OTODRIVER - China mengambil langkah cepat dengan membentuk undang-undang yang mengatur mengenai handle pintu pop out atau flush menyusul banyaknya insiden kematian lantaran pintu gagal dibuka saat terjadi kecelakaan.
Pada 2027 nanti Negeri Panda resmi melarang penggunaan mekanisme handle pintu yang digerakkan secara elektrik ini pada mobil yang dijajakan di sana.
Sebenarnya pembahasan potensi bahaya pada handle pintu seperti itu juga sudah mencuat di AS. Tesla yang tak lain merupakan pionir handle model ini tengah mendapat sorotan.
Mengutip dari Drive.com.au, investigasi yang tengah dilakukan oleh media Bloomberg pada mobil Tesla ini telah menyebabkan setidaknya 15 kematian di AS.
Bloomberg melakukan analisa data kecelakaan sejak 2012, termasuk laporan dari pemilik yang mengatakan bahwa telah terjadi kegagalan fungsi mekanik-elektrik setelah terjadi kecelakaan.
Menambahkan informasi yang diberikan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Laporan tersebut berfokus pada kecelakaan dengan korban jiwa yang dilaporkan dan melibatkan kebakaran, dan mencakup tidak hanya Tesla, tetapi semua produsen mobil, berdasarkan data yang dikumpulkan antara tahun 2012 dan 2023.
Terungkap bahwa dari hampir 70 model yang dijual di Amerika Serikat dilengkapi dengan sistem pembuka pintu elektronik dengan Tesla menyumbang jumlah keluhan konsumen tertinggi.
Meskipun sistem pintu yang dikunci secara elektronik diwajibkan memiliki sistem pelepasan fisik sebagai cadangan dalam keadaan darurat, pengoperasiannya mungkin tidak selalu jelas atau mudah diakses oleh penumpang dalam situasi panik.
Sebagai contoh ada di Tesla Model 3 dan Model Y yang memiliki pelepasan interior melalui tombol tekan elektronik.
Pintu depan menawarkan pegangan angkat di dekat tarikan pintu, tetapi pintu belakang dibuka melalui pelepasan yang memerlukan pelepasan panel trim di bagian bawah kantong pintu sebelum dioperasikan.
Tesla telah mengatasi kekhawatiran tersebut dengan menambahkan halaman keselamatan ke situs web AS dan Australia, yang menyoroti fitur keselamatan bawaan dan standar kendaraan mereka.
Sayangnya, halaman ini tidak membahas pengoperasian pelepasan pintu secara langsung, hanya menyarankan bahwa pintu akan dibuka setelah kecelakaan untuk membantu petugas. Tapi bagaimana dengan orang awam yang datang menolong di mana mereka tidak mengetahui adanya perangkat pembuka darurat itu?
Pada perkembangannya, awal 2025 lalu, kepala desain Tesla mengatakan dalam sebuah podcast Bloomberg, bahwa pihaknya akan melakukan perancangan ulang untuk menyederhanakan sistem pembuka pintu Tesla.
Saat ini NHTSA sedang melakukan investigasi terbuka terhadap lebih dari 174.291 Model Y tahun 2021 karena kekhawatiran bahwa gagang pintu eksterior mungkin tidak berfungsi, yang menyebabkan risiko terjebak.
Namun demikian, sampai saat ini baik pemangku kebijakan di AS atau negara lain selain China belum juga membentuk satu perundangan yang mengatur tentang hal ini.
China sudah mengeluarkan aturan yang jelas tentang masalah handle pintu ini. Dan apakah otoritas lain akan memberi ketegasan untuk mengatur keselamatan seperti yang dilakukan China?
Kita tunggu saja perkembangannya. (SS)
