Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Bus Chevrolet, Kenangan Angkutan Penumpang Di Indonesia

Banyak malang melintang di rute pegunungan Sumatra, akhirnya menyerah di era mesin diesel yang lebih ekonomis.
Bus
Minggu, 8 Agustus 2021 15:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Perkembangan kendaraan di Indonesia pada zaman dulu, tentu seiring dengan teknologi yang dibawa orang asing ke tanah air. Seperti Amerika, Inggris maupun Jerman di kala itu. Salah satu pabrikan tertua di Amerika, yaitu Chevrolet, yang berada di bawah naungan General Motors (GM), juga hadir di Indonesia mengisi rute jalan sejak dulu.

GM, hadir di Indonesia melalui distributornya yang didirikan pada 1927, yaitu NV General Motors Java Handels Maatschappij. Bahkan, di tahun 1938, seiring banyaknya permintaan akan kendaraan-kendaraan dari GM, pabrik pertama General Motors didirikan di Tanjung Priok, Jakarta, pada 1938, yang juga menjadi pabrik mobil pertama di Indonesia.

Menjelang kemerdekaan, banyak tentara sekutu yang menggunakan Chevrolet AK Series sebagai kendaraan angkutnya. Hal ini membuat pikap yang memiliki grill vertikal dan horizontal ini cukup populer.

BACA JUGA

Beberapa pengusaha transportasi, memanfaatkan pikap ini untuk dikaroserikan menjadi bus, untuk angkutan massal. AK Series, mengandalkan mesin bensin, segaris 6 silinder, berkapasitas 3.500 cc (90 hp) dan 3.700 cc (93 hp) dengan transmisi manual 3 percepatan.

Bus Chevrolet ini, dikenal memiliki mesin yang ‘bandel’ dan kuat untuk melintasi pegunungan di Sumatra, sehingga populasi bus berlogo dasi kupu-kupu di pulau Andalas ini lebih banyak ketimbang Ford maupun Dodge yang lebih populer di pulau Jawa.

Kondisi ini pun berlanjut setelah Perang Dunia II, ketika Chevrolet mengeluarkan Advance Design di rentang tahun 1947 hingga 1955. Dengan ciri khas grill horizontal yang lebar dan besar, ia juga diandalkan menjadi bus di Sumatra. Mesinnya masih mengandalkan dapur pacu bensin, segaris 6 silinder.

Kemudian, di tahun 1955-1960, Chevrolet memperkenalkan Task Force bermesin 3.900 cc, masih dengan transmisi manual yang 3 percepatan.

Lantas era 60-an, Chevrolet Apache  dengan dua pilihan C dan K (4WD) yang juga disebut Lele, dengan grill besar di kap mesin bagian atas, marak mengisi angkutan massal.

Hingga generasi kedua Apache, Chevrolet C50 Viking, produksi 1957-1973, mengisi hari-hari dunia transportasi antarkota di Sumatra dan wilayah lain di Indonesia. Mempunyai ciri lampu besar dan sein kotak di bawahnya, C50 diandalkan mengarungi berbagai pelosok, dengan mesin bensin 6 silinder segaris, 4.100 cc (136 hp) dan 4.800 cc (150 hp) dengan transmisi 4 percepatan.

Namun, kejayaan bus Chevrolet pun memudar di era 80-an, dengan masuknya bus bermesin diesel yang lebih efisien, seperti Mercedes-Benz LP911, OF1113, Hino maupun Mitsubishi FE Series.

Tetapi, kenangan menggunakan bus Chevrolet, masih membekas di masyarakat Indonesia umumnya dan khususnya Sumatra, hingga kini.


Tags Terkait :
Chevrolet Bus
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Chevrolet LV Series, Armada Big Bus Antarkota Di Kolombia

Chevrolet LV series banyak dipilih sebagai andalan armada antarkota. Ada dua tipe dari LV Series, yaitu LV 152 dan LV 452.

6 tahun yang lalu


Berita
Punya Kenangan Bersama Isuzu Panther? Tengok Sejarahnya di Indonesia

Boleh dibilang, pengguna Panther adalah konsumen yang mencari 'kenikmatan dalam kesederhanaan'. Jangan harap ada lampu LED, untuk headunit saja masih model single DIN.

5 tahun yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

2 minggu yang lalu


Berita
Alasan Leapmotor B10 Gunakan Ukuran Ban Belang

Leapmotor B10 ukuran ban staggered dengan ban depan 225/50/R18 dan belakang 235/50/R18 menggunakan pelek 18 inci berbeda lebar serta offset untuk menyeimbangkan performa RWD dan kestabilan berkendara.

1 bulan yang lalu


Terkini


Truk
Hino 500 FM 280 JD 6x4 Fire Truck, Sasis Tangguh untuk Kendaraan Pemadam Kebakaran

Bukti sasis truk Hino bisa fleksibel untuk dibangunkan bodi yang beragam sesuai kebutuhan

1 hari yang lalu


Van
Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar

1 hari yang lalu

Truk
Isuzu Raih 1.180 SPK Di GIIAS 2026, Elf Jadi Penopang Utama

Kendaraan komersial merupakan produk serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya

1 hari yang lalu


Bus
Kursi Penumpang Bus AKAP Dan Pariwisata Kini Lebih Lebar Dan Ergonomis

Sebuah pilihan yang sulit dari segi desain

1 hari yang lalu


Bus
Hino Terus Handover Sampai Pekan Terakhir GIIAS 2026

Bukti komitmen sinergi pabrikan, karoseri, dan operator

2 hari yang lalu