Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

China Resmi Larang Penggunaan Handle Pintu Elektrik, Diperkirakan Akan Mempengaruhi Desain Mobil Dunia

China larang handle pintu elektrik mobil listrik 2027. Aturan baru wajibkan gagang mekanis eksterior dan interior demi keselamatan pasca-kecelakaan, potensi ubah desain global.
Berita
Kamis, 5 Februari 2026 06:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Handle pintu pop up. (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Setelah beberapa kali jadi topik pembahasan, akhirnya China resmi melarang penggunaan gagang pintu eletronik dengan model pop-up ataupun model sejenisnya untuk mobil listrik.

Trend yang dipelopori oleh Tesla Model S ini jadi sorotan setelah terjadi beberapa kecelakaan di mana terdapat korban yang terjebak tidak bisa membuka pintu.

Mengutip dari Carscoops, otoritas China sudah memutuskan untuk mewajibkan penggunaan gagang pintu mekanis baik itu untuk dalam maupun luar bagi kendaraan EV yang dijual di Negeri Panda tersebut.

Tesla pelopor handle pintu pop up (Foto : bloomberg)

Peraturan ini berlaku mulai 1 Januari 2027, namun pada model yang telah disetujui dan hampir diluncurkan akan diberi waktu hingga Januari 2029 untuk mematuhinya.

BACA JUGA

Menurut Bloomberg, peraturan baru di China ini  sangat spesifik. Gagang pintu eksterior harus memiliki pegangan dengan ukuran minimal 60 mm x 20 mm yang memastikan petugas penyelamat dapat secara fisik menggenggam dan menariknya bahkan setelah kecelakaan.

Di dalam kabin, produsen harus memberi label yang jelas pada tuas pembuka pintu dengan tanda yang terlihat jelas yang menunjukkan cara membuka pintu dalam keadaan darurat. Tanda di bagian dalam harus berukuran minimal 1 cm x 0,7 cm dan gagang pintu interior dan eksterior harus dipasang pada posisi yang jelas.

Produsen mobil tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan sistem bertenaga elektronik, bahkan yang dilengkapi dengan baterai cadangan atau kabel penarik mekanis.

Mengapa hanya berlaku pada mobil listrik? 

Pengguna gagang pintu elektrik bukan hanya mobil listrik, tapi mengapa yang dilarang hanya spesifik EV?

Belum ada penjelasan resmi dan spesifik dari otoritas setempat. Pada dasarnya EV ataupun non EV yang mengunakan handle jenis itu punya sistem kerja mekanis yang sama. Hanya saja BBC mengatakan bahwa sebagian pengguna handle elektrik ini adalah New Energy Vehicle (NEV). Di Tiongkok, lebih dari 60 persen NEV adalah mobil listrik. 

Pelarangan ini nampaknya tak akan berhenti di EV saja, Model lainnya diperkirakan akan segera menyusul untuk pelarangannya. 

Sebenarnya persoalan kegagalan pengopersian handle ini bukan hanya terjadi China. Keluhan ini justru terlebih dulu muncul di AS. Sejak 2018 lebih dari 140 kasus dilaporkan terkait hal ini.

Mempengaruhi Desain Dunia 

China sebagai pasar mobil terbesar dan sekaligus produsen EV terbesar di dunia. Dengan resminya aturan ini maka produk mobil China akan mematuhinya.

Sedangkan untuk mobil brand di luar China untuk EV sepertinya juga akan mengikuti. Seperti halnya Tesla, BMW ataupun Mercedes-Benz yang menjadikan China sebagai pasar gemuknya .

Masih dari Carscoops, peraturan baru ini bakal memaksa produsen mobil untuk melakukan penyesuaian dan berpotensi memicu perubahan desain untuk global. (SS)


Tags Terkait :
Handle Pintu Flush Handle
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
All New Hyundai Elantra Resmi Debut Dunia

Hyundai resmi memperkenalkan Elantra generasi kedelapan pada ajang Busan Auto Show 2026 di Korea Selatan.

3 minggu yang lalu


Berita
Denza Z, EV 1.500 HP Siap Debut Bulan Ini

Denza Z 1582 HP akan debut Juli 2026 di Cina. Mobil sport listrik ini memiliki tiga motor dengan output total 1.180 kW dan kecepatan maksimal 350 km/jam.

1 bulan yang lalu


Berita
China Resmi Larang Penggunaan Handle Pintu Elektrik, Diperkirakan Akan Mempengaruhi Desain Mobil Dunia

China larang handle pintu elektrik mobil listrik 2027. Aturan baru wajibkan gagang mekanis eksterior dan interior demi keselamatan pasca-kecelakaan, potensi ubah desain global.

5 bulan yang lalu

Berita
Sudah Ada Korban Jiwa, Apakah Amerika Akan Ikuti China Terkait Aturan Handle Pintu Flush?

China telah melarang penggunaan handle pintu pop out untuk unit mobil yang dijual mulai 2027 nanti.

6 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

4 menit yang lalu


Berita
Hyundai Goda Pengunjung GIIAS Dengan Menampilkan EV Prototype 7-seater, IONIQ 3 dan Program Kredit

Hyundai membawa beberapa model baru dalam gelaran GIIAS 2026 mendatang. Ada juga beragam program pembiayaan ringan yang mereka rilis.

1 jam yang lalu


Berita
Dikenal Sebagai Pionir di Dunia, Ini Evolusi Dan Perkembangan Teknologi Dual Mode BYD dari DM-i, Dmo dan DMp

Evolusi teknologi hybrid BYD DM generasi 5 menelusuri perjalanan BYD sebagai pionir PHEV dunia dari F3DM hingga efisiensi termal 46,06 persen dan jarak tempuh lebih dari 1.800 km.

4 jam yang lalu


Berita
Respol, Bosch, Toyota dan BMW Tes Bahan Bakar Sintetik, Solusi Cepat Pertahankan ICE

Bahan bakar sintetik diklaim bisa menghasilkan emisi nyaris nol.

4 jam yang lalu


Berita
EV & DM - Teknologi yang Saling Melengkapi dalam Ekosistem NEV BYD di Indonesia

Teknologi BYD DM Electric First Indonesia mengintegrasikan motor listrik sebagai penggerak utama untuk pengalaman berkendara EV yang responsif dan efisien di berbagai kondisi perjalanan.

6 jam yang lalu