OTODRIVER - Maserati merupakan brand dengan sejarah panjang dan membanggakan dalam membangun mobil-mobil yang luar biasa.
Brand ini pun aroma warisan otomotif Italia yang sedemikian kental dan eksotis. Namun ke depannya, Maserati punya cara lain, beberapa modelnya punya hubungan erat dengan Tiongkok daripada Italia.
Menurut Yunjian Insight, Maserati dan Stellantis tengah berdiskusi dengan Huawei dan JAC untuk membangun mobil dengan energi terbarukan, besar kemungkinan adalah EV. Label Maserati digadang bakal nempel di bagian fascianya.
Lebih jauh lagi diinfokan bahwa mobil hasil kemitraan ini dapat bekerja dengan sistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) yakni kemitraan yang saat ini beranggotakan Aito (Seres), Luxeed (Chery) atau Stelato (BAIC) yang berbasis sistem HarmonyOs dan teknologi pintar Huawei.
Masih dari sumber informasi yang sama, dilaporkan bahwa Huawei yang bakal mengembangkan teknologi inti kendaraan dan memimpin perencanaan.
Pabrikan China lainnya yakni JAC akan bertugas dalam penelitian dan pengembangan serta manufaktur. Sedangkan kebagian tanggung jawab apa yang dilimpahkan pada Maserati?
Yunjian Insight menyebut bahwa Maserati bertanggung jawab untuk mendesain kendaraan dan dukungan merek saja.
Dengan kata lain, brand ningrat Italia ini mendapat porsi untuk mempercantik tampilan dan menjual produk bermodal nama besar yang sudah ada.
Maserati merupakan bagian dari Stellantis, dan Stellantis sudah menjadi kerjasam dengan mitra China sejak 2023.
Bahkan kerjasama dengan Tiongkok ini baru saja diperluas lagi, di mana produsen China bisa membangun model khusus untuk pasar Eropa pada 2028.
Contohnya dapat dilihat dari SUV EV dari Opel yang dikembangkan bersama juga merupakan bagian dari perjanjian baru ini, dengan produksi yang akan dilakukan di pabrik Stellantis di Zaragoza, Spanyol.
Kembali ke Maserati. Kemitraan ini dilaporkan tengah menyiapkan dua model sebagai perencanaan awal. Model pertama yang bakal dilabeli sebagai Maestro yang akan dikonsentrasikan untuk pasar China. Sedang model kedua menggunakan label Maserati. Tentunya ada redesain ulang dan akan diluncurkan untuk mendulang pasar Internasional.
Keputusan realistis
Mungkin terdengar kurang sedap bagi nama besar Maserati. Namun perlu dipahami bahwa langkah yang diambil ini sangat dibutuhkan Maserati saat ini.
Tahun lalu Maserati hanya menjual 11.127 mobil alias anjlog 58 persen dibandingkan 2024. Lebih menyesakkan lagi, penjualan brand berlogo trisula ini semakin pilu jika dibandingkan dengan prestasi mereka di 2017 dengan angka penjualan 49.000 unit.
Jadi keputusan melakukan rebranded ‘mobchin’ dengan label Maserati terasa realistis.
Mengenai model apa yang bakal hadir sebagai hasil kerjasama ini, apakah itu SUV, sedan, mobil sport atau lainnya tidak dikonfirmasikan secara spesifik dalam laporan ini.
Apapun itu nanti wujudnya, hal yang benar-benar paling Italy dari produk itu adalah emblem merek yang ditempelkan di bagasi ataupun bagian moncong kendaraan. (SS)
