca juga: Harapan Besar Konversi Bus Listrik

Baca juga: Damri Ajukan Modal Rp1 Triliun Untuk Beli Ratusan Bus Listrik

Industri pendukung lokal sudah mampu bikin kabin bus listrik dengan standar mutu tinggi


Tags Terkait :
Buslistrik Transjakarta Kemenhub Perpres Buskota Elektrifikasi Polusi
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Melihat Pabrik Bus King Long Di Mesir

Investasi terus menerus pabrikan bus asal Cina nyars tak terbendung

2 tahun yang lalu

Bus
King Long “Merry Combo”, Desain Bus Terbaik 2024

Bus listrik tercanggih saat ini?

1 tahun yang lalu


Bus
VKTR Tes Bus Listrik Rakitan Laksana Untuk Trans Semarang

Elektrifikasi bus kota secara nasional sudah bukan wacana lagi

2 bulan yang lalu


Bus
Transjakarta Pakai Teknologi Digital Buat Pelayanan, Cek Rute Dan Layanan Customer

Sekaligus juga untuk meningkatkan standar operasional kelas dunia.

6 bulan yang lalu


Bus
Mengapa Belum Ada Medium Bus Listrik Di Jalur Transjakarta? Ini Jawabannya

APM sudah siap dengan produk.

8 bulan yang lalu


Bus
Bus Listrik Lokal Sudah Semakin Sempurna

Perlu dukungan pemerintah untuk mengecilkan keran impor bus listrik

9 bulan yang lalu


Bus
Transjakarta Tambah Lagi Ratusan Bus Listrik, Intip Spesifikasinya

Tidak ada lagi peremajaan bus mesin solar.

10 bulan yang lalu


Bus
Transjakarta Dapat Suntikan Dana Sampai Rp 400 Miliar, Siap Mengembangkan Transjabodetabek

Salah satunya ditujukan untuk pengembangan Transjabodetabek.

10 bulan yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

15 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

3 hari yang lalu